[Hunting] Djati Lounge

10 September 2017 – Halo guys, balik lagi sama aku. Kali ini, akhirnya aku bisa hunting foto-foto potrait!! YEAYY!! Sebenernya udah lama banget pengen hunting potrait, dan kali ini aku hunting bareng cewek-cewek cantik nih hehe. Ada Radhin dan Ayin, kalian bisa cek instagram mereka di @rahisnaissifa dan @ayinndewi. Lokasi hunting kali ini ada di Djati Lounge. Djati Lounge sendiri terletak di Cluster Greenwood, Jl. Greenwood Golf Mansion No. 49, Araya, Tirtomoyo, Pakis. Perjalanan dari kota malang senidri sekitar 15-20 menit.

Setelah sampai disana, terasa banget kalo ini restoran kelas atas yang pastinya mahasiswa kayak aku bakalan jarang banget kesini. Dan terbukti, jarang banget ada mahasiswa yang makan disini, kecuali sama keluarga mereka. Dari yang aku lihat pun, kebanyakan yang makan disini adalah orang-orang yang tingal di daerah Araya. Tapi kalo misalnya kalian mau dinner disini sabi banget lohh, tempatnya comfy, bagus, dan cukup romantis. Setelah masuk kedalam kami langsung disambut waiters yang menanyakan untuk berapa orang dan mau di luar atau didalam. Ruangan di dalam juga cukup luas dan nyaman, tapi yang jadi selling point dari restoran ini menurut aku adalah bagian luarnya. Kenapa? karena pemandangannya bagus banget. Pemandangannya langsung menuju ke lapangan golf yang hijau nan asri. Dibagian luar juga terdapat kolam renang dan beanbag yang menambah nyaman tempat ini.

Setelah puas menikmati keindahan tempat ini, perut pun rasanya gak karuan, bunyi mulu wkwk. Untuk harga dari makanan disini jangan kaget ya guys. Karena ini emang restoran kelas atas dan tempatnya juga sebagus ini, pasti harga makannanya selangit. Untuk harga makanannya sendiri sekitar 35rb-300rban. SUPER SEKALI KAN!? wkwkw. Untuk minumannya sekitar 15rb-100rban. Dan harga makanan kecilnya sekitar 20rban. Wkwkwk, Radhin mesen Lasagna yang harganya 75rb, sedangkan Ayin mesen pisang goreng seharga 25rb, nah kalo aku mesen esteh doang seharga 15rb wkwkw (maklum anak rantau). Untuk rasanya, menurutku enak, yan agak kecewa pisang gorengnya cuma dapet 4 buah doang wkwkw.

Puas makan (walaupun aku cuma minum doang wkwk), hunting pun dimulai!!! Karena kami ke Djati Lounge sekitar jam 3, golden hour pun menemani hunting kali ini. Cuacanya pun mendukung banget, cerah. Gak lupa, ayin mengeluarkan endorsnya wkwk, yaitu scarves. Dari hunting kali ini, belum ada tema tertentu sih, belum kepikiran sampe situ. Moga hunting berikutnya, bisa ada temanya. FLASH FORWARD!! Gak kerasa sambil jepret sini jepret sana, waktu sudah menjelang jam 7 malam. Akhirnya kami memutuskan untuk pulang. Hasil fotonya bisa dilihat dibawah ya 😉

Alhamdulillah, banget bisa hunting potrait! Apalagi sama model-model yang cantik wkwk. Insyallah, bulan depan bakalan hunting lagi, tapi gak tahu bakalan kemana dan kaya apa. Jadi, stay tune guys di blog, dan social media aku. Jangan lupa follow blog, Instagram, Snapchat, Twitter aku di @bangbima97. Sampai jumpa di post selanjutnya 🙂

Advertisements

[Travelling] Banyuwangi

Hai guys! Balik lagi sama aku yang jarang update di blog tapi sering banget update di Instagram wkwk. Udah 2 bulan nih aku gak nulis blog lagi, jadi rasanya blog ini gak keurus hehe. Selain itu, karena liburan kali ini adalah liburan Idul Fitri, jadi seperti biasa waktunya pulang kampung. Tapi, dalam postingan kali ini aku gak akan membahas liburan Idul Fitri aku (karena bakalan ada post yang berbeda, so stay tuned). Melainkan, aku akan membahas liburan seru aku bersama teman-temanku ke salah satu kabupaten yang ada di Jawa Timur. Dan kabupaten itu adalah Banyuwangi.

Selfie

On the way Banyuwangi

17 Agustus 2017 – Kebetulan banget nih, kami berangkat pada hari spesial yaitu Hari Kemerdekaan Republik Indonesia! YEAY!! Perkenalkan guys, #teambanyuwangidiary ada Karina, Diah, dan Yudhit. Awal perjalanan kami dimulai di kos-kosan Karina, jam 14.00 kami berkumpul sambil menunggu Grab. Jam 15.00, kami pun berangkat ke stasiun Malang. Sesampai disana, karena masih ada waktu beberapa menit kami sempatkan untuk Sholat Ashar, selesai sholat kami pun bersiap-siap untuk menaiki kereta, dan kereta Tawang Alun pun berangkat tepat pukul 16.05. FYI guys, perjalan menggunakan kereta dari Malang ke Banyuwangi dan sebaliknya menempuh waktu sekitar 6 jam 30 menit. Dan harga tiket keretanya sebesar Rp. 62.000, beruntungnya kita dapat diskon nih dar Traveloka jadi cuma Rp. 53.000. Saran nih guys, kalo mau jalan jalan sempatkan waktu buat survei harga-harga tiket dan diskon-diskon menarik di berbagai e-commerce di Indonesia, seperti Traveloka dan Tiket.com. 6 jam perjalanan memang sangat melelahkan dan membosankan, kegiatan kami cuma ngobrol, tidur, ngobrol dan tidur.

FLASH FORWARD!! Sampai di stasiun Karangasem, Banyuwangi sekitar pukul 23.30. Ngantuk pastinya, tapi kami belum bisa relax karena masih ada yang harus diurus. Yaitu kendaraan, ternyata ada beberapa drama nih guys, ketika kami sampai di stasiun lalu kami menelpon bapak sewa motor ternyata ada miss komunikasi, bapaknya ngira kalo kita dateng tanggal 18 pagi bukan 18 dini hari, jadi kita agak menunggu motornya datang. Beberapa saat kemudian, motornya pun datang. FYI, untuk penyewaan motor, 1 motor dihargai Rp. 75.000/hari, dan kami menggunakan 2 motor, jadi total Rp. 300.000. Untuk kalian yang mau ke Banyuwangi dan menyewa motor, aku ada beberapa kontak yaitu 081913914231 dan 081357749949. Kalian bisa memilih satu diantara dua kontak tersebut ya. Sama-sama by the way haha lol.

