[Travelling] Pantai Batu Bengkung

Haloo rek! Setelah kemarin jalan jalan dari Lombok, kangen banget rasanya bisa lihat laut lagi (walaupun masih trauma dikit wkwk). Karena di Malang pantainya jauh-jauh jadi jarang banget bisa jalan-jalan ke pantai. Nah, mumpung hari libur SBMPTN. Akhirnya aku bisa jalan-jalan ke pantai, dan pantai yang kita kunjungi adalah Pantai Batu Bengkung!

DSC00616-215 Mei 2017 – Perjalanan kali ini aku ditemenin sama kawan-kawan aku dari The Ballas. Gak semuanya ikut sih, cuma ber 6. Ada Dean, Dimas, Tara, Faris, Fatimah, dan aku. Janjian jam 7 kumpul di galeri atm UB yang di veteran, yah seperti biasa ngaretnya jauh banget wkwk. Jam 09.30, akhirnya kumpul semua dan siap-siap berangkat! Seperti biasa perjalanan kali ini kami menggunakan motor.

Pantai batu bengkung terletak di daerah Malang Selatan, tepatnya di Gajahrejo, Gedangan, Malang. Bagi kalian yang bingung sama jalannya, kalian bisa ngikutin jalan ke pantai-pantai biasanya seperti Goa Cina, karena satu jalan. Saran dari aku, jangan pake Google Maps wkwk. Kenapa? Karena kami sendiri mencoba make Google Maps untuk kesana, dan hasilnya kami diarahkan jalan berbatu, rusak, dan kecil. Seperti jalan ke pedesaan terpencil.

Setelah perjalan 2 jam-an. Akhirnya kami sampai di jalan yang sudah beraspal, halus, dan lebar! Rasanya seneng banget lihat jalan sebagus dan sesepi ini wkwk. Tidak tunggu lama langsung tancap gas!!

Sekitar jam 12.30 akhirnya kami pun sampai. Sebelum masuk ke pintu masuk pantai batu bengkung, kalian juga sudah bisa melihat disekeliling kanan kiri sudah disambut oleh pantai. Untuk biaya masuk ke Pantai Batu Bengkung adalah 15rb/orang.

AKHIRNYA!! Lihat yang biru-biru lagi setelah kangen Lombok. Tanpa tunggu lama waktunya main air dan foto-foto. Menurut aku, ini salah satu paling pantai yang paling cantik yang ada di Malang. Masih bersih, walaupun sudah banyak yg jualan dan banyak pengunjung. Nah, bagi yang mau mandi atau main air harus hati hati karena ombaknya lagi kenceng-kencengnya dan banyak karang yang licin plus tajam. Jadi harus hati-hati.

Fasilitas disini menurut aku termasuk sudah memadai, ada kamar mandi, warung, gazebo, bahkan ada persewaan tenda bagi kalian yang mau nge-camp. Sebenernya kami sendiri juga pengen camping, setidaknya melihat sunset (karena kata temenku, disini sunsetnya bagus).

Karena sinar matahari lagi terik teriknya, bermain air dan foto-foto selesai. Waktunya istirahat sambil meminum air kelapa. Bener-bener ya seger banget, apalagi jam 14.00 mataharinya masih bersinar cerah. FYI, kelapa 1 buah utuh disini cuma 10rb. Kalau dipantai lain bisa sampe 15rb.

DSC00845

Istirahat plus Es Kelapa 

Nah, setelah istirahat dan minum es kelapa. Akhirnya kami segar kembali wkwk. Di Pantai Batu bengkung juga ada bukit yang bisa kita panjat. Bagi yang mau memanjat bukit ini aku saranin menggunakan sepatu atau sendal gunung, karena jalannya licin dan bebatuan.

Memanjatnya pun harus hati-hati, ada batuan berupa tali yang menurutku cukup kuat. Tapi kembali lagi tetap harus hati-hati. Setelah sampai di puncak bukitnya, takjub banget lihat pemandangan sebagus ini. Pemandangannya hampir sama kaya di Bukit Merese, Lombok. Bagus banget, subhanallah! Aku gak bisa ngomong banyak, biar foto yang ngomong hehe.

Subhanallah, salah satu pantai terphotogenic juga sih menurutku wkwk. Setelah merasa cukup banyak stock foto haha lol. Kami turun dari bukit, dan persiapan untuk perjalanan pulang. Untungnya kami tidak melewati jalan bebatuan lagi wkwk, kami akhirnya mengikuti jalan besar. Sampai di Malang sekitar jam 20.00, karena kami mampir makan malam dulu hehe.

Gimana? Jadi pengen ke Batu Bengkung gak? Aku aja pengen lagi haha. Ada yang belum kesampaian satu, yaitu lihat sunsetnya. Semoga masih diberi kesempatan buat kesini lagi, Amin. Sampai jumpa di post aku selanjutnya ya. Bagi kalian yang gak mau ketinggalan postingan terbaru aku, jangan lupa follow Blog, Instagram, Twitter, dan Snapchat di @bangbima97. See ya!

