[Travelling] Liburan Tahun Baru

Halo guys, apa kabar nih? Sehat sehat semua kan? Selamat datang ke post kedua tahun 2018 ini haha. Kali ini aku mau cerita tentang liburan tahun baru aku keliling beberapa kota. Liburan ini, aku gak hanya keliling Cilacap aja nih guys, aku keliling Magelang dan Jogja. Tentunya bersama keluargaku. Oke, post kali ini akan sedikit berbeda karena, dalam post ini aku akan bahas langsung 3 kota dan beberapa tempat yang aku tuju. OK! Let’s go!

Cilacap, 1 Januari 2018 

Awal liburan tahun baru aku, berawal dari kampung halaman tercinta yaitu Cilacap wkwk. Berangkat dari Malang tanggal 30 Desember 2017 malam, sampai di Cilacap 31 pagi. Karena aku sampe di Cilacap tanggal 31, aku masih bisa tahun baruan bareng temen-temen SMA aku. Nah, hari pertama di tahun 2018, aku habiskan untuk bermain bersama ponakan-ponakan ku di Pantai Teluk Penyu. Memang, Cilacap terkenal banget sama Nusakambangannya, nah ketika kalian mau kesana, kalian harus menyebrang menggunakan kapal dari Pantai Teluk Penyu. Tapi aku disini gak akan membahas tentang Nusakambangan ya wkwk. Aku akan membahas tentang Pantainya

Pantai Teluk Penyu merupakan salah satu pantai yang ada di cilacap, harga tiketnya pun tidak terlalu mahal, yaitu sekitar Rp. 20.000 – Rp. 30.000. Tergantung hari apa kalian mengunjungi Pantai Teluk Penyu. Pantai yang berpasir hitam ini, merupakan salah satu komoditi nelayan cilacap, karena disini juga ada pasar ikan. Selain itu, dalam satu kawasan Pantai Teluk Penyu juga terdapat Benteng Pendem yang merupakan benteng peninggalan Belanda.

Dan tidak hanya itu, di Pantai Teluk Penyu juga ada Pantai Pasir Putih, tapi kita harus menyebrang menggunakan fastboat. Nah, aku dan keluargaku akan mengunjungi pantai pasir putih tersebut. Berbiayakan Rp. 20.000 – Rp. 25.000 PP (harus pintar-pintar nawar) bersertakan jaket pelampung. Perjalanan pun dimulai, perjalanan dari Pantai Teluk Penyu ke Pantai Pasir Putih membutuhkan waktu 15 menit saja menggunakan fastboat. Sesampai di pintu masuk, kita masih harus membayar Rp. 3.000 untuk biaya pemeliharaan.

Sebenarnya kita sudah bisa menikmati pasir putih dan airnya yang tidak terlalu dangkal jadi aman untuk anak-anak. Tetapi, tujuan utamanya yaitu Pantai Pasir Putih, masih membutuhkan perjalanan 30 menit dari pintu masuk tersebut dengan cara berjalan kaki. Karena aku dan sekeluarga membawa banyak anak kecil jadi kami putuskan untuk bermain air di sekitaran pintu masuk saja. Ini beberapa foto saat kami sedang asik bermain air (Sorry, fotonya dikit karena yang moto juga sibuk main air wkwk).

Karena matahari semakin cerah dan semakin panas, kami memutuskan untuk pulang. Oiya, ketika kalian menyewa fastboat untuk berangkat, kalian tinggal mentelfon bapaknya untuk menjemput di pintu masuk Pantai Pasir Putih. Sesampai di pantai Teluk Penyu, kami langsung bersih-bersih dan pulang.

Magelang, 28 Januari 2018

Ke kota berikutnya! Sebenernya aku berangkat dari Cilacap menggunakan kereta Wijayakusuma, dan tujuan kereta tersebut adalah ke Jogja. Review dikit buat kereta Wijayakusuma. Kereta ini murah banget, karena hanya Rp. 50.000 (sekarang naik jadi Rp. 60.000) dari Cilacap menuju Jogja, dan kereta ini tersedia dalam 2 rute yaitu Cilacap-Jogja PP dan Cilacap-Solo PP. Untuk harga Cilacap-Solo PP yaitu Rp. 70.000. Kali ini aku berangkat dari Cilacap bersama ibuku. Perjalanan dari Cilacap ke Jogja membutuhkan waktu 3-4 jam.

Kami berangkat ke Magelang menggunakan mobil, yang membutuhkan waktu 2 jam 30 menit dari Jogja. Langsung berangkat ke tujuan kita yaitu Kyai Langgeng. Masih bersama ponakan-ponakan ku, tempat ini adalah pilihan mereka. Kyai Langgeng sendiri gak terlalu jauh dari kota. Sesampai disana, ternyata cukup ramai karena aku kesana saat weekend. Untuk tiketnya seharga Rp. 30.000 (3 tahun keatas). Dari tiket tersebut ternyata sudah termasuk 10 wahana gratis. Yaitu ada becak air, komidi layang, kereta air, mobil keliling, bianglala, becak mini, kereta mini, sepur mini, komidi putar, bioskop 6D. Namun, tetap saja ada wahana yang berbayar, dan harganya pun beragam. Wahana tersebut seperti ayunan langit, sepeda layang, flying fox, anjungan dirgantara, kolam renang, water ball, sepeda tandem, taman satwa dan terapi ikan (Rp. 5000), dragon coaster, animal riding, kuda mini, hand boat.

Aku dan ponakan-ponakanku menaiki hampir semua wahana yang gratis wkwk. Seperti kereta mini, mobil keliling, kereta air, komidi layang, bianglala, sepur mini, becak mini, komedi putar, dan bioskop 6D. Karena kebanyakan wahananya buat anak kecil, jadi aku cuma naik 3 wahana gratis wkwk. Tapi, beda dengan ponakan-ponakan ku yang naik wahana gratis aja. Aku naik sepeda layang yang berbayar wkwk. Untuk tiketnya sendiri seharga Rp. 15.000. Jujur rasanya naik sepeda layang ini, nakutin wkwk. Karena aku sendiri orang yang takut ketinggian, dan pas liat kebawah itu. Astagaaa, mau copot jantung wkwk.

This slideshow requires JavaScript.