Setelah motornya sudah sampai, kami langsung berangkat ke guesthouse berbekal google maps. Kami menginap di Kampoeng Pakis Inn yang jaraknya tidak terlalu jauh dari stasiun Karangasem. Guesthouse ini terletak di Jalan Cendrawasih N0. 13, Pakis. FYI, harga perkamar dari Guesthouse ini adalah Rp. 116.000. dan kami memesan 2 kamar untuk 3 malam. Totalnya hitung sendiri ya wkwk. Beruntungnya lagi, kami mendapatkan diskon dari Traveloka sebesar 15%, jadi lebih murah! Untuk review hotelnya bakalan aku bahas terakhir hehe. Setelah sampai di Guesthouse langsung bertemu dengan pemilik guesthouse pakis inn. Kita langsung cek kamar dan meletakkan bawaan kami. Karena kita kelaperan tengah malam, akhirnya kami memutuskan unutk mencari makan. Tapi, karena udah tengah malam (waktu itu jam 00.30), kita pun gak tau jalan, dan kita juga takut dibegal, kita balik ke guesthouse dan istirahat. Tidur dengan perut keroncongan lol.

HARI PERTAMA (18 Agustus).

Bangun jam 7 pagi, kita semua masih capek dan mengumpulkan nyawa sekaligus persiapan mandi dan sarapan. Nah, sarapan kali ini yang ditunggu-tunggu, sarapan yang di sajikan oleh Guesthouse Pakis Inn merupakan salah satu kuliner khas dari Banyuwangi yaitu Nasi Cawuk.

Sarapan di Paskis Inn

Nasi Cawuk

Nah, nasi cawuk sendiri terdiri dari nasi putih, ikan, sambel, sayur-sayuran (yang menurut aku rasanya kaya urap), dan kuah-kuahnya. Aku sendiri gak ngerti gimana cara makannya, apakah kuahnya dicampur atau di makan langsung. Tapi menurut aku rasanya, enak. Ikannya lembut, sayurnya juga enak, pas ikannya nyatu sama urapnya itu enak banget. Tapi kuahnya gak aku makan wkwk.

Setelah sarapan, kita menuju destinasi wisata kita yang pertama yaitu, Taman Nasional Baluran. Taman ini terletak di Sumberwaru, Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Yang jaraknya cukup jauh dari guesthouse. Kami menempuh waktu perjalanan sekitar 1 jam 30 menit mengunakan motor. Bagi yang bingung arah jalannya, ternyata cukup dengan mengikuti arah ke penyeberangan Ketapang saja. Pukul 09.30 kami sampai di pintu masuk Taman Nasional Baluran. Untuk harga tiket kalian bisa lihat foto dibawah ini ya.

Baluran 1

Harga tiket masuk Taman Nasional Baluran

Bismillah, kami pun berangkat dengan penuh ekspektasi dan kegembiraan. Saat awal perjalanan kami masih santai-santai saja, sampai kami bertemu dengan mobil hitam plat W. Salah satu dari mereka keluar dan bertanya ke kami. Bapak itu pun bertanya “mas yang savana itu dimana ya? kok saya sudah jalan jauh tapi tidak ketemu? Saya takut tersesat mas hehe”. “Waduh, saya juga kurang tahu lho pak, saya juga baru pertama kali kesini” balasku. “Oalah, yasudah makasih ya mas” kata bapak itu sambil tersenyum. “Iya pak sama-sama” balasku. Ternyata benar saja yang ditanyakan oleh bapak tersebut, kami pun bertanya pertanyaan yang sama ke diri kami sendiri “kok gak sampe-sampe ya”. Lalu ada mbak-mbak lewat, sekalian tanya “mbak yang savana itu dimana ya?” celetuk ku. Mbaknya pun membalas “Oh, itu masih jauh dek. Lurus aja terus nanti ketemu dengan Savana Bekol”. Ternyata eh ternyata perjalanan yang ditempuh untuk sampai ke Savana tersebut memanglah sangat jauh. Yang aku maksud jauh adalah perjalanan 10km lebih dengan jalan yang berbatuan. (Saran bagi kalian yang mau kesini, motornya harus dipastikan dalam keadan sehat, kalian pun juga harus sehat, apalagi yang nyetir). Selain berbatuan jalanannya pun berdebu (karena sekarang lagi musim kemarau) jadi wajib banget pakai masker kalau naik motor.

Baluran 2

Perjalanan lebih dari 10km dengan jalan yang berbatuan.

Akhirnya! yang ditunggu tunggu. Sampai juga di Savana Bekol. Saat kita sampai kesana, alhamdulillah tidak terlalu ramai. Langsung mengeluarkan kamera dan siap bergaya haha.

AKHIRNYA SAMPAI!

Disini terdapat pohon yang udah terkenal banget jadi spot foto, gak tau nama pohonnya apa hehehe. Karena saat itu sedang musim kemarau jadi tanahnya pun sangat kering dan rumput pun jadi coklat. Get ready for some picture!

 

Saking asiknya foto foto, ternyata ada yang ingin bergantian foto sama pohon itu. Karena kami belum selesai dan masih ingin foto-foto, mereka agak marah dan meninggalkan tempat tersebut wkwk. Maju sedikit dari pohon tersebut ternyata ada semacam warung makan dan guesthouse, walaupun guesthouse tersebut kosong. Dan hati-hati, karena disini banyak sekali monyet nakal! Waspada terhadap monyet yang siap mengambil barang-barangmu haha. Gak jauh dari warung makan itu, terdapat rumput-rumput tinggi (gak tau namanya apa) dan tengkorak-tengkorak kepala kerbau. Lanjut foto-foto!

 

Setelah puas foto-foto di Savana Bekol, lanjut ke destinasi selanjutnya yang gak jauh dari situ yaitu Pantai Bama, jaraknya sekitar 3km dari Savana Bekol. Jalannya pun masih sama, berbatu dan berdebu. Sampai di Pantai Bama, langsung disambut oleh monyet-monyet. Sayangnya saat kami sampai, ternyata pantainya sedang surut. Yang menurut aku jadi mengurangi kecantikan dari pantai Bama. Dan parahnya lagi, kamar mandi disana sedang direnovasi dan tidak disediakan kamar mandi pengganti ataupun cadangan, itu yang paling mengecewakan sih!