[Travelling] Candi Sumberawan

Halo semuanya!! Kangen banget rasanya nulis di blog lagi hehe. Oke, kali ini aku jalan-jalan ke suatu destinasi wisata yang baru pertama kali aku dengar. Namanya, Candi Sumberawan. Penasaran seperti apa Candi Sumberawan?

DSC00609

Pintu Masuk Candi Sumberawan

13 Mei 2017 – Setelah persiapan selesai, kami pun berangkat dari KPRI UB sekitar jam 10.30. Aku, Arif, dan Nadia berangkat menggunakan sepeda motor. Setelah 45 menit perjalanan (karena macet) akhirnya kami sampai di Candi Sumberawan.

Candi Sumberawan sendiri terletak di Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Malang. Perlu sekitar 30-45 menit perjalanan dari Kota Malang. Candi Sumberawan ini sebenarnya destinasi wisata yang sudah cukup lama ada. Tetapi, kurang terawat dan kurang dapat perhatian dari pemerintah. Jadi, situs ini belum banyak yang tahu apalagi turis-turis mancanegara.

Nah, karena hal tersebut mahasiswa Public Relations, Ilmu Komunikasi, Universitas Brawijaya melakukan re-launching terhadap situs tersebut. Mereka dibagi menjadi satu tim yang terdiri dari berbagai divisi dan berjumlah 25 orang. Dan nama dari tim mereka adalah “25 Project”. Dengan persiapan yang cukup lama dan matang, tanggal 13 Maret kemarin pun, telah dilaksanakan re-launching Candi Sumberawan.

Selain melakukan re-launching, 25 Project juga membuat Candi Sumberawan semakin menarik untuk dikunjungi. Terdapat wahana-wahana baru yang pastinya seru banget! Ada taman bunga, taman lampion, taman hammock, dan hutan batik. Wahh seru banget! Sesampai disana kami langsung bermain di Taman Hammock dan rasanya seru banget. Selain udaranya sejuk karena dikelilingi oleh pohon pinus, rasanya adem banget haha. Bakalan betah banget piknik disini haha. Selain itu juga ada Photo Booth yang lucu banget wkwk, photogenic banget pokoknya.

Keren dan seru banget kan? Pastinya dong haha! Setelah puas bermain di Taman Hammock dan foto-foto di photobooth. Kami penasaran nih sama Candi Sumberawannya seperti apa. Dan setelah melihat, ternyata Candi Sumberawan merupakan stupa. Selain stupa tersebut terdapat 2 Sumber Mata Air yang dikeramatkan oleh warga setempat. Dan airnya sejuk banget, seger banget. Katanya kalau cuci muka disitu bisa awet muda lhooo…

Gimana seru banget kan jalan-jalan di Candi Sumberawan. Banyak wahana baru sekalius wisata sejarah juga. Jadi, tunggu apalagi langsung aja ke Candi Sumberawan. Terimakasih juga kepada tim 25 Project yang telah membuat Candi Sumberawan sebagus yang sekarang. Good Job, guys!! Sukses kalian semuanya!!

Sampai jumpa di post aku selanjutnya ya. Bagi kalian yang gak mau ketinggalan postingan terbaru aku, jangan lupa follow Blog, Instagram, Twitter, dan Snapchat di @bangbima97. See ya!

[Hunting] Coban Talun

Hello guys!! Udah lama banget nih gak update post di blog. Semenjak kemarin jalan-jalan ke Lombok, aku kaya kehabisan konten buat dipost nih hehe. Sambil kuliah dan sambil mikir, akhirnya aku putusin untuk buat konten baru di blog. Yap, here it is!

12 Maret 2017 – Kali ini, aku hunting foto sama anak-anak dari BLIDZ FISIP UB. Nah, untuk hunting kali ini kita bakalan ke Coban Talun. Yap, salah satu tempat pariwisata air terjun yang ada di Malang. Di Malang sendiri banyak banget coban-coban ada Coban Talun, Coban Rais, dan masih banyak lagi. Karena hunting pertama ini aku bareng-bareng sama anak-anak dari BLIDZ jadi kita kumpul dulu di depan KPRI UB sekitar jam 09.00. Sehabis kumpul dan orang-orangnya udah lengkap kami memutuskan untuk sarapan dulu. Karena perjalanannya bakalan agak jauh hehe.

Setelah sarapan, sekitar jam 10.30 kami berangkat ke Coban Talun. Nah untuk lokasinya sendiri Coban Talun ada di Dusun Wonorejo, Desa Tulungrejo, Kec. Batu, Tulungrejo, Bumiaji. Bagi yang gak tau itu dimana, Coban Talun masih sejalan sama Taman Rekreasi Selecta. Diperjalan cuaca mulai agak tidak bersahabat, mulai mendung dan gerimis. Ternyata benar, hujan pun mulai deras. Akhirnya kami berteduh di Masjid sekitar wilayah rest area (lupa nama masjidnya hehe). Ehh, ternyata motor temen aku ada yang mogok gara gara kehabisan bensin. Akhirnya didorong sampe ke Masjid, dan temenku yang lain cari bensin eceran. Alhamdulillahnya, ada yang jualan dan masih ada bensinnya, stock terakhir hehe.