Setelah puas dan capek bermain di Kyai Langgeng, akhirnya kami melanjutkan untuk pulang ke jogja.

Jogja, 1 Februari 2018 

Setelah puas seru-seruan di Magelang, sekarang saat seru-seruan di Jogja. Lebih tepatnya belajar sejarah sih hehe. Karena kali ini, aku dan masih bersama keluargaku wkwk akan wisata sejarah ke Candi Prambanan. FYI, dari aku kecil setiap lebaran pasti ke Jogja, tapi baru kali ini aku ke Candi Prambanan (re: miris wkwk). Karena aku berangkat dari Banguntapan, Bantul perjalanan ke Candi Prambanan membutuhkan waktu sekitar 30 – 40 menit dan tentunya masih bersama keluargaku 😉

DSC08214

Sempet-sempetin dulu foto wkwk

Sampai di Candi Prambanan, langsung foto-foto di depan dulu wkwkw. Untuk harga tiket masuknya sangat beragam, ada yang reguler dan paket mulai dari Rp. 20.000 sampai Rp. 75.000.

Setelah membeli tiket, kita akan berjalan sebentar sampai menuju ke Candi Prambanan. Setelah sampai dan melihat Candi Prambanan dari jauh, cuma ada 1 kata “Takjub”. Gede banget woi wkwkwk. Walaupun gak sebesar Candi Borobudur, tapi ini merupakan candi Hindu terbesar di Indonesia. Gede nan megah, apalagi dikeilingi taman-taman. Semakin mendekat ke stupa stupanya, dan masuk kedalam ternyata ada patung dewa dewa Hindu seperti Brahmana dan Roro Jonggrang. Dan foto-foto disini saat langit cerah bakalan bagus banget.

Setelah puas melihat kemegahan Candi Prambanan, kami melanjutkan perjalanan. Nah, ternyata keluar dari Candi Prambanan, kita disambut dengan lapangan hijau yang luas. Dan disitu ada permainan seru nih yaitu Segway. Untuk sewa segway harganya cukup murah yaitu Rp. 20.000 untuk 10 menit, Rp. 35.000 untuk 20 menit, dan Rp. 50.000 untuk 30 menit. Akhirnya ponakan-ponakan aku nyoba nih. Awalnya mereka kesusahan gitu, tapi gak lama kemdian mereka pun bisa, lancar malah. Dan mereka seneng banget wkwk. Disamping lapangan tersebut ada tempat duduk yang bisa digunakan untuk beristirahat. Selain itu juga ada mainan anak-anak kaya ayunan dkk. Dan ada juga rumah pohon yang bagus banget buat foto karena backgroundnya Candi Prambanan. Dibawah rumah pohon juga bisa untuk bersantai, dengan background yang sama.

Selain terdapat wahana segway, ternyata terdapat museum juga guys. Museum Prambanan, jadi disini terdapat banyak sekali sejarah-sejarah tentang bagaimana candi Prambanan ditemukan, diperbaiki, bahkan dibuat. Takjub sendiri melihat bagaimana candi ini dibuat, ngukurnya cuma pake tali tambang doang. Dan mahat batu cuma pake alat yang sederhana, tapi hasilnya detail banget. Dan juga terdapat sejarah, saat candi Prambanan sedikit runtuh karena gempa jogja pada tahun 2006 silam. Juga terdapat peninggalan-peninggalan lainnya.

Karena kita lumayan capek jalan, ternyata terdapat penyewaan sepeda single dan sepeda tandem. Untuk harganya, sepeda single dipatok dengan harga Rp. 10.000 dan sepeda tandem dihargai Rp. 20.000. Tapi karena kita bawa anak kecil yang belum bisa naik sepeda segede itu wkwk, kita akhirnya naik kereta taman dengan harga Rp. 10.000/orang. Kalo kalian gak mau naik kereta mini ataupun sepeda masih ada pilihan lain kok, yaitu mobil golf yang dipatok dengan harga Rp. 20.000/orang. Dengan rute yang sama yaitu mengelilingi 3 candi kecil yang ada di kompleks Candi Prambanan.

Namun sayangnya, saat kami menaiki kereta taman dan mengelilingi 3 candi tersebut, hujan besar datang. Bukan cuma gerimis, tapi hujan berserta angin dan petir. Saat kita sedang berhenti di Candi Sewu, aku lihat petir langsung menyambar ke candi sewu. Dan kereta taman yang kita naiki, memang ada atapnya tapi tidak ada jendela yang menutup samping kanan dan samping kiri. Padahal hujannya deres banget tambah angin yang kenceng pula, lengkap sudah 😦 Jadi gak bisa menikmati perjalanan keliling 3 candi ini.

Ternyata, tiket kereta taman tersebut bisa ditukar dengan air putih botol. Tapi saat hujan lebat, kayaknya kita gak butuh minum wkwkwk. Akhirnya karena hujan yang begitu lebat, cuma dapet beberapa foto yang bagus saat di candi Sewu, padahal itu candinya sama kerennya dengan Candi Prambanan.

DSC08368

Candi Sewu saat hujan

Akhirnya kereta pun sampai di titik akhir rute yaitu pintu keluar. Dan saat kita sampe di pintu keluar hujannya pun reda. Di pintu keluar kita akan disambut dengan banyak penjual oleh-oleh dari makanan, pakaian, sampe patung. Setelah hujan-hujanan dan puas berwisata sejarah di Candi Prambanan kami memutuskan pulang kerumah.

Malang, 2 Februari 2018 

Saatnya kembali ke realita dan menghadapi semester 6 wkwk. Halo Magang! Halo Skripsi! :((


YEAYYY!!! Seru banget liburan kali ini, seneng banget bisa jalan-jalan bareng keluarga lagi, karena udah jarang banget wkwk. Sampai disini dulu cerita aku, sampai jumpa di postingan selanjutnya! Bagi kamu yang gak mau ketinggalan saat ada post baru, kindly follow me on my social media and my blog (Instagram, Twitter, Snapchat) @bangbima97.