 

Selain itu disana juga ada Dermaga, untuk menuju ke dermaga kita harus jalan gak terlalu jauh kok. Jalannya melewati hutan mangrove. Dan mangrovenya besar-besar akarnya sampe menjulang ke jembatannya. Kembali lagi, sangat disayangkan waktu itu airnya surut jadi kurang menarik, pasti kalo pasang bakalan lebih bagus lagi.

 

Setelah dari Pantai Bama, kita kembali ke Savana Bekol lagi untuk ke kamar kecil dan makan siang. Saat kembali dari pantai ternyata warung makannya penuh dengan wisatawan-wisatawan lainnya. Bingung kita mau makan dimana, karena kalo kita makan diluar pasti akan diganggu sama monyet-monyet. Dan benar saja, ada wisatawan perempuan nekat makan diluar dan langsung monyet itu mengejar wkwk, lucu tapi kasihan mbaknya lol. Agak lama nunggu, akhirnya ada meja kosong kami pun langsung duduk dan makan siang disitu. Sudah jam 14.30, kami tidak ingin keluar terlalu sore dari Baluran (karena pasti akan menyeramkan, dihutan tengah malam wkwk). Semangat! Melewati jalan yang sama. FLASH FORWARD!! Jam 15.40 kami sampai di loket pembelian karcis masuk, kami sempatkan untuk istirahat sejenak.

Lanjut ke Destinasi kedua, yaitu Pantai Bangsring. Tidak terlalu jauh dari Taman Nasional Baluran, butuh waktu sekitar 30 menit menggunakan motor. Untuk total biaya masuknya hanya dikenakan Rp. 2.000/orang. Nah, disini kalian gak akan nemuin pasir putih, sunrise yang ciamik, ataupun sunset. Melainkan daya tarik disini adalah Rumah Apung Bangsring, disini kalian bisa snorkling, jet ski, banana boat, sampai berenang bersama anak-anak hiu. Karena di Rumah Apung Bangsring terdapat penangkaran ikan hiu. Untuk harga-harga wahana watersport di Pantai Bangsring, kalian bisa lihat difoto ini ya.

1503062596255

Daftar harga wahana watersport di Pantai Bangsring

Sayangnya, lagi-lagi air di Pantai Bangsring sedang surut. Jadi, kami pun tidak bisa mencoba satupun wahana watersport yang ada disana, dan juga tidak ada kapal yang bisa menyebrang ke Rumah Apung. Sedih pwol!! Hampir menjelang maghrib kami pun kembali ke Guesthouse.

 

HARI KEDUA (19 Agustus).

Berangkat dari guesthouse sekitar pukul 09.30 karena kita masih kecapean nyetir. Apalagi aku dan yudhit. Sebelum ke destinasi ketiga, kami sarapan di Soto Ayam Surabaya P. Slamet. Review dikit aja ya hehe, rasanya standar seperti soto ayam kebanyakan, untuk harganya Rp. 10.000an. Yang bikin kesel adalah ayamnya alot banget, jadi susah untuk dimakan. Oke lanjut perjalan ke destinasi yang ketiga adalah Desa Wisata Osing, terletak di daerah Kemiren, Glagah. Jarak dari guesthouse ke Desa Osing sekitar 8 km dan kami pun menempuh waktu 15 menit saja. Jalan kesana ternyata naik seperti ke gunung dan hawanya pun dingin plus mendung. Sesampai disana, ternyata eh ternyata Desa Wisata Osing merupaka kolam renang umum. Jika kita ingin melihat langsung rumah adat asli Banyuwangi, ternyata langsung ke rumah-rumah warga di Desa Osing. Di tempat tersebut biasanya juga diadakan event mingguan setiap hari sabtu atau minggu. Karena kami salah informasi dan kebetulan cuaca sedang mendung. Kami memutuskan untuk ke destinasi ke empat yaitu Pantai Cemara

Pantai Cemara

Pintu masuk Pantai Cemara

Jarak dari Desa Wisata Osing ke Pantai Cemara sendiri tidak terlalu jauh, hanya membutuhkan waktu 15-20 menit saja. Harga tiket untuk masuk kesini sebesar Rp. 2000 dan untuk Parkir Rp. 2000. Awal masuk ke Pantai Cemara, langsung disambut oleh pohon-pohon cemara yang begitu rindang, sangat nyaman untuk piknik bersama keluarga lhoo. Selain itu juga ada persewaan tikar, harganya pun terjangkau sekitar Rp. 5000-Rp. 10.000. Pantainya sendiri bagus, bersih, ombaknya tenang. Kami sampai di Pantai Cemara sekitar pukul 13.00, matahari sedang panas-panasnya waktu itu tapi, angin pantai yang berhembus membuat kami betah berlama lama disini.

 

Tidak tunggu lama-lama, kami pun langsung mengeluarkan kamera. Ombaknya yang tenang membuat anak-anak pun berani mandi di pantai ini, yudhit sempat tanya ke salah satu anak-anak yang sedang mandi. “Sudah sering mandi disini?” tanya yudhit. “Sering mas hehe” jawabnya. Walaupun ombaknya tenang, tetap saja mandi di pantai itu berbahaya ya, apalagi tanpa diawasi oleh orang tua. Pohon cemara yang rindang dan berjejer membuat pantai ini mempunyai daya tarik tersendiri selain rindang, pohon-pohon cemara disini pun sangat photogenic. FYI, foto cover dari post ini difoto di Pantai Cemara. Sayangnya, pada tanggal 20 Agustus ternyata akan ada event festival layang-layang di Pantai Cemara dan pada tanggal itu pula kami pulang ke Malang. Sedih pwol!

 

Sebenernya disini ada penangkaran penyu gitu guys. Sayangnya lagi!! Ada tulisan dilarang memasuki zona konservasi penyu, kalo yang aku baca dari pamflet didalem itu isinya tempat untuk menetaskan telur penyu, tapi kita gak boleh masuk jadi percuma :(( Selanjutnya, setelah puas foto-foto dan bersantai di bawah rindangnya pohon cemara. Kami melanjutkan ke destinasi selanjutnya, sebelum itu kami sempatkan untuk sholat di Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi. Masjidnya bagus ditengah kota dan bersih