Mumpung di Masjid, kita sekalian sholat Dzuhur. Perjalanan pun kita lanjutkan. Ternyata dari masjid ke Coban Talun gak terlalu jauh jaraknya. Tinggal dikit lagi. Sesampai disana, kita harus membayar parkir sebesar 3rb untuk motor dan 5rb untuk mobil. Yap, anak-anak BLIDZ langsung ngeluarin kamera meraka. Dan sesi foto-foto pun dimulai! Aku sendiri penasaran sama air terjunnya kaya apa, tapi anak-anak yang lain gak ada yang turun. Karena jalannya masih 1km untuk ke air terjunnya hehe, jadi kami mutusin untuk foto foto di hutannya aja. Selain disini ada hutan-hutan, disini juga ada wahana-wahana gitu. Ada Apache Camp dan taman bunga. Untuk biaya tiket masuknya masing-masing sekitar 5rb.

Sekitar jam 15.00, kami memutuskan untuk pulang dan makan siang. Udah puas sama foto-foto yang didapatkan, perut pun minta untuk diisi wkwk. Nah makan siangnya, kita di Kedai Assalamualaikum (depan kampus UMM). Review singkat aja sih, disini makanannya enak harganya bersahabat, favorit aku ayam krispynya sih. Parah itu ayamnya gede dan enak banget. Minumannya juga murah, soda gembira cuma 7rb hehehe.

Hunting pertama ini bener-bener seru. Apalagi rame banget sama anak-anak dari BLIDZ FISIP UB. Oiya, fyi aja BLIDZ FISIP UB adalah LSO fotografi yang ada di FISIP Universitas Brawijaya, acara-acara mereka seru banget, PARAH! wkwkw. Mantab banget hari ini, dari kehujanan sampe seru-seruan bareng anak-anak BLIDZ. Sampai jumpa di post aku selanjutnya ya. Bagi kalian yang gak mau ketinggalan postingan terbaru aku, jangan lupa follow Blog, Instagram, Twitter, dan Snapchat di @bangbima97. See ya!

[Travelling] Lombok Islands (Part 3)

Day 5 

Hari ke 5 di Lombok, tempat selanjutnya yang akan kami kunjungi adalah Gili Kondo. Di Gili Kondo kami berencana untuk camping di sana. Pasti bakalan seru nih hehe..

Berangkat jam 8 pagi dari rumahnya Danang (Lombok Timur) perjalannanya gak terlalu jauh sekitar 30 menit saja. Sesampai di Pelabuhan untuk menyebrang menggunakan perahu, untuk penyewaan perahu disini harganya sekitar 400rb perhari. Nah, tujuan pertama kita sehabis dari pelabuhan kami menuju spot pertama untuk snorkling. Untuk persewaan kacamata renang adalah seharga 25rb sepuasnya dan pelampung 10rb juga sepuasnya. Tapi, perahu yang kami tumpangi tidak membawa pelampung jadi kami snorkling tanpa menggunakan pelampung. Sesampai di spot snorkling pertama, kami bersiap siap hehe. Danang dan Nugi langsung nyebur tanpa basa-basi. Sisanya tinggal aku sama Javi, dia gak jadi nyebur gara gara takut lihat ikan wkwkw, ngakak aku. Nah, aku pas pertama sih, gak berani. Mikir banget, aku gak bisa berenang, gak ada pelampung dan gak ada kaki kodok. OKE! Gakpapa. Modal NEKAD! Akhirnya aku nyebur sambil ketakutan gitu wkwk. Cuma nyelem deket sama kapal. Pegangan ke kapal wkwk. Dan pemandangan bawah lautnya, LUAR BIASA! Bagus banget, ikannya banyak dan terumbu karangnya juga beragam. Terbaik pokoknya.

Udah agak lama nih snorklingnya, akhirnya aku beraniin buat gak pegangan dan berenang menjauh dari kapal. Sambil berenang, sambil ngrekam pake gopro ternyata udah jauh dari kapal nih. Terus, aku mau ambil nafas otomatis naik ke atas kan bandannya nah disini aku panik, aku gak bisa dayung pake tangan karena megang tongsis kamera wkwk. Sebenernya pengen aku lepas itu tongsisnya, tapi kameranya punya orang wkwk. Terus, aku teriak ke atas manggil temenku yang di kapal. Teriak minta tolong sambil melambai lambaikan tongsis. Alhamdulillah ada yang denger dan lihat yaitu, Danang. Dia narik aku ke daerah yang ada karangnya dan bisa diinjak. Tapi, tanpa sadar aku malah nginjek bulu babi yang ada disana. Setelah aku bisa berdiri di karang yang datar, perahunya mulai mendekat dan Nugi melemparkan pelampung darurat. Akhirnya, SELAMAT! Tapi, kakiku rasanya sakit banget gak bisa jalan dan yang pastinya shock banget. Dan bulu babi yang ada di kakiku, maunya di cabut tapi setelah dicabut bulu tsb langsung patah. Tiba tiba, Danang ambil palu dan memukul mukul bulu tersebut sampai hancur. Aahh!! Nah, disini aku beneran shock, panic, dan takut banget! Dan kami pun memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke spot kedua snorkling.