Advertisements

[Hunting] Eten En Drinken Cafe

Halo halo guys, akhirnya bisa menulis lagi di blog hehe. Oiya, Happy New Year 2018. Semoga harapan-harapan dan keinginan yang belum tercapai di tahun sebelumnya, dapat tercapai di tahun ini, Aminn. Kali ini, aku hunting foto lagi nih hehe. Tentunya masih sama Ayin, Radhin, dan ketambahan satu lagi yaitu Risma. Kalian bisa cek instagram mereka disini -> Radhin, Ayin, Risma (klik)

Mumpung kita semua lagi gabut dan matkul UAS tinggal dikit, jadi kita istirahat bentar hehe. Kali ini kita hunting di Eten En Drinken & Kitchen Cafe, dapat saran tempat dari Radhin, katanya tempatnya kaya di Bandung. Eten En Drinken & Kitchen Cafe sendiri terletak di jalan Merapi, Malang. 

Sampai di Eten En Drinken & Kitchen Cafe, yang pertama aku lihat adalah palang nama cafenya, kecil banget. Gak tau sengaja kaya gitu, atau mau dibenerin lagi. Kalau menurut aku jadi kurang keliatan oleh pengunjung. Masuk ketempatnya, terdapat 2 lantai. Di lantai pertama, ada semacam kitchen kecil gitu buat ngeracik minuman, dan ada meja buat makan. Naik kelantai 2, disini tempatnya lebih menarik dari pada lantai 1. Karena, dinding di lantai ini kebanyakan jendela jadi menambahkan unsur menarik ke tempat ini. Sayangnya, jendela disini kotor banget, jadi kalo buat foto sangat ganggu. Terus dengan backgroud dan hiasan pohon-pohon jadi berasa rindang gitu. Walaupun tempatnya agak kecil, hanya ada 7-8an meja. Dan karena lagi natal, jadi ada dekorasi pohon natal lengkap dengan hiasan-hiasannya. Di lantai 2 juga ada AC, hanya saja karena jendelanya kebanyakan dibuka, jadi ACnya gak kerasa.

Oke, selanjutnya ke makanannya. Radhin memesan kentang goreng dengan harga Rp. 20.000, Ayin memesan nasi goreng dengan harga Rp. 29.000, Risma memesan Chocolate Frappe seharga Rp. 25.000, dan aku memesan kopi espresso seharga Rp. 21.000 dan air putih Rp. 3.000. Untuk harga makanannya rata-rata 20rb keatas. Untuk rasanya aku nyobain nasi goreng dan kentangnya, rasanya enak tapi biasa aja. Gak ada pembedanya dari yg lain. Untung ukuran kentangnya lumayan gede.

Puas makan, ngobrol, dan foto makanannya wkwkw. Lanjut ke bagian foto orang yang makan. Dengan sigap ketiga model kali ini langsung berpose wkwkwk. Sayangnya, kami kesini sekitar jam 4an jadi sudah agak sore, cuacanya pun berawan, dan di Eten En Drinken & Kitchen Cafe banyak pohon, jadi sinar matahari jarang banget bisa masuk kedalem. Jadi kali ini, aku hanya mengandalkan cahaya di dalam cafe, dan pohon natal hehe. Btw, si Risma juga bantuin aku buat moto jadi kadang-kadang aku juga ikut difoto, lumayan buat nambah stock ava wkwkwk. Sebenernya kepikiran buat make tema foto gitu, tapi karena hunting kali ini bener-bener mendadak jadi gak sempet direalisasikan. Berikut foto-fotonya:

Memang yang mendadak bakal kelakon yo rek wkwk. Seneng banget bisa hunting lagi sama mereka hehe, pokoknya besok harus lagi yo rek. Kira kira hunting selanjutnya bakalan dimana dan kaya apa ya? Jadi, stay tune ya di blog, dan social media aku. Jangan lupa follow blog, Instagram, Snapchat, Twitter aku di @bangbima97. Sampai jumpa di post selanjutnya.

Pulang Tiba-Tiba dan Piknik di Baturaden

Oktober 2017 – Di sela-sela UTS, aku berpikiran untuk memberi kejutan untuk keluargaku. Gak besar-besar banget, cukup yang kecil tapi bisa dikenang selamanya 🙂 Nah, untungnya saat UTS ada beberapa hari yang cukup panjang dan bisa aku gunakan untuk pulang ke rumah. FYI, kampusku menerapkan waktu UTS yaitu 2 minggu, jadi ada masa-masa dimana beberapa hari kosong tanpa ujian. Pulang ke rumah kali ini agak beda nih. Bedanya adalah ketika mau pulang, biasanya aku ngomong dulu mau pulang kerumah, jadi orang rumah udah pada tau. Kali ini, aku sama sekali gak ngasih tau orang-orang rumah bahwa aku mau pulang. Dan itulah kejutannya hehehe. Aku pun memutuskan untuk pulang tanggal 20 Oktober. Persiapan pun dimulai.

Oke, untuk perjalanan pulang kali ini aku menggunakan bis (obviously wkwk) karena gak ada kendaraan umum lainnya yg langsung ke cilacap dan harganya murah. Tiket pun sudah ada ditangan. Sekali-kali pulang bawa oleh-oleh sabi kali ya? Aku pun memutuskan untuk membeli kue artis yang lagi hitz di Malang, yaitu kue Asix yang dimiliki oleh Anang Hermansyah dan keluarganya. Siip! Tiket sudah, oleh-oleh sudah, tinggal berangkat!

Tanpa aku sadari, ternyata keluarga ibuku yg dari Jogja mau kerumah juga. Dan hal ini membuat surprise ku jadi lebih wow lagi, karena akan ada banyak orang dirumah. Yeayy!! Perjalanan pun dimulai.

20 Oktober – Jam 6 malem, aku berangkat dari kosan menuju terminal. Sesampai di terminal aku langsung mencari bis dan mengamankan kursi wkwk. Karena kursi favorit aku itu dipojok kanan deket jendela hehe. Perjalanan 12 jam lebih pun dimulai.