Masjid

Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi

Setelah sholat, kami langsung ke destinasi berikutnya yaitu Pendopo Saba Swagata Blambangan. Deket banget dari Masjid Agung Baiturrahman, tinggal jalan sedikit melewati taman Sritanjung. Disini kita bakal jalan-jalan sejarah Kota Banyuwangi. Selain itu, tempatnya photogenic banget, jadi dapet bonus haha. Untuk masuk kesini kalian gak perlu bayar alias gratis. Hanya perlu meminta izin dengan satpam disana. Disini juga merupakan rumah dinas dari Bupati Banyuwangi yaitu Abdullah Azwar Anas. Disini pula beliau mengadakan rapat dan event-event tertentu. Selain itu disini juga ada miniatur rumah adat asli Banyuwangi, karena yang asli dapat dilihat langsung di Desa Wisata Osing. Dan juga terdapat sumur yang mempunyai legenda, bahwa pada hari tertentu sumur itu akan mengeluarkan bau wangi. Maka dari itu kota ini dinamain Banyuwangi. Dan bagi kalian yang suka foto-foto, disini kalian bakal dapet spot-spot foto menarik. Ini dia contohnya

 

Puas jalan-jalan sejarah Kota Banyuwangi, saatnya makan. YEAYY! Karena kita bingung mau makan apa, akhirnya kita pergi ke Lapangan Blambabangan untuk mencoba streetfood di Banyuwangi. Kita pun beli bakso dan mencoba tahu walik. Pertama sempet penasaran dengan Tahu Walik, ternyata Tahu Walik adalah tahu yang dibalik isinya, dan di isi oleh aci (kaya cireng) lalu digoreng. Jadi rasanya crispy nan gurih. 1503159897366

Walaupun setelah makan bakso plus tahu walik plus pisang goreng. Kami rasanya masih ingin ngemil. Setelah beberapa menit searching di google, kami pun menemukan tempat menarik untuk ngemil, yaitu D’cinnamon Cafe. Review dikit, harga makanan disini termasuk murah banget. Range harganya antara Rp. 15.000-Rp. 20.000 rasanya pun enak. Dengan harga segitu, makanan dan tempatnya pun nyaman untuk hangout bersama teman-teman kalian. Oiya, cafe ini terletak di Jl. Letkol istiqlah no 82-84, Singonegaran, Kecamatan Banyuwangi, Pengantigan. Dan dapet hadiah hehe, hadiahnya adalah gratis puding untuk appetizer.

Churros, Frensch Fries, dan Hot Mint Green Tea di D’cinnamons Cafe

Sebelum kembali ke hotel, kami sempat mampir sebentar ke toko oleh-oleh Pia Gandrum, aku dan Karina beli Bagiak sejenis kue kering khas Banyuwangi, untuk harganya dari Rp. 15.000-Rp. 26.000. Lalu, kami langsung kembali ke guesthouse dan sudah disuguhkan makan malam yaitu nasi goreng dan telur ceplok.

HARI KETIGA (20 Agustus)

BYE! Banyuwangi

Persiapan pulang kembali ke Malang. Kita bangun sekitar jam 3 pagi karena hanya ada satu kereta menuju ke Malang yaitu kereta Tawang Alun dan kereta tersebut berangkat pukul 05.15. Alhamdulillahnya tetap dapat sarapan dari guesthouse (ibunya baik banget) yang bisa dimakan dikereta. Jam 4 pun kami checkout, dan berangkat ke Stasiun Karangasem. Nah, saat balikin motor terjadi drama lagi. Saat balikin motor di stasiun, nomer yang aku telpon ternyata beda sama nomer yang di whatsapp. Tetapi yang nomernya kami telpon mengangkat telponya dan bertemu dengan kami di stasiun. Kami sempat yakin bahwa ini orangnya, tapi setelah bapaknya mengecek ternyata motor yg kami pakai bukan motor milik beliau. Kami pun sempat bingung sebentar, lalu kami deskripsikan orang yang kemarin bertemu dengan kami saat mengambil motor. Alhamdulillah, bapak itu tahu orangnya dan langsung menelpon orang yang kami sewa motornya. Setelah menunggu beberapa saat, bapaknya datang dan benar saja itu orangnya. Sempat khawatir ketinggalan kereta wkwk. Anehnya harganya menjadi naik, kami ditagih Rp. 400.000. Rinciannya Rp. 75.000/motor/hari ditambah Rp. 50.000/motor (sampe sekarang kami pun gak tau 50rb itu untuk apa). Setelah drama motor selesai, kami masuk ke stasiun untuk sholat subuh, pukul 05.15 kereta pun datang. FLASH FORWARD!! Sampai di Malang sekitar pukul 12.30.

Oiya review Kampoeng Pakis Inn. Pertama, harganya murah. Kedua, kamarnya bersih, kasurnya empuk, kamar mandi juga bersih, walaupun aku dan yudhit sempat pindah kamar karena ada tamu yang check out. Ketiga, makanannya enak (serius kalian harus nyobain nasi cawuknya). Keempat, ibunya ramah banget dan sabar banget karena kita banyak maunya wkwk. Kelima, ada wifi untuk harga segitu itu udah jadi nilai plus banget, walaupun kadang-kadang sinyalnya hilang karena terhalang tembok. Keenam, lokasinya menurut aku agak strategis, kenapa agak? Karena deket sama kota, deket indomaret, deket pom bensin, deket atm, tapi masuk ke gang yang kecil banget (untung ada palangnya).

Alhamdulillah, perjalanan yang aku pikir gak bakal terlaksana akhirnya kelakon juga! Yang awalnya aku mikir bakalan gak jadi. Walaupun awalnya mau ber 6 tapi yang bisa cuma 4. Gak papa, aku sendiri udah seneng banget bisa jalan jalan sama kalian. Spesial thanks buat Diah, Karina, Yudhit, yang membuat perjalanan ini penuh dengan drama wkwk dan tentunya bisa kelakon. Semoga liburan semester depan bisa jalan-jalan lagi ya di, kar, dhit? Bagi kalian yang mau ke Banyuwangi, pastinya post ini bisa jadi referensi kalian. Saran aja, setiap mau pergi jauh pastikan sebelum itu kamu cari tahu tentang destinasi-destinasi yang ingin kamu kunjungi ya. Thank you guys! See you on my next post!

Bagi kalian yang gak mau ketinggalan postingan terbaru aku, jangan lupa follow Blog, Instagram, Twitter, dan Snapchat aku di @bangbima97.

[Travelling] Pantai Batu Bengkung

Haloo rek! Setelah kemarin jalan jalan dari Lombok, kangen banget rasanya bisa lihat laut lagi (walaupun masih trauma dikit wkwk). Karena di Malang pantainya jauh-jauh jadi jarang banget bisa jalan-jalan ke pantai. Nah, mumpung hari libur SBMPTN. Akhirnya aku bisa jalan-jalan ke pantai, dan pantai yang kita kunjungi adalah Pantai Batu Bengkung!