Sampai di spot kedua snorking, kami memutuskan untuk tidak snorkling karena sudah panas dan juga sudah lelah. Beristirahat sebentar sambil foto foto. Dan aku menahan sakit wkwk. Melanjutkan perjalanan kami ke spot ketiga yaitu Gili Kondo. Sesampai di Gili Kondo kami langsung bersiap siap mendirikan tenda dan makan siang. Jangan takut guys, disini sudah ada yang jualan jadi kalo kalian kelaperan atau pingin ngopi disini juga sudah ada dan kalo mau menyewa kacamata renang dan pelampung disini juga tersedia. Harganya sama seperti yang diawal. Setelah tenda berdiri dan perlengkapaan siap semua. Kami akhirnya makan siang. Makan siang kali ini kami dibawakan makanan oleh ibunya Danang (makasih ibunya danang 😉 ) Selain makan siang kami juga mendirikan api unggun kecil kecilan. Karena tadi sudah puas snorkling jadi kami memutuskan untuk snorkling besok pagi. Hari ini kami lanjutkan dengan istirahat.

Malem pun tiba, api unggun yang kami buat pun padam. Sebelum kami tidur kami sempatkan untuk bermain kartu hehe. Suasana malem itu, ramai banget karena tidak hanya kami yang camping di Gili Kondo, mungkin ada 4 kelompok lebih selain kami. Badluck banget nih, malam itu di Gili Kondo tidak ada angin sama sekali jadi panas dan banyak nyamuk. Padahal saat biasanya, anginnya kencang dan tidak ada nyamuk, kata ibu ibu yang diwarung. Kami pun kesusahan untuk tidur. Kalo pake jaket panas, tapi kalo gak pake jaket banyak nyamuk. Serba salah pokoknya.

Day 6

Pagi pun datang, kami sebenarnya menunggu sunrise karena disini sunrisenya termasuk bagus. Eh, sayangnya bad luck lagi karena cuacanya mendung :(( It’s Time to Snorkling!! Alhamdulillah, pagi disini hawanya lumayan dingin, seger bau bau laut hehe. Seperti biasa, Danang dan Nugi langsung snorkeling. Aku udah parno duluan, pengen tapi takut banget walaupun ada persewaan pelampung. Tetep aja. Sempet dipaksa sama nugi buat nyebur masih aja aku nolak. Kata dia “Bagus banget bim, kamu harus nyebur. Kecewa kamu sampe sini kalo gak nyebur bim” 

Akhirnya aku berani in, buat minjem pelampung dan nyebur. Beneran aku parno banget sumpah, sampe di bantuin sama nugi dan danang buat ke tengah. Dan bener view nya Bagus banget, karang nya warna warni ikannya banyak banget. Dan disini juga harus hati hati banyak bulu babi juga, gila aja nginjek bulu babi dua kali! Setelah puas bermain, sekitar jam 10 pagi, kami dijemput untuk pulang. Sampai di pelabuhan kamu di jemput mobil. Sampai di rumahnya Danang sekitar jam 12 siang. Langsung mandi, langsung istirahat. Sekaligus kami berbenah barang bawaan kami. Karena besoknya kami akan pulang. 

Day 7

Jam 7 pagi, kami langsung berangkat ke Terminal. Sehabis pamitan ke orang tuanya Danang, kami pun langsung berangkat. Perjalanan dari rumahnya Danang, sekitar 2 jam setengah. Lumayan jauh, jadi lumayan buat tidur heheh. Sampai di Terminal Mandalika sekitar jam 9an. Bis pun berangkat dari terminal sekitar jam 12. Sampe di pelabuhan lembar jam 1 siang. Kapal berangkat jam 2 siang. Alhamdulillah, nyampe di pelabuhan padang bai bali jam 7 malam. Makan malem jam 10 di wm prasmanan klontong jawa timur. Sampe di pelabuhan gilimanuk jam 1 malam. Nyampe di pelabuhan ketapang jam 2 WIB. Sampe di terminal Arjosari jam setengah 9. Tips aja, bagi kalian yang mau ke Lombok dan cari nyaman mendingan naik pesawat, bagi kalian yang kekurangan dana kaya kita wkwkw, bisa cobain pake bis. Tapi, pastikan badan kalian cukup kuat dan lagi gak sakit nih. 

Alhamdulillah, sampe di Malang dengan selamat. Capek pasti, seneng banget! Bener bener perjalanan yang luar biasa panjang. Makasih banyak banget Lombok! Best Vacation Ever! 