21 Oktober – FLASH FORWARD!! Sekitar jam 8 pagi, akhirnya aku sampai di terminal Cilacap. Nah, terus aku dapet whatsapp nih dari ibu aku. Katanya bentar lagi mereka semua mau pergi jalan-jalan ke Baturaden. “Lah, terus aku piye iki?” dalam benakku. Akhirnya aku bergegas cari gojek, anehnya driver-driver gojek itu gak ada yang nelpon dll. Biasanya ketika sebelum di jemput, kita ditelpon dulu kan? Ini sama sekali gak ada. Aku pun udah panik duluan mau ditinggal pergi jalan-jalan dan dirumah gak ada siapa-siapa. Lalu, ada ojek yang menawarkan diri di tengah-tengah jalan. Ya udah nih aku ikut aja, langusung aku suruh ngebut wkwk! Sampai di depan gang rumah, aku suruh berhenti biar aku jalan sampe di depan rumah. Dan ternyaya eh.. ternyata. Ojek yang aku pake itu BUKAN gojek, tapi ojek konvensional yang harganya buset buset mahal! Kalo pake gojek dan gopay cuma 4rb sampe rumah, ini 20rb sendiri!! Sampe aku bilang ke drivernya, “Pak saya udah bayar pake gopay ya”. Dan bapaknya pun bingung. Trus, beliau ngomong “totalnya 20rb mas”. HAH!? Kaget banget aku. Ternyata dia bukan gojek -,- Untungnya aku masih ada uang 20rb, uang terakhir di dompet wkwkwk.

Jalan sedikit dari gang sampe depan rumah. Dan mengucapkan salam hangat “Assalamualaikum” WAHHH!! Serumah pun kaget liat kedatangan aku yang tiba-tiba, sampe ibuku nangis sambil memeluk aku hehe :)) Dan saat itu juga, mereka langsung mengajak aku pergi ke Baturaden, soalnya keluarga yg dari jogja kan mau jalan-jalan.

Perjalanan dari Cilacap menuju Baturaden sekitar 1jam 30menit. Sebelum ke Baturaden, kami mampir sebentar di rumah kakak aku, sekalian silahturahmi. Setelah mampir, perjalanan pun dilanjutkan.

Nah, bagi kalian yang mau ke Baturaden. Hati hati ya, karena jalannya terjal dan berkelok. Setelah sampai di Baturaden kalian akan disambut dengan pedagang kaki lima yang menjajahkan makanan sampai oleh-oleh khas Baturaden. Untuk tiket masuk, harganya Rp. 14.000/orang. Tapi, untuk wahana-wahana disana masih bayar lagi ya. Dan Baturaden buka pada jam 06.00-17.00.

Di dalam Baturaden juga ada beberapa wahana nih seperti, kolam renang dengan papan seluncur, sepeda air, air terjun, dan pemandian air panas belerang. Selain itu ada juga ada Teater Alam berupa sebuah pesawat jenis Foxer 28 milik Garuda Indonesia. Teater ini menayangkan film pendek yang berisi tentang alam yang ada di Indonesia. Untuk melihat film pendek di dalam pesawat tersebut membayar Rp. 10.000. Selain itu (kata tour guidenya) juga ada penampilan seni lokal khas Banyumas seperti kenthongan, calung, ebeng/kuda lumping, permainan musik tradisional, dll. Sayangnya aku gak sempet main-main, karena masih capek dan belum mandi dkk wkwk.

Karena aku gak berenang atau main-main disini, jadi aku cuma duduk menikmati pemandangan dan hawanya brrrr.. seger banget! Sambil menikmati sate ayam dan teh hangat. Nikmat dunia wkwk. Tak terasa, sudah waktunya kami pulang kembali ke cilacap. Karena sudah hampir jam 5, jadi kami kembali ke cilacap.

24 Oktober – Parah sih ini! Liburan terbentar, cuma 3 hari pulang. Tapi, lumayanlah buat mengobati kerinduan akan rumah dan orang-orangnya. Pada hari ini, aku kembali ke Malang. Tetap menggunakan bis, yang berangkat pukul 14.00 :)) FLASH FORWARD! Sampe Malang tanggal 25 Oktober, jam 5 pagi.

Rasanya campur aduk banget sih, pulang kali ini. Yo seneng, yo capek, yo ada panik wkwk. Tapi worth it banget sih, saat melihat senyuman ibu pas meluk aku hehe. Seneng banget bisa kasih surprise buat orang dirumah dan itu berhasil 100% apa lagi dengan kedatangan keluarga jogja, jadi tambah rame dan tak terlupakan. Sampai jumpa 31 Desember bu, pak!

Post ini dibuat karena authornya sedang kangen banget sama rumah, dan besok dia akan pulang wkwk. Bye semester 5! Bye Malang! See you next year :)) Jangan lupa follow blog, Instagram, Snapchat, Twitter aku di @bangbima97. Sampai jumpa di post selanjutnya 🙂

[Hunting] Djati Lounge

10 September 2017 – Halo guys, balik lagi sama aku. Kali ini, akhirnya aku bisa hunting foto-foto potrait!! YEAYY!! Sebenernya udah lama banget pengen hunting potrait, dan kali ini aku hunting bareng cewek-cewek cantik nih hehe. Ada Radhin dan Ayin, kalian bisa cek instagram mereka di @rahisnaissifa dan @ayinndewi. Lokasi hunting kali ini ada di Djati Lounge. Djati Lounge sendiri terletak di Cluster Greenwood, Jl. Greenwood Golf Mansion No. 49, Araya, Tirtomoyo, Pakis. Perjalanan dari kota malang senidri sekitar 15-20 menit.

Setelah sampai disana, terasa banget kalo ini restoran kelas atas yang pastinya mahasiswa kayak aku bakalan jarang banget kesini. Dan terbukti, jarang banget ada mahasiswa yang makan disini, kecuali sama keluarga mereka. Dari yang aku lihat pun, kebanyakan yang makan disini adalah orang-orang yang tingal di daerah Araya. Tapi kalo misalnya kalian mau dinner disini sabi banget lohh, tempatnya comfy, bagus, dan cukup romantis. Setelah masuk kedalam kami langsung disambut waiters yang menanyakan untuk berapa orang dan mau di luar atau didalam. Ruangan di dalam juga cukup luas dan nyaman, tapi yang jadi selling point dari restoran ini menurut aku adalah bagian luarnya. Kenapa? karena pemandangannya bagus banget. Pemandangannya langsung menuju ke lapangan golf yang hijau nan asri. Dibagian luar juga terdapat kolam renang dan beanbag yang menambah nyaman tempat ini.