DSC00616-215 Mei 2017 – Perjalanan kali ini aku ditemenin sama kawan-kawan aku dari The Ballas. Gak semuanya ikut sih, cuma ber 6. Ada Dean, Dimas, Tara, Faris, Fatimah, dan aku. Janjian jam 7 kumpul di galeri atm UB yang di veteran, yah seperti biasa ngaretnya jauh banget wkwk. Jam 09.30, akhirnya kumpul semua dan siap-siap berangkat! Seperti biasa perjalanan kali ini kami menggunakan motor.

Pantai batu bengkung terletak di daerah Malang Selatan, tepatnya di Gajahrejo, Gedangan, Malang. Bagi kalian yang bingung sama jalannya, kalian bisa ngikutin jalan ke pantai-pantai biasanya seperti Goa Cina, karena satu jalan. Saran dari aku, jangan pake Google Maps wkwk. Kenapa? Karena kami sendiri mencoba make Google Maps untuk kesana, dan hasilnya kami diarahkan jalan berbatu, rusak, dan kecil. Seperti jalan ke pedesaan terpencil.

Setelah perjalan 2 jam-an. Akhirnya kami sampai di jalan yang sudah beraspal, halus, dan lebar! Rasanya seneng banget lihat jalan sebagus dan sesepi ini wkwk. Tidak tunggu lama langsung tancap gas!!

Sekitar jam 12.30 akhirnya kami pun sampai. Sebelum masuk ke pintu masuk pantai batu bengkung, kalian juga sudah bisa melihat disekeliling kanan kiri sudah disambut oleh pantai. Untuk biaya masuk ke Pantai Batu Bengkung adalah 15rb/orang.

AKHIRNYA!! Lihat yang biru-biru lagi setelah kangen Lombok. Tanpa tunggu lama waktunya main air dan foto-foto. Menurut aku, ini salah satu paling pantai yang paling cantik yang ada di Malang. Masih bersih, walaupun sudah banyak yg jualan dan banyak pengunjung. Nah, bagi yang mau mandi atau main air harus hati hati karena ombaknya lagi kenceng-kencengnya dan banyak karang yang licin plus tajam. Jadi harus hati-hati.

Fasilitas disini menurut aku termasuk sudah memadai, ada kamar mandi, warung, gazebo, bahkan ada persewaan tenda bagi kalian yang mau nge-camp. Sebenernya kami sendiri juga pengen camping, setidaknya melihat sunset (karena kata temenku, disini sunsetnya bagus).

Karena sinar matahari lagi terik teriknya, bermain air dan foto-foto selesai. Waktunya istirahat sambil meminum air kelapa. Bener-bener ya seger banget, apalagi jam 14.00 mataharinya masih bersinar cerah. FYI, kelapa 1 buah utuh disini cuma 10rb. Kalau dipantai lain bisa sampe 15rb.

DSC00845

Istirahat plus Es Kelapa 

Nah, setelah istirahat dan minum es kelapa. Akhirnya kami segar kembali wkwk. Di Pantai Batu bengkung juga ada bukit yang bisa kita panjat. Bagi yang mau memanjat bukit ini aku saranin menggunakan sepatu atau sendal gunung, karena jalannya licin dan bebatuan.

Memanjatnya pun harus hati-hati, ada batuan berupa tali yang menurutku cukup kuat. Tapi kembali lagi tetap harus hati-hati. Setelah sampai di puncak bukitnya, takjub banget lihat pemandangan sebagus ini. Pemandangannya hampir sama kaya di Bukit Merese, Lombok. Bagus banget, subhanallah! Aku gak bisa ngomong banyak, biar foto yang ngomong hehe.

Subhanallah, salah satu pantai terphotogenic juga sih menurutku wkwk. Setelah merasa cukup banyak stock foto haha lol. Kami turun dari bukit, dan persiapan untuk perjalanan pulang. Untungnya kami tidak melewati jalan bebatuan lagi wkwk, kami akhirnya mengikuti jalan besar. Sampai di Malang sekitar jam 20.00, karena kami mampir makan malam dulu hehe.

Gimana? Jadi pengen ke Batu Bengkung gak? Aku aja pengen lagi haha. Ada yang belum kesampaian satu, yaitu lihat sunsetnya. Semoga masih diberi kesempatan buat kesini lagi, Amin. Sampai jumpa di post aku selanjutnya ya. Bagi kalian yang gak mau ketinggalan postingan terbaru aku, jangan lupa follow Blog, Instagram, Twitter, dan Snapchat di @bangbima97. See ya!

[Travelling] Candi Sumberawan

Halo semuanya!! Kangen banget rasanya nulis di blog lagi hehe. Oke, kali ini aku jalan-jalan ke suatu destinasi wisata yang baru pertama kali aku dengar. Namanya, Candi Sumberawan. Penasaran seperti apa Candi Sumberawan?

DSC00609

Pintu Masuk Candi Sumberawan

13 Mei 2017 – Setelah persiapan selesai, kami pun berangkat dari KPRI UB sekitar jam 10.30. Aku, Arif, dan Nadia berangkat menggunakan sepeda motor. Setelah 45 menit perjalanan (karena macet) akhirnya kami sampai di Candi Sumberawan.

Candi Sumberawan sendiri terletak di Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Malang. Perlu sekitar 30-45 menit perjalanan dari Kota Malang. Candi Sumberawan ini sebenarnya destinasi wisata yang sudah cukup lama ada. Tetapi, kurang terawat dan kurang dapat perhatian dari pemerintah. Jadi, situs ini belum banyak yang tahu apalagi turis-turis mancanegara.

Nah, karena hal tersebut mahasiswa Public Relations, Ilmu Komunikasi, Universitas Brawijaya melakukan re-launching terhadap situs tersebut. Mereka dibagi menjadi satu tim yang terdiri dari berbagai divisi dan berjumlah 25 orang. Dan nama dari tim mereka adalah “25 Project”. Dengan persiapan yang cukup lama dan matang, tanggal 13 Maret kemarin pun, telah dilaksanakan re-launching Candi Sumberawan.

Selain melakukan re-launching, 25 Project juga membuat Candi Sumberawan semakin menarik untuk dikunjungi. Terdapat wahana-wahana baru yang pastinya seru banget! Ada taman bunga, taman lampion, taman hammock, dan hutan batik. Wahh seru banget! Sesampai disana kami langsung bermain di Taman Hammock dan rasanya seru banget. Selain udaranya sejuk karena dikelilingi oleh pohon pinus, rasanya adem banget haha. Bakalan betah banget piknik disini haha. Selain itu juga ada Photo Booth yang lucu banget wkwk, photogenic banget pokoknya.