Thank you guys, sudah baca 3 Part perjalanan aku di Lombok. Maaf banget buat update part ke 3 ini agak lama. Karena masih liburan heheh. Makasih banget yang udah baca. Sampai jumpa di postingan selanjutnya. 

[Travelling] Lombok Islands (Part 2)

Day 3

Lanjut, dihari ke tiga ini kami berempat akan melanjutkan perjalanan kami. Nah, di hari ini, kami bertemu dengan teman teman dari Malang juga. Ada Desty, Indana, Yudina, dan Laura. Yeayy!! Tambah rame tambah seru.

Berangkat sekitar jam 8, kami berdelapan pergi ke tujuan pertama untuk hari ini. Yaitu Sembalun. Sembalun sendiri terletak di kaki gunung Rinjani. Perjalanan kesini membutuhkan waktu sekitar 1 setengah jam dari Lombok Timur. Tips, kalau mau kesini naik mobil pastikan mobilnya dalam keadaan sehat dan drivernya sudah handal. Karena jalan kesini itu berkelok kelok dan naik turun. Salah satu keunikan di Sembalun, hawanya masih dingin dan banyak monyet monyet liar. Sesampai disana, hawa dingin masih terasa padahal sudah jam 9an. Tiket masuk ke Sembalun sekitar Rp 2000 saja. Ternyata, Sembalun ini seperti Paralayang yang ada di Malang. Tetapi, ada perbedannya selain tiketnya lebih murah, disini termasuk masih sepi, dan banyak monyetnya. Karena disini tempatnya cuma bisa buat foto foto dan menikmati pemandangan saja. Kami hanya sebentar disini.

Lanjut ke tujuan berikutnya yaitu Air Terjun Sendang Gile. Tertletak di Desa Senaru Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara. Kami berangkat sekitar pukul setengah 10 dari Sembalun kami sampai di Air Terjun Sendang Gile sekitar jam 11. Tiket masuk kesana adalah Rp. 5000. Untuk menuju ke Air Terjun Sendang Gile kami harus tracking sekitar 20-25 menit. Termasuk sebentar karena jalannya menurun. Sesampai di sana, air terjunnya tidak terlalu tinggi, dan kebetulan saat kami kesana sedang ramai pengunjung. Disini diperbolehkan mandi karena tidak terlalu dalam. Jadi yang mau basah basahan sangat bisa wkwk. Sempat gerimis, kami berteduh di gazebo. Dan kalau ada yang lapar disini juga sudah banyak yang jualan. Setelah menuggu gerimisnya reda, kami mendekat ke air terjun untuk berfoto ria hehe. Setelah puas berfoto foto ria, kami memutuskan untuk makan siang. Nah, yang paling melelahkan adalah tracking, pulang dari air terjun karena jalannya naik. Pendek jarak trackingnya tapi naiknya itu lho wkwk.

Setelah lelah tracking, waktunya makan siang. Kami makan siang di Warung 99 Jawa Timur di Jalan Labuhan Lombok, Lombok Timur. Disini menunya lengkap banget dari lalapan, nasi goreng, sampai bakso. Dengan harga yang murah, tetapi dengan rasa yang cukup enak. Kecuali nasi gorengnya wkwk. Minumannya juga disini banyak banget pilihannya. Setelah perut kenyang, kami mengantarkan Desty, Indana, Yudina, dan Laura pulang ke rumahnya Yudina.

Day 4

Hari ini, kami melanjutkan perjalanan kami tanpa Desty, Indana, Yudina, dan Laura. Tujuan pertama di hari ke 4 ini adalah Desa Sade yang terletak di Jalan raya Sade, Rambitan. Berangkat dari rumah danang (Lombok Timur) sekitar jam 8 pagi kami sampai di Desa Sade sekitar jam 11 siang. Nah, di Desa sade sendiri kalian bisa melihat suku asli Lombok yaitu suku Sasak, melihat kesehariannya dan kehidupan penduduk suku Sasak. Di Desa Sade sendiri banyak hal hal menarik  yang kami temui. Seperti, disini wanita swajib bisa menenun dan yang boleh menenun adalah kaum hawa saja. Selanjutnya ini yang paling menarik menurutku yaitu, jika kalian biasanya kalau mau menikah, calon prianya harus meminta restu orangtua si calon istrinya. Nah, disini calon prianya harus menculik si calon istrinya, jika tidak maka pernikahan tersebut tidak akan di restui. Lalu ada pohon yang gak biasa, pohon ini biasanya dijadikan tempat pertemuan si calon pria dan istrinya tsb.  Selain itu kita juga bisa membeli kain kain asli hasil tenun para penduduk suku Sasak. Tidak hanya ada kain, ada ikat kepala, scarf, dll. Dengan harga yang bervariatif dari 50rb sampai 350rb. Dibandingkan dengan Taman Narmada, kain tenunan yang ada di Desa Sade lebih bervariatif dengan harga yang bervariatif juga.Oiya, kalau kalian kesini kalian diwajibkan masuk bersama semacam tour guide, yang tidak lain adalah penduduk asli Desa Sade.