Setelah puas menikmati keindahan tempat ini, perut pun rasanya gak karuan, bunyi mulu wkwk. Untuk harga dari makanan disini jangan kaget ya guys. Karena ini emang restoran kelas atas dan tempatnya juga sebagus ini, pasti harga makannanya selangit. Untuk harga makanannya sendiri sekitar 35rb-300rban. SUPER SEKALI KAN!? wkwkw. Untuk minumannya sekitar 15rb-100rban. Dan harga makanan kecilnya sekitar 20rban. Wkwkwk, Radhin mesen Lasagna yang harganya 75rb, sedangkan Ayin mesen pisang goreng seharga 25rb, nah kalo aku mesen esteh doang seharga 15rb wkwkw (maklum anak rantau). Untuk rasanya, menurutku enak, yan agak kecewa pisang gorengnya cuma dapet 4 buah doang wkwkw.

Puas makan (walaupun aku cuma minum doang wkwk), hunting pun dimulai!!! Karena kami ke Djati Lounge sekitar jam 3, golden hour pun menemani hunting kali ini. Cuacanya pun mendukung banget, cerah. Gak lupa, ayin mengeluarkan endorsnya wkwk, yaitu scarves. Dari hunting kali ini, belum ada tema tertentu sih, belum kepikiran sampe situ. Moga hunting berikutnya, bisa ada temanya. FLASH FORWARD!! Gak kerasa sambil jepret sini jepret sana, waktu sudah menjelang jam 7 malam. Akhirnya kami memutuskan untuk pulang. Hasil fotonya bisa dilihat dibawah ya 😉

Alhamdulillah, banget bisa hunting potrait! Apalagi sama model-model yang cantik wkwk. Insyallah, bulan depan bakalan hunting lagi, tapi gak tahu bakalan kemana dan kaya apa. Jadi, stay tune guys di blog, dan social media aku. Jangan lupa follow blog, Instagram, Snapchat, Twitter aku di @bangbima97. Sampai jumpa di post selanjutnya 🙂

[Travelling] Banyuwangi

Hai guys! Balik lagi sama aku yang jarang update di blog tapi sering banget update di Instagram wkwk. Udah 2 bulan nih aku gak nulis blog lagi, jadi rasanya blog ini gak keurus hehe. Selain itu, karena liburan kali ini adalah liburan Idul Fitri, jadi seperti biasa waktunya pulang kampung. Tapi, dalam postingan kali ini aku gak akan membahas liburan Idul Fitri aku (karena bakalan ada post yang berbeda, so stay tuned). Melainkan, aku akan membahas liburan seru aku bersama teman-temanku ke salah satu kabupaten yang ada di Jawa Timur. Dan kabupaten itu adalah Banyuwangi.

Selfie

On the way Banyuwangi

17 Agustus 2017 – Kebetulan banget nih, kami berangkat pada hari spesial yaitu Hari Kemerdekaan Republik Indonesia! YEAY!! Perkenalkan guys, #teambanyuwangidiary ada Karina, Diah, dan Yudhit. Awal perjalanan kami dimulai di kos-kosan Karina, jam 14.00 kami berkumpul sambil menunggu Grab. Jam 15.00, kami pun berangkat ke stasiun Malang. Sesampai disana, karena masih ada waktu beberapa menit kami sempatkan untuk Sholat Ashar, selesai sholat kami pun bersiap-siap untuk menaiki kereta, dan kereta Tawang Alun pun berangkat tepat pukul 16.05. FYI guys, perjalan menggunakan kereta dari Malang ke Banyuwangi dan sebaliknya menempuh waktu sekitar 6 jam 30 menit. Dan harga tiket keretanya sebesar Rp. 62.000, beruntungnya kita dapat diskon nih dar Traveloka jadi cuma Rp. 53.000. Saran nih guys, kalo mau jalan jalan sempatkan waktu buat survei harga-harga tiket dan diskon-diskon menarik di berbagai e-commerce di Indonesia, seperti Traveloka dan Tiket.com. 6 jam perjalanan memang sangat melelahkan dan membosankan, kegiatan kami cuma ngobrol, tidur, ngobrol dan tidur.

FLASH FORWARD!! Sampai di stasiun Karangasem, Banyuwangi sekitar pukul 23.30. Ngantuk pastinya, tapi kami belum bisa relax karena masih ada yang harus diurus. Yaitu kendaraan, ternyata ada beberapa drama nih guys, ketika kami sampai di stasiun lalu kami menelpon bapak sewa motor ternyata ada miss komunikasi, bapaknya ngira kalo kita dateng tanggal 18 pagi bukan 18 dini hari, jadi kita agak menunggu motornya datang. Beberapa saat kemudian, motornya pun datang. FYI, untuk penyewaan motor, 1 motor dihargai Rp. 75.000/hari, dan kami menggunakan 2 motor, jadi total Rp. 300.000. Untuk kalian yang mau ke Banyuwangi dan menyewa motor, aku ada beberapa kontak yaitu 081913914231 dan 081357749949. Kalian bisa memilih satu diantara dua kontak tersebut ya. Sama-sama by the way haha lol.

Setelah motornya sudah sampai, kami langsung berangkat ke guesthouse berbekal google maps. Kami menginap di Kampoeng Pakis Inn yang jaraknya tidak terlalu jauh dari stasiun Karangasem. Guesthouse ini terletak di Jalan Cendrawasih N0. 13, Pakis. FYI, harga perkamar dari Guesthouse ini adalah Rp. 116.000. dan kami memesan 2 kamar untuk 3 malam. Totalnya hitung sendiri ya wkwk. Beruntungnya lagi, kami mendapatkan diskon dari Traveloka sebesar 15%, jadi lebih murah! Untuk review hotelnya bakalan aku bahas terakhir hehe. Setelah sampai di Guesthouse langsung bertemu dengan pemilik guesthouse pakis inn. Kita langsung cek kamar dan meletakkan bawaan kami. Karena kita kelaperan tengah malam, akhirnya kami memutuskan unutk mencari makan. Tapi, karena udah tengah malam (waktu itu jam 00.30), kita pun gak tau jalan, dan kita juga takut dibegal, kita balik ke guesthouse dan istirahat. Tidur dengan perut keroncongan lol.

HARI PERTAMA (18 Agustus).