Keren dan seru banget kan? Pastinya dong haha! Setelah puas bermain di Taman Hammock dan foto-foto di photobooth. Kami penasaran nih sama Candi Sumberawannya seperti apa. Dan setelah melihat, ternyata Candi Sumberawan merupakan stupa. Selain stupa tersebut terdapat 2 Sumber Mata Air yang dikeramatkan oleh warga setempat. Dan airnya sejuk banget, seger banget. Katanya kalau cuci muka disitu bisa awet muda lhooo…

Gimana seru banget kan jalan-jalan di Candi Sumberawan. Banyak wahana baru sekalius wisata sejarah juga. Jadi, tunggu apalagi langsung aja ke Candi Sumberawan. Terimakasih juga kepada tim 25 Project yang telah membuat Candi Sumberawan sebagus yang sekarang. Good Job, guys!! Sukses kalian semuanya!!

Sampai jumpa di post aku selanjutnya ya. Bagi kalian yang gak mau ketinggalan postingan terbaru aku, jangan lupa follow Blog, Instagram, Twitter, dan Snapchat di @bangbima97. See ya!

[Hunting] Coban Talun

Hello guys!! Udah lama banget nih gak update post di blog. Semenjak kemarin jalan-jalan ke Lombok, aku kaya kehabisan konten buat dipost nih hehe. Sambil kuliah dan sambil mikir, akhirnya aku putusin untuk buat konten baru di blog. Yap, here it is!

12 Maret 2017 – Kali ini, aku hunting foto sama anak-anak dari BLIDZ FISIP UB. Nah, untuk hunting kali ini kita bakalan ke Coban Talun. Yap, salah satu tempat pariwisata air terjun yang ada di Malang. Di Malang sendiri banyak banget coban-coban ada Coban Talun, Coban Rais, dan masih banyak lagi. Karena hunting pertama ini aku bareng-bareng sama anak-anak dari BLIDZ jadi kita kumpul dulu di depan KPRI UB sekitar jam 09.00. Sehabis kumpul dan orang-orangnya udah lengkap kami memutuskan untuk sarapan dulu. Karena perjalanannya bakalan agak jauh hehe.

Setelah sarapan, sekitar jam 10.30 kami berangkat ke Coban Talun. Nah untuk lokasinya sendiri Coban Talun ada di Dusun Wonorejo, Desa Tulungrejo, Kec. Batu, Tulungrejo, Bumiaji. Bagi yang gak tau itu dimana, Coban Talun masih sejalan sama Taman Rekreasi Selecta. Diperjalan cuaca mulai agak tidak bersahabat, mulai mendung dan gerimis. Ternyata benar, hujan pun mulai deras. Akhirnya kami berteduh di Masjid sekitar wilayah rest area (lupa nama masjidnya hehe). Ehh, ternyata motor temen aku ada yang mogok gara gara kehabisan bensin. Akhirnya didorong sampe ke Masjid, dan temenku yang lain cari bensin eceran. Alhamdulillahnya, ada yang jualan dan masih ada bensinnya, stock terakhir hehe.

Mumpung di Masjid, kita sekalian sholat Dzuhur. Perjalanan pun kita lanjutkan. Ternyata dari masjid ke Coban Talun gak terlalu jauh jaraknya. Tinggal dikit lagi. Sesampai disana, kita harus membayar parkir sebesar 3rb untuk motor dan 5rb untuk mobil. Yap, anak-anak BLIDZ langsung ngeluarin kamera meraka. Dan sesi foto-foto pun dimulai! Aku sendiri penasaran sama air terjunnya kaya apa, tapi anak-anak yang lain gak ada yang turun. Karena jalannya masih 1km untuk ke air terjunnya hehe, jadi kami mutusin untuk foto foto di hutannya aja. Selain disini ada hutan-hutan, disini juga ada wahana-wahana gitu. Ada Apache Camp dan taman bunga. Untuk biaya tiket masuknya masing-masing sekitar 5rb.

Sekitar jam 15.00, kami memutuskan untuk pulang dan makan siang. Udah puas sama foto-foto yang didapatkan, perut pun minta untuk diisi wkwk. Nah makan siangnya, kita di Kedai Assalamualaikum (depan kampus UMM). Review singkat aja sih, disini makanannya enak harganya bersahabat, favorit aku ayam krispynya sih. Parah itu ayamnya gede dan enak banget. Minumannya juga murah, soda gembira cuma 7rb hehehe.

Hunting pertama ini bener-bener seru. Apalagi rame banget sama anak-anak dari BLIDZ FISIP UB. Oiya, fyi aja BLIDZ FISIP UB adalah LSO fotografi yang ada di FISIP Universitas Brawijaya, acara-acara mereka seru banget, PARAH! wkwkw. Mantab banget hari ini, dari kehujanan sampe seru-seruan bareng anak-anak BLIDZ. Sampai jumpa di post aku selanjutnya ya. Bagi kalian yang gak mau ketinggalan postingan terbaru aku, jangan lupa follow Blog, Instagram, Twitter, dan Snapchat di @bangbima97. See ya!

[Travelling] Lombok Islands (Part 3)

Day 5 

Hari ke 5 di Lombok, tempat selanjutnya yang akan kami kunjungi adalah Gili Kondo. Di Gili Kondo kami berencana untuk camping di sana. Pasti bakalan seru nih hehe..

Berangkat jam 8 pagi dari rumahnya Danang (Lombok Timur) perjalannanya gak terlalu jauh sekitar 30 menit saja. Sesampai di Pelabuhan untuk menyebrang menggunakan perahu, untuk penyewaan perahu disini harganya sekitar 400rb perhari. Nah, tujuan pertama kita sehabis dari pelabuhan kami menuju spot pertama untuk snorkling. Untuk persewaan kacamata renang adalah seharga 25rb sepuasnya dan pelampung 10rb juga sepuasnya. Tapi, perahu yang kami tumpangi tidak membawa pelampung jadi kami snorkling tanpa menggunakan pelampung. Sesampai di spot snorkling pertama, kami bersiap siap hehe. Danang dan Nugi langsung nyebur tanpa basa-basi. Sisanya tinggal aku sama Javi, dia gak jadi nyebur gara gara takut lihat ikan wkwkw, ngakak aku. Nah, aku pas pertama sih, gak berani. Mikir banget, aku gak bisa berenang, gak ada pelampung dan gak ada kaki kodok. OKE! Gakpapa. Modal NEKAD! Akhirnya aku nyebur sambil ketakutan gitu wkwk. Cuma nyelem deket sama kapal. Pegangan ke kapal wkwk. Dan pemandangan bawah lautnya, LUAR BIASA! Bagus banget, ikannya banyak dan terumbu karangnya juga beragam. Terbaik pokoknya.