Karena ini hari Jumat dan waktunya Jumatan, kami mencari masjid di sekitar Pantai Kuta. Setelah selesai Jumatan, kami melanjutkan perjalan ke tujuan kedua kami hari ini. Yaitu Bukit Merese di Pantai Tanjung Aan. Perjalanan dari Desa Sade ke Pantai Tanjung Aan, cukup dekat tidak sampai 1 jam. Di Pantai Tanjung Aan, tidak ada tiket masuk alias gratis. Untuk menuju ke Bukit Merese, perlu tracking sekitar 10 menit. Jalannya tidak berat hanya saja saat itu sehabis hujan jadi jalannya agak becek. Setelah sampai di puncak, Subhanallah pembandangannya bagus banget! Dari atas kita bisa lihat Pantai Tanjung Aan. LUAR BIASA. Bener bener tempat yang bagus buat foto wkwk. Kami paling lama menghabiskan waktu disini. Setelah cukup lama, dan gerimis kami memutuskan untuk pulang.

Sebelum pulang kami mampir makan siang di Rumah Makan Cahaya yang terletak di Jalan Gajah Mada No.35, Pagesangan, Mataram. Disini menu andalannya adalah Nasi Balap Puyung + ayam kampung. Menurut aku rasanya enak tetapi porsinya dikit. Dengan harga Rp. 16000 seharusnya bisa lebih banyak lagi. Buat minuman andalan disni ada Es Kelapa dengan harga Rp. 11000.

Hari ke 3 dan ke 4 sudah kami lalui. Dari reunian, capek tracking, sampe borong kain, kami sangat puas! Oke, part 2 sampe sini dulu. Eitss, belum selesai lhooo. Masih ada Part Final dimana bakalan tambah seru dan banyak banget yang mau aku ceritain wkwk. So, stay tuned guys. And tf you want to not miss my newest post, make sure to follow my blog and my other social media (Twitter, Instagram, Snapchat) on @bangbima97.

[Travelling] Lombok Islands (Part 1)

Halo 2017. Halo Januari. Postingan pertama di 2017

Sesuai janji ku di post sebelumnya, aku bakalan jalan jalan lagi nih hehe. Kali ini, di liburan semester 3. Alhamdulillah, aku berkesempatan pergi ke tempat yang cantik banget. Yap, LOMBOK! FYI, liburan ini udah direncanain selama 1 semester lebih wkwk. Dari tanggal 17 Januari sampe 23 Januari, kurang lebih seminggu disana. Jadi karena bakalan kepanjangan postingannya dan kalian capek baca, mendingan aku jadiin 3 part hehehe. Pastinya aku ke Lombok gak sendiri ada Danang, Nugi, dan Javi.

Day 1

Sehabis UAS semester 3, persiapan pun dimulai. Berangkat dari Malang sekitar jam 4 pagi menggunakan Travel ke Bandara Juanda, untuk harga tiket travelnya sendiri adalah 80rb. Sebenernya perjalanannya bakalan lebih cepet kalo pak supir nya gak berhenti henti. Jadi kita sampai di Bandara Juanda sekitar jam 8an. Mepet banget sama jam terbangnya. Jam 9, pesawat pun lepas landas, wushh…. FYI, aku sendiri belum pernah naik pesawat sebelumnya wkwk jadi agak deg degan plus excited. Perjalanan naik pesawat membutuhkan waktu 1 jam. Sampai di Bandara Lombok Praya, jam 11 WITA. Sampe disana alhamdulillah, di jemput oleh Keluarganya Danang hehe. Nah, Danang ini orang asli Lombok jadi kita punya tour guide pribadi.

Perut keroncongan, waktunya makan siang. Kami diajak sama bapaknya Danang makan di Bebek Goreng Pondok Galih. Dari bandara Lombok ke Bebek Goreng Pondok Galih lumayan jauh yaitu membutuhkan waktu sekitar 1 setengah jam. Di Bebek Goreng Pondok Galih, tempatnya nyaman banget buat makan sama keluarga karena makannya di gazebo. Menunya disini yang jadi andalan pastinya bebeknya, tapi gak hanya ada bebek aja, ada ayam, ikan, dll. Rasanya sendiri menurut aku enak tapi gak banget. Dan untuk harganya, makanan disini sekitar 15rb keatas, untuk minumanya harganya standar.

Lanjut, setelah perut terisi ternyata bapaknya Danang ada urusan di Pelabuhan Awang. Perjalanan kesana dari Bebek Goreng Pondok Galih  membutuhkan waktu yang cukup panjang sekitar 2 jam setengah. Di Pelabuhan Awang, ternyata ada Tempat Pelelangan Ikan Pelabuhan Awang. Disini ikan ikan akan di pilah pilih dari nelayan untuk diperjual belikan. Disini kita agak lama sambil nunggu bapaknya Danang. Setelah bapaknya Danang selesai kita akhirnya pergi kerumahnya Danang untuk beristirahat. Dari Pelabuhan Awang butuh waktu 3 jam perjalanan ke rumahnya Danang karena Pelabuhan Awang ada di Lombok Selatan dan rumahnya Danang ada di Lombok Timur. Sesampai kita di rumahnya danang kita langsung istirahat.