Bangun jam 7 pagi, kita semua masih capek dan mengumpulkan nyawa sekaligus persiapan mandi dan sarapan. Nah, sarapan kali ini yang ditunggu-tunggu, sarapan yang di sajikan oleh Guesthouse Pakis Inn merupakan salah satu kuliner khas dari Banyuwangi yaitu Nasi Cawuk.

Sarapan di Paskis Inn

Nasi Cawuk

Nah, nasi cawuk sendiri terdiri dari nasi putih, ikan, sambel, sayur-sayuran (yang menurut aku rasanya kaya urap), dan kuah-kuahnya. Aku sendiri gak ngerti gimana cara makannya, apakah kuahnya dicampur atau di makan langsung. Tapi menurut aku rasanya, enak. Ikannya lembut, sayurnya juga enak, pas ikannya nyatu sama urapnya itu enak banget. Tapi kuahnya gak aku makan wkwk.

Setelah sarapan, kita menuju destinasi wisata kita yang pertama yaitu, Taman Nasional Baluran. Taman ini terletak di Sumberwaru, Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Yang jaraknya cukup jauh dari guesthouse. Kami menempuh waktu perjalanan sekitar 1 jam 30 menit mengunakan motor. Bagi yang bingung arah jalannya, ternyata cukup dengan mengikuti arah ke penyeberangan Ketapang saja. Pukul 09.30 kami sampai di pintu masuk Taman Nasional Baluran. Untuk harga tiket kalian bisa lihat foto dibawah ini ya.

Baluran 1

Harga tiket masuk Taman Nasional Baluran

Bismillah, kami pun berangkat dengan penuh ekspektasi dan kegembiraan. Saat awal perjalanan kami masih santai-santai saja, sampai kami bertemu dengan mobil hitam plat W. Salah satu dari mereka keluar dan bertanya ke kami. Bapak itu pun bertanya “mas yang savana itu dimana ya? kok saya sudah jalan jauh tapi tidak ketemu? Saya takut tersesat mas hehe”. “Waduh, saya juga kurang tahu lho pak, saya juga baru pertama kali kesini” balasku. “Oalah, yasudah makasih ya mas” kata bapak itu sambil tersenyum. “Iya pak sama-sama” balasku. Ternyata benar saja yang ditanyakan oleh bapak tersebut, kami pun bertanya pertanyaan yang sama ke diri kami sendiri “kok gak sampe-sampe ya”. Lalu ada mbak-mbak lewat, sekalian tanya “mbak yang savana itu dimana ya?” celetuk ku. Mbaknya pun membalas “Oh, itu masih jauh dek. Lurus aja terus nanti ketemu dengan Savana Bekol”. Ternyata eh ternyata perjalanan yang ditempuh untuk sampai ke Savana tersebut memanglah sangat jauh. Yang aku maksud jauh adalah perjalanan 10km lebih dengan jalan yang berbatuan. (Saran bagi kalian yang mau kesini, motornya harus dipastikan dalam keadan sehat, kalian pun juga harus sehat, apalagi yang nyetir). Selain berbatuan jalanannya pun berdebu (karena sekarang lagi musim kemarau) jadi wajib banget pakai masker kalau naik motor.

Baluran 2

Perjalanan lebih dari 10km dengan jalan yang berbatuan.

Akhirnya! yang ditunggu tunggu. Sampai juga di Savana Bekol. Saat kita sampai kesana, alhamdulillah tidak terlalu ramai. Langsung mengeluarkan kamera dan siap bergaya haha.

AKHIRNYA SAMPAI!

Disini terdapat pohon yang udah terkenal banget jadi spot foto, gak tau nama pohonnya apa hehehe. Karena saat itu sedang musim kemarau jadi tanahnya pun sangat kering dan rumput pun jadi coklat. Get ready for some picture!

 

Saking asiknya foto foto, ternyata ada yang ingin bergantian foto sama pohon itu. Karena kami belum selesai dan masih ingin foto-foto, mereka agak marah dan meninggalkan tempat tersebut wkwk. Maju sedikit dari pohon tersebut ternyata ada semacam warung makan dan guesthouse, walaupun guesthouse tersebut kosong. Dan hati-hati, karena disini banyak sekali monyet nakal! Waspada terhadap monyet yang siap mengambil barang-barangmu haha. Gak jauh dari warung makan itu, terdapat rumput-rumput tinggi (gak tau namanya apa) dan tengkorak-tengkorak kepala kerbau. Lanjut foto-foto!

 

Setelah puas foto-foto di Savana Bekol, lanjut ke destinasi selanjutnya yang gak jauh dari situ yaitu Pantai Bama, jaraknya sekitar 3km dari Savana Bekol. Jalannya pun masih sama, berbatu dan berdebu. Sampai di Pantai Bama, langsung disambut oleh monyet-monyet. Sayangnya saat kami sampai, ternyata pantainya sedang surut. Yang menurut aku jadi mengurangi kecantikan dari pantai Bama. Dan parahnya lagi, kamar mandi disana sedang direnovasi dan tidak disediakan kamar mandi pengganti ataupun cadangan, itu yang paling mengecewakan sih!

 

Selain itu disana juga ada Dermaga, untuk menuju ke dermaga kita harus jalan gak terlalu jauh kok. Jalannya melewati hutan mangrove. Dan mangrovenya besar-besar akarnya sampe menjulang ke jembatannya. Kembali lagi, sangat disayangkan waktu itu airnya surut jadi kurang menarik, pasti kalo pasang bakalan lebih bagus lagi.

 

Setelah dari Pantai Bama, kita kembali ke Savana Bekol lagi untuk ke kamar kecil dan makan siang. Saat kembali dari pantai ternyata warung makannya penuh dengan wisatawan-wisatawan lainnya. Bingung kita mau makan dimana, karena kalo kita makan diluar pasti akan diganggu sama monyet-monyet. Dan benar saja, ada wisatawan perempuan nekat makan diluar dan langsung monyet itu mengejar wkwk, lucu tapi kasihan mbaknya lol. Agak lama nunggu, akhirnya ada meja kosong kami pun langsung duduk dan makan siang disitu. Sudah jam 14.30, kami tidak ingin keluar terlalu sore dari Baluran (karena pasti akan menyeramkan, dihutan tengah malam wkwk). Semangat! Melewati jalan yang sama. FLASH FORWARD!! Jam 15.40 kami sampai di loket pembelian karcis masuk, kami sempatkan untuk istirahat sejenak.