Udah agak lama nih snorklingnya, akhirnya aku beraniin buat gak pegangan dan berenang menjauh dari kapal. Sambil berenang, sambil ngrekam pake gopro ternyata udah jauh dari kapal nih. Terus, aku mau ambil nafas otomatis naik ke atas kan bandannya nah disini aku panik, aku gak bisa dayung pake tangan karena megang tongsis kamera wkwk. Sebenernya pengen aku lepas itu tongsisnya, tapi kameranya punya orang wkwk. Terus, aku teriak ke atas manggil temenku yang di kapal. Teriak minta tolong sambil melambai lambaikan tongsis. Alhamdulillah ada yang denger dan lihat yaitu, Danang. Dia narik aku ke daerah yang ada karangnya dan bisa diinjak. Tapi, tanpa sadar aku malah nginjek bulu babi yang ada disana. Setelah aku bisa berdiri di karang yang datar, perahunya mulai mendekat dan Nugi melemparkan pelampung darurat. Akhirnya, SELAMAT! Tapi, kakiku rasanya sakit banget gak bisa jalan dan yang pastinya shock banget. Dan bulu babi yang ada di kakiku, maunya di cabut tapi setelah dicabut bulu tsb langsung patah. Tiba tiba, Danang ambil palu dan memukul mukul bulu tersebut sampai hancur. Aahh!! Nah, disini aku beneran shock, panic, dan takut banget! Dan kami pun memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke spot kedua snorkling.

Sampai di spot kedua snorking, kami memutuskan untuk tidak snorkling karena sudah panas dan juga sudah lelah. Beristirahat sebentar sambil foto foto. Dan aku menahan sakit wkwk. Melanjutkan perjalanan kami ke spot ketiga yaitu Gili Kondo. Sesampai di Gili Kondo kami langsung bersiap siap mendirikan tenda dan makan siang. Jangan takut guys, disini sudah ada yang jualan jadi kalo kalian kelaperan atau pingin ngopi disini juga sudah ada dan kalo mau menyewa kacamata renang dan pelampung disini juga tersedia. Harganya sama seperti yang diawal. Setelah tenda berdiri dan perlengkapaan siap semua. Kami akhirnya makan siang. Makan siang kali ini kami dibawakan makanan oleh ibunya Danang (makasih ibunya danang 😉 ) Selain makan siang kami juga mendirikan api unggun kecil kecilan. Karena tadi sudah puas snorkling jadi kami memutuskan untuk snorkling besok pagi. Hari ini kami lanjutkan dengan istirahat.

Malem pun tiba, api unggun yang kami buat pun padam. Sebelum kami tidur kami sempatkan untuk bermain kartu hehe. Suasana malem itu, ramai banget karena tidak hanya kami yang camping di Gili Kondo, mungkin ada 4 kelompok lebih selain kami. Badluck banget nih, malam itu di Gili Kondo tidak ada angin sama sekali jadi panas dan banyak nyamuk. Padahal saat biasanya, anginnya kencang dan tidak ada nyamuk, kata ibu ibu yang diwarung. Kami pun kesusahan untuk tidur. Kalo pake jaket panas, tapi kalo gak pake jaket banyak nyamuk. Serba salah pokoknya.

Day 6

Pagi pun datang, kami sebenarnya menunggu sunrise karena disini sunrisenya termasuk bagus. Eh, sayangnya bad luck lagi karena cuacanya mendung :(( It’s Time to Snorkling!! Alhamdulillah, pagi disini hawanya lumayan dingin, seger bau bau laut hehe. Seperti biasa, Danang dan Nugi langsung snorkeling. Aku udah parno duluan, pengen tapi takut banget walaupun ada persewaan pelampung. Tetep aja. Sempet dipaksa sama nugi buat nyebur masih aja aku nolak. Kata dia “Bagus banget bim, kamu harus nyebur. Kecewa kamu sampe sini kalo gak nyebur bim” 

Akhirnya aku berani in, buat minjem pelampung dan nyebur. Beneran aku parno banget sumpah, sampe di bantuin sama nugi dan danang buat ke tengah. Dan bener view nya Bagus banget, karang nya warna warni ikannya banyak banget. Dan disini juga harus hati hati banyak bulu babi juga, gila aja nginjek bulu babi dua kali! Setelah puas bermain, sekitar jam 10 pagi, kami dijemput untuk pulang. Sampai di pelabuhan kamu di jemput mobil. Sampai di rumahnya Danang sekitar jam 12 siang. Langsung mandi, langsung istirahat. Sekaligus kami berbenah barang bawaan kami. Karena besoknya kami akan pulang. 

Day 7

Jam 7 pagi, kami langsung berangkat ke Terminal. Sehabis pamitan ke orang tuanya Danang, kami pun langsung berangkat. Perjalanan dari rumahnya Danang, sekitar 2 jam setengah. Lumayan jauh, jadi lumayan buat tidur heheh. Sampai di Terminal Mandalika sekitar jam 9an. Bis pun berangkat dari terminal sekitar jam 12. Sampe di pelabuhan lembar jam 1 siang. Kapal berangkat jam 2 siang. Alhamdulillah, nyampe di pelabuhan padang bai bali jam 7 malam. Makan malem jam 10 di wm prasmanan klontong jawa timur. Sampe di pelabuhan gilimanuk jam 1 malam. Nyampe di pelabuhan ketapang jam 2 WIB. Sampe di terminal Arjosari jam setengah 9. Tips aja, bagi kalian yang mau ke Lombok dan cari nyaman mendingan naik pesawat, bagi kalian yang kekurangan dana kaya kita wkwkw, bisa cobain pake bis. Tapi, pastikan badan kalian cukup kuat dan lagi gak sakit nih. 

Alhamdulillah, sampe di Malang dengan selamat. Capek pasti, seneng banget! Bener bener perjalanan yang luar biasa panjang. Makasih banyak banget Lombok! Best Vacation Ever! 

Thank you guys, sudah baca 3 Part perjalanan aku di Lombok. Maaf banget buat update part ke 3 ini agak lama. Karena masih liburan heheh. Makasih banget yang udah baca. Sampai jumpa di postingan selanjutnya. 