Day 2

Lanjut hari ke 2. Tujuan pertama kita adalah Taman Narmada. Berangkat dari rumah Danang jam 8 pagi. Butuh waktu sekitar 1 jam untuk ke Taman Narmada. Jadi Taman Narmada itu seperti kolamnya para dewa. Ceritanya, dulu dewa sering banget mandi disitu. Dan sekarang juga ada kolam renang biasa untuk para wisatawan karena kolam yang biasa dipakai dewa tidak boleh digunakan untuk umum. Oiya, untuk tiket masuknya cukup Rp 3.500 saja. Selain ada kolam pemandian, ada juga seperti pasar kecil kecilan menjual souvenir khas Lombok. Ada perhiasan dari mutiara, kain songket, baju, dll. Harganya pun variatif untuk perhiasan mutiara dari 10rb sampe ratusan ribu. Untuk kain songket harganya 100rb keatas. Jadi kalo kalian mau cari oleh oleh gelang, songket, atau cincin bisa disini.

Tujuan kedua kita adalah yang paling kita tunggu tunggu. Yaitu, Gili Trawangan. Salah satu pulau yang ada di Lombok dan benar benar bagus. Perjalanan dari Taman Narmada sekitar 2 jam-an. Sesampai di parkiran Pelabuhan Bangsal kami masih harus berjalan sekitar 10 menit. Tetapi, kami memutuskan untuk memakai becak. Uniknya becak di Lombok sama dengan Andong kalau di Jawa, jadi pake tenaga kuda. Untuk harganya 25rb saja. Sesampai di Pelabuhan Bangsal kami langsung memesan tiket speedboat untuk menyebrang ke Gili Trawangan. Tiketnya sendiri seharga 85rb per orang belum pp. Jadi kalo pp per orang 170rb. Kapal kami berangkat jam 14.15 WITA. Jika kalian tidak ingin menggunakan speedboat masih ada pilihan lain yaitu fastboat hanya 15rb per orang tetapi waktu yang ditempuh untuk mencapai ke gili trawangan membutuhkan waktu 45 menit sedangan speedboat membutuhkan waktu 15 menit saja. Jika tidak mau keduanya, masih ada pilihan lain yaitu menyewa speedboat pribadi harganya sekitar 400rb belum pp. Jadi kalo pp bisa sampe 800rb wkwk.

Sesampai di Gili Trawangan, kami pun langsung bermain air. Menikmati jernihnya air Gili Trawangan. Karena disini termasuk salah satu destinasi terkenal, disini sudah banyak tourist tourist dari berbagai negeri. Jika kamu gak ingin bermain air, disini juga ada cafe cafe yang menyediakan berbagai minuman dan makanan. Untuk harga? Tau sendiri lah ditempat wisata terkenal gimana (re: mahal) wkwkwk. Puas bermain air selama 2 jam. Kami memutuskan untuk mencari kamar mandi. Disini mencari kamar mandi lebih susah daripada mencari bir wkwk. Setelah bersih bersih, kapal kami pun datang sekitar pukul 5 sore. Sampai di pelabuhan Bangsal kami memutuskan untuk menikmati sunset di pantai Senggigi. Perjalanan ke pantai Senggigi tidak terlalu jauh cukup 30 menit. Sesampai di pantai Senggigi, kami tidak bermain air. Hanya sibuk mendokumentasikan indahnya sunset di Lombok. Setelah puas dengan foto foto, kami melanjutkan perjalanan pulang. Dan langsung tepar wkwk.

Baru hari pertama dan kedua, kami sudah dibuat kagum dengan apa yang ada di Lombok. Benar – benar bagus dan worth it. Oke, segini dulu buat Part 1. Masih ada lagi kelanjutanya kok, sabar wkwk. So stay tuned guys! If you want to not miss my newest post, make sure to follow my blog and my other social media (Twitter, Instagram, Snapchat) on @bangbima97. Part 2 is coming up pretty soon guys!

 

[Main] Jatim Park 1 dan Warung Wareg

Haloo, semuanya. Maaf banget baru bisa posting sekarang, tugas kuliah numpuk semua haha. Sebagai gantinya aku bakalan update jalan jalan kemarin ke Jatim Park 1. Enjoy

2 November 2016 – Disela – sela UTS dan tugas – tugas yang bikin pusing, akhirnya bisa refreshing haha. Kali ini aku berkesempatan buat mengunjungi salah satu amusement park atau taman bermain yang cukup iconic di Jawa Timur, terutama Malang. Apa kah itu? Yap, Jawa Timur Park 1.