Lanjut ke Destinasi kedua, yaitu Pantai Bangsring. Tidak terlalu jauh dari Taman Nasional Baluran, butuh waktu sekitar 30 menit menggunakan motor. Untuk total biaya masuknya hanya dikenakan Rp. 2.000/orang. Nah, disini kalian gak akan nemuin pasir putih, sunrise yang ciamik, ataupun sunset. Melainkan daya tarik disini adalah Rumah Apung Bangsring, disini kalian bisa snorkling, jet ski, banana boat, sampai berenang bersama anak-anak hiu. Karena di Rumah Apung Bangsring terdapat penangkaran ikan hiu. Untuk harga-harga wahana watersport di Pantai Bangsring, kalian bisa lihat difoto ini ya.

1503062596255

Daftar harga wahana watersport di Pantai Bangsring

Sayangnya, lagi-lagi air di Pantai Bangsring sedang surut. Jadi, kami pun tidak bisa mencoba satupun wahana watersport yang ada disana, dan juga tidak ada kapal yang bisa menyebrang ke Rumah Apung. Sedih pwol!! Hampir menjelang maghrib kami pun kembali ke Guesthouse.

 

HARI KEDUA (19 Agustus).

Berangkat dari guesthouse sekitar pukul 09.30 karena kita masih kecapean nyetir. Apalagi aku dan yudhit. Sebelum ke destinasi ketiga, kami sarapan di Soto Ayam Surabaya P. Slamet. Review dikit aja ya hehe, rasanya standar seperti soto ayam kebanyakan, untuk harganya Rp. 10.000an. Yang bikin kesel adalah ayamnya alot banget, jadi susah untuk dimakan. Oke lanjut perjalan ke destinasi yang ketiga adalah Desa Wisata Osing, terletak di daerah Kemiren, Glagah. Jarak dari guesthouse ke Desa Osing sekitar 8 km dan kami pun menempuh waktu 15 menit saja. Jalan kesana ternyata naik seperti ke gunung dan hawanya pun dingin plus mendung. Sesampai disana, ternyata eh ternyata Desa Wisata Osing merupaka kolam renang umum. Jika kita ingin melihat langsung rumah adat asli Banyuwangi, ternyata langsung ke rumah-rumah warga di Desa Osing. Di tempat tersebut biasanya juga diadakan event mingguan setiap hari sabtu atau minggu. Karena kami salah informasi dan kebetulan cuaca sedang mendung. Kami memutuskan untuk ke destinasi ke empat yaitu Pantai Cemara

Pantai Cemara

Pintu masuk Pantai Cemara

Jarak dari Desa Wisata Osing ke Pantai Cemara sendiri tidak terlalu jauh, hanya membutuhkan waktu 15-20 menit saja. Harga tiket untuk masuk kesini sebesar Rp. 2000 dan untuk Parkir Rp. 2000. Awal masuk ke Pantai Cemara, langsung disambut oleh pohon-pohon cemara yang begitu rindang, sangat nyaman untuk piknik bersama keluarga lhoo. Selain itu juga ada persewaan tikar, harganya pun terjangkau sekitar Rp. 5000-Rp. 10.000. Pantainya sendiri bagus, bersih, ombaknya tenang. Kami sampai di Pantai Cemara sekitar pukul 13.00, matahari sedang panas-panasnya waktu itu tapi, angin pantai yang berhembus membuat kami betah berlama lama disini.

 

Tidak tunggu lama-lama, kami pun langsung mengeluarkan kamera. Ombaknya yang tenang membuat anak-anak pun berani mandi di pantai ini, yudhit sempat tanya ke salah satu anak-anak yang sedang mandi. “Sudah sering mandi disini?” tanya yudhit. “Sering mas hehe” jawabnya. Walaupun ombaknya tenang, tetap saja mandi di pantai itu berbahaya ya, apalagi tanpa diawasi oleh orang tua. Pohon cemara yang rindang dan berjejer membuat pantai ini mempunyai daya tarik tersendiri selain rindang, pohon-pohon cemara disini pun sangat photogenic. FYI, foto cover dari post ini difoto di Pantai Cemara. Sayangnya, pada tanggal 20 Agustus ternyata akan ada event festival layang-layang di Pantai Cemara dan pada tanggal itu pula kami pulang ke Malang. Sedih pwol!

 

Sebenernya disini ada penangkaran penyu gitu guys. Sayangnya lagi!! Ada tulisan dilarang memasuki zona konservasi penyu, kalo yang aku baca dari pamflet didalem itu isinya tempat untuk menetaskan telur penyu, tapi kita gak boleh masuk jadi percuma :(( Selanjutnya, setelah puas foto-foto dan bersantai di bawah rindangnya pohon cemara. Kami melanjutkan ke destinasi selanjutnya, sebelum itu kami sempatkan untuk sholat di Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi. Masjidnya bagus ditengah kota dan bersih

Masjid

Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi

Setelah sholat, kami langsung ke destinasi berikutnya yaitu Pendopo Saba Swagata Blambangan. Deket banget dari Masjid Agung Baiturrahman, tinggal jalan sedikit melewati taman Sritanjung. Disini kita bakal jalan-jalan sejarah Kota Banyuwangi. Selain itu, tempatnya photogenic banget, jadi dapet bonus haha. Untuk masuk kesini kalian gak perlu bayar alias gratis. Hanya perlu meminta izin dengan satpam disana. Disini juga merupakan rumah dinas dari Bupati Banyuwangi yaitu Abdullah Azwar Anas. Disini pula beliau mengadakan rapat dan event-event tertentu. Selain itu disini juga ada miniatur rumah adat asli Banyuwangi, karena yang asli dapat dilihat langsung di Desa Wisata Osing. Dan juga terdapat sumur yang mempunyai legenda, bahwa pada hari tertentu sumur itu akan mengeluarkan bau wangi. Maka dari itu kota ini dinamain Banyuwangi. Dan bagi kalian yang suka foto-foto, disini kalian bakal dapet spot-spot foto menarik. Ini dia contohnya

 