[Travelling] Lombok Islands (Part 2)

Day 3

Lanjut, dihari ke tiga ini kami berempat akan melanjutkan perjalanan kami. Nah, di hari ini, kami bertemu dengan teman teman dari Malang juga. Ada Desty, Indana, Yudina, dan Laura. Yeayy!! Tambah rame tambah seru.

Berangkat sekitar jam 8, kami berdelapan pergi ke tujuan pertama untuk hari ini. Yaitu Sembalun. Sembalun sendiri terletak di kaki gunung Rinjani. Perjalanan kesini membutuhkan waktu sekitar 1 setengah jam dari Lombok Timur. Tips, kalau mau kesini naik mobil pastikan mobilnya dalam keadaan sehat dan drivernya sudah handal. Karena jalan kesini itu berkelok kelok dan naik turun. Salah satu keunikan di Sembalun, hawanya masih dingin dan banyak monyet monyet liar. Sesampai disana, hawa dingin masih terasa padahal sudah jam 9an. Tiket masuk ke Sembalun sekitar Rp 2000 saja. Ternyata, Sembalun ini seperti Paralayang yang ada di Malang. Tetapi, ada perbedannya selain tiketnya lebih murah, disini termasuk masih sepi, dan banyak monyetnya. Karena disini tempatnya cuma bisa buat foto foto dan menikmati pemandangan saja. Kami hanya sebentar disini.

Lanjut ke tujuan berikutnya yaitu Air Terjun Sendang Gile. Tertletak di Desa Senaru Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara. Kami berangkat sekitar pukul setengah 10 dari Sembalun kami sampai di Air Terjun Sendang Gile sekitar jam 11. Tiket masuk kesana adalah Rp. 5000. Untuk menuju ke Air Terjun Sendang Gile kami harus tracking sekitar 20-25 menit. Termasuk sebentar karena jalannya menurun. Sesampai di sana, air terjunnya tidak terlalu tinggi, dan kebetulan saat kami kesana sedang ramai pengunjung. Disini diperbolehkan mandi karena tidak terlalu dalam. Jadi yang mau basah basahan sangat bisa wkwk. Sempat gerimis, kami berteduh di gazebo. Dan kalau ada yang lapar disini juga sudah banyak yang jualan. Setelah menuggu gerimisnya reda, kami mendekat ke air terjun untuk berfoto ria hehe. Setelah puas berfoto foto ria, kami memutuskan untuk makan siang. Nah, yang paling melelahkan adalah tracking, pulang dari air terjun karena jalannya naik. Pendek jarak trackingnya tapi naiknya itu lho wkwk.

Setelah lelah tracking, waktunya makan siang. Kami makan siang di Warung 99 Jawa Timur di Jalan Labuhan Lombok, Lombok Timur. Disini menunya lengkap banget dari lalapan, nasi goreng, sampai bakso. Dengan harga yang murah, tetapi dengan rasa yang cukup enak. Kecuali nasi gorengnya wkwk. Minumannya juga disini banyak banget pilihannya. Setelah perut kenyang, kami mengantarkan Desty, Indana, Yudina, dan Laura pulang ke rumahnya Yudina.

Day 4

Hari ini, kami melanjutkan perjalanan kami tanpa Desty, Indana, Yudina, dan Laura. Tujuan pertama di hari ke 4 ini adalah Desa Sade yang terletak di Jalan raya Sade, Rambitan. Berangkat dari rumah danang (Lombok Timur) sekitar jam 8 pagi kami sampai di Desa Sade sekitar jam 11 siang. Nah, di Desa sade sendiri kalian bisa melihat suku asli Lombok yaitu suku Sasak, melihat kesehariannya dan kehidupan penduduk suku Sasak. Di Desa Sade sendiri banyak hal hal menarik  yang kami temui. Seperti, disini wanita swajib bisa menenun dan yang boleh menenun adalah kaum hawa saja. Selanjutnya ini yang paling menarik menurutku yaitu, jika kalian biasanya kalau mau menikah, calon prianya harus meminta restu orangtua si calon istrinya. Nah, disini calon prianya harus menculik si calon istrinya, jika tidak maka pernikahan tersebut tidak akan di restui. Lalu ada pohon yang gak biasa, pohon ini biasanya dijadikan tempat pertemuan si calon pria dan istrinya tsb.  Selain itu kita juga bisa membeli kain kain asli hasil tenun para penduduk suku Sasak. Tidak hanya ada kain, ada ikat kepala, scarf, dll. Dengan harga yang bervariatif dari 50rb sampai 350rb. Dibandingkan dengan Taman Narmada, kain tenunan yang ada di Desa Sade lebih bervariatif dengan harga yang bervariatif juga.Oiya, kalau kalian kesini kalian diwajibkan masuk bersama semacam tour guide, yang tidak lain adalah penduduk asli Desa Sade.

Karena ini hari Jumat dan waktunya Jumatan, kami mencari masjid di sekitar Pantai Kuta. Setelah selesai Jumatan, kami melanjutkan perjalan ke tujuan kedua kami hari ini. Yaitu Bukit Merese di Pantai Tanjung Aan. Perjalanan dari Desa Sade ke Pantai Tanjung Aan, cukup dekat tidak sampai 1 jam. Di Pantai Tanjung Aan, tidak ada tiket masuk alias gratis. Untuk menuju ke Bukit Merese, perlu tracking sekitar 10 menit. Jalannya tidak berat hanya saja saat itu sehabis hujan jadi jalannya agak becek. Setelah sampai di puncak, Subhanallah pembandangannya bagus banget! Dari atas kita bisa lihat Pantai Tanjung Aan. LUAR BIASA. Bener bener tempat yang bagus buat foto wkwk. Kami paling lama menghabiskan waktu disini. Setelah cukup lama, dan gerimis kami memutuskan untuk pulang.

Sebelum pulang kami mampir makan siang di Rumah Makan Cahaya yang terletak di Jalan Gajah Mada No.35, Pagesangan, Mataram. Disini menu andalannya adalah Nasi Balap Puyung + ayam kampung. Menurut aku rasanya enak tetapi porsinya dikit. Dengan harga Rp. 16000 seharusnya bisa lebih banyak lagi. Buat minuman andalan disni ada Es Kelapa dengan harga Rp. 11000.

Hari ke 3 dan ke 4 sudah kami lalui. Dari reunian, capek tracking, sampe borong kain, kami sangat puas! Oke, part 2 sampe sini dulu. Eitss, belum selesai lhooo. Masih ada Part Final dimana bakalan tambah seru dan banyak banget yang mau aku ceritain wkwk. So, stay tuned guys. And tf you want to not miss my newest post, make sure to follow my blog and my other social media (Twitter, Instagram, Snapchat) on @bangbima97.