Jawa Timur Park 1 terletak di Kota Batu, lebih tepatnya di Jl. Kartika No. 2, Sisir, Kec. Batu. Dari Malang butuh waktu sekitar 1 jam jika tidak macet. Berangkat jam 9 pagi aku, Nugi, Irfan, Dea, Sari, dan Ayu dan alhamdulillah jalanan tidak macet. Yang kami takutkan bukanlah macet tapi hujan. Karena pastinya gak seru kalo main di outdoor tapi hujan. Perjalanan kami ditemani dengan awan yang mendung dan rintik rintik kecil air hujan. Membuat kami khawatir, takut hujan deras. Apalagi Sari, yang tiap jam nge-cek perkiraan cuaca di hapenya wkwk.

Sampai di Jawa Timur Park 1, susananya cukup sepi karena bukan hari libur ataupun weekend. FYI, tiket masuknya sebesar 60rb/orang, harga tersebut hanya untuk masuk ke Jawa Timur Park 1 saja. Tapi jika ingin menambah 10rb lagi kalian bisa masuk juga ke Museum Tubuh. Setelah masuk, kami pun disambut Galeri Etnik Nusantara. Disini ada berbagai macam adat istiadat yang ada di Indonesia. Dan di awal pintu masuk ini, masih banyak lagi wahana wahan yang mendidik dan seru tentunya. Seperti ada Science Center, Baby zoo, Taman Sejarah, dan masih banyak lagi. Pastinya gak bakalan kita bahas satu satu karena bakalan panjang banget wkwk.

Langsung ke wahana yang paling kami tunggu yaitu, wahana permianan. Hampir mirip DUFAN di Jakarta, walaupun lebih sedikit wahananya. Tapi, tetep saja tidak kalah seru dan menantang adrenalin kita haha. Wahana yang kami coba pertama adalah Rumah Hantu. Disini, seru dan pastinya nakutin. Jujur, aku sendiri suka dengerin Sari dan Dea teriak teriak gak jelas wkwk. Apalagi Nugi yang ketakutan, diem aja wkwk.

Wahana kedua yang kami coba adalah, Boom boom car. Ini nih, gak pernah bosen sama yang satu ini. Pokoknya mainnya tabrak tabrak dan tabrak mobil lain wkwk. Wahana ketiga yang kami coba adalah Spinning Coaster, wahananya kaya roller coaster tapi dia selalu muter muter gitu wkwk. Wahanya keempat yang kami coba adalah Sky Swinger, jangan coba bagi kamu yang takut ketinggian. Beneran ini tinggi banget haha, aku sendiri agak serem karena aku takut ketinggian dan itu muter. Disebelah ku ada Ayu, yang keliatannya menikmati banget. Dan yang paling lucu, ketika semua berpasang pasangan Irfan duduk sendirian wkwkwk. Apalagi pas itu angin termasuk kenceng dan dia kaya terombang ambing gitu wkwk, dan dia juga selalu pasang muka datarnya. Btw, karena wahanya tinggi, kalian bisa lihat pemandangan yang bagus banget. Jadi semua wahan yang ada di Jawa Timur Park 1 keliatan.

Sebenernya hampir semua wahana yang ada di Jawa Timur Park 1 kami cobain, tapi kalo mau di review satu satu kayaknya postingan ini bakalan panjang banget. Oke, langsung ke wahana terakhir yang kami cobain dan yang paling menakutkan adalahh “PENDULUM” yap, di wahana ini kalian bakalan di puter 360 derajat ke atas muter terusssss… Sempat ketakutan wkwkw, karena Nugi, Ayu, Sari, dan Dea gak berani. Akhirnya aku dan Irfan naik nih berdua. Gilaaa!! Itu diputer puter puter lagi dan itu serem banget, parah wkwk. Sebenernya seru tapi ya agak ngeri wkwk. Sudah jam 13.00, kami udah cape dan laper. Selanjutnya makann…

Sebelum makan, kami sempet mampir ke Pasar hewan, sayur, dan buah. Disitu kami sempet lihat lihat kucing dan kelinci imut imut, dijual dari harga 300rb – 500rban. Perjalanan mencari makan pun berlanjut, dan akhirnya kami memilih Warung Wareg. Ternyata, tempat yang kami makan adalah cabang baru, jadi masih dibangun dan diperbaiki. Disini cocok banget makan sama keluarga soalnya tempatnya nyaman banget ada kaya gazebo gazebo gitu, terus banyak kolam ikannya. Soal harga, memang ini termasuk restoran keluarga ya bukan buat anak kuliahan wkwk. Sekitar 20rban – 60rban. Dan soal rasa, termasuk enak, porsinya banyak, dan sambelnya juga enak. Saat itu, kami memesan ayam bakar pedas, ayam goreng, dan nasi goreng. Minumannya juga banyak varinnya. Yang bikin agak kecewa, masaknya agak lama ya. Padahal tempatnya termasuk sepi.

Alhamdulillah, bisa melepaskan penat saat UTS. Makasih banget buat Ayu, Sari, Dea, Irfan, dan Nugi akhirnya kita jalan jalan ditengah tengah selesai UTS matkul CS wkwkw.

Jangan lupa Follow akun Instagram, Twitter, dan Snapchat aku di @bangbima97. Sampai jumpa di Bulan Januari!