Puas jalan-jalan sejarah Kota Banyuwangi, saatnya makan. YEAYY! Karena kita bingung mau makan apa, akhirnya kita pergi ke Lapangan Blambabangan untuk mencoba streetfood di Banyuwangi. Kita pun beli bakso dan mencoba tahu walik. Pertama sempet penasaran dengan Tahu Walik, ternyata Tahu Walik adalah tahu yang dibalik isinya, dan di isi oleh aci (kaya cireng) lalu digoreng. Jadi rasanya crispy nan gurih. 1503159897366

Walaupun setelah makan bakso plus tahu walik plus pisang goreng. Kami rasanya masih ingin ngemil. Setelah beberapa menit searching di google, kami pun menemukan tempat menarik untuk ngemil, yaitu D’cinnamon Cafe. Review dikit, harga makanan disini termasuk murah banget. Range harganya antara Rp. 15.000-Rp. 20.000 rasanya pun enak. Dengan harga segitu, makanan dan tempatnya pun nyaman untuk hangout bersama teman-teman kalian. Oiya, cafe ini terletak di Jl. Letkol istiqlah no 82-84, Singonegaran, Kecamatan Banyuwangi, Pengantigan. Dan dapet hadiah hehe, hadiahnya adalah gratis puding untuk appetizer.

Churros, Frensch Fries, dan Hot Mint Green Tea di D’cinnamons Cafe

Sebelum kembali ke hotel, kami sempat mampir sebentar ke toko oleh-oleh Pia Gandrum, aku dan Karina beli Bagiak sejenis kue kering khas Banyuwangi, untuk harganya dari Rp. 15.000-Rp. 26.000. Lalu, kami langsung kembali ke guesthouse dan sudah disuguhkan makan malam yaitu nasi goreng dan telur ceplok.

HARI KETIGA (20 Agustus)

BYE! Banyuwangi

Persiapan pulang kembali ke Malang. Kita bangun sekitar jam 3 pagi karena hanya ada satu kereta menuju ke Malang yaitu kereta Tawang Alun dan kereta tersebut berangkat pukul 05.15. Alhamdulillahnya tetap dapat sarapan dari guesthouse (ibunya baik banget) yang bisa dimakan dikereta. Jam 4 pun kami checkout, dan berangkat ke Stasiun Karangasem. Nah, saat balikin motor terjadi drama lagi. Saat balikin motor di stasiun, nomer yang aku telpon ternyata beda sama nomer yang di whatsapp. Tetapi yang nomernya kami telpon mengangkat telponya dan bertemu dengan kami di stasiun. Kami sempat yakin bahwa ini orangnya, tapi setelah bapaknya mengecek ternyata motor yg kami pakai bukan motor milik beliau. Kami pun sempat bingung sebentar, lalu kami deskripsikan orang yang kemarin bertemu dengan kami saat mengambil motor. Alhamdulillah, bapak itu tahu orangnya dan langsung menelpon orang yang kami sewa motornya. Setelah menunggu beberapa saat, bapaknya datang dan benar saja itu orangnya. Sempat khawatir ketinggalan kereta wkwk. Anehnya harganya menjadi naik, kami ditagih Rp. 400.000. Rinciannya Rp. 75.000/motor/hari ditambah Rp. 50.000/motor (sampe sekarang kami pun gak tau 50rb itu untuk apa). Setelah drama motor selesai, kami masuk ke stasiun untuk sholat subuh, pukul 05.15 kereta pun datang. FLASH FORWARD!! Sampai di Malang sekitar pukul 12.30.

Oiya review Kampoeng Pakis Inn. Pertama, harganya murah. Kedua, kamarnya bersih, kasurnya empuk, kamar mandi juga bersih, walaupun aku dan yudhit sempat pindah kamar karena ada tamu yang check out. Ketiga, makanannya enak (serius kalian harus nyobain nasi cawuknya). Keempat, ibunya ramah banget dan sabar banget karena kita banyak maunya wkwk. Kelima, ada wifi untuk harga segitu itu udah jadi nilai plus banget, walaupun kadang-kadang sinyalnya hilang karena terhalang tembok. Keenam, lokasinya menurut aku agak strategis, kenapa agak? Karena deket sama kota, deket indomaret, deket pom bensin, deket atm, tapi masuk ke gang yang kecil banget (untung ada palangnya).

Alhamdulillah, perjalanan yang aku pikir gak bakal terlaksana akhirnya kelakon juga! Yang awalnya aku mikir bakalan gak jadi. Walaupun awalnya mau ber 6 tapi yang bisa cuma 4. Gak papa, aku sendiri udah seneng banget bisa jalan jalan sama kalian. Spesial thanks buat Diah, Karina, Yudhit, yang membuat perjalanan ini penuh dengan drama wkwk dan tentunya bisa kelakon. Semoga liburan semester depan bisa jalan-jalan lagi ya di, kar, dhit? Bagi kalian yang mau ke Banyuwangi, pastinya post ini bisa jadi referensi kalian. Saran aja, setiap mau pergi jauh pastikan sebelum itu kamu cari tahu tentang destinasi-destinasi yang ingin kamu kunjungi ya. Thank you guys! See you on my next post!

Bagi kalian yang gak mau ketinggalan postingan terbaru aku, jangan lupa follow Blog, Instagram, Twitter, dan Snapchat aku di @bangbima97.

[Travelling] Pantai Batu Bengkung

Haloo rek! Setelah kemarin jalan jalan dari Lombok, kangen banget rasanya bisa lihat laut lagi (walaupun masih trauma dikit wkwk). Karena di Malang pantainya jauh-jauh jadi jarang banget bisa jalan-jalan ke pantai. Nah, mumpung hari libur SBMPTN. Akhirnya aku bisa jalan-jalan ke pantai, dan pantai yang kita kunjungi adalah Pantai Batu Bengkung!

DSC00616-215 Mei 2017 – Perjalanan kali ini aku ditemenin sama kawan-kawan aku dari The Ballas. Gak semuanya ikut sih, cuma ber 6. Ada Dean, Dimas, Tara, Faris, Fatimah, dan aku. Janjian jam 7 kumpul di galeri atm UB yang di veteran, yah seperti biasa ngaretnya jauh banget wkwk. Jam 09.30, akhirnya kumpul semua dan siap-siap berangkat! Seperti biasa perjalanan kali ini kami menggunakan motor.

Pantai batu bengkung terletak di daerah Malang Selatan, tepatnya di Gajahrejo, Gedangan, Malang. Bagi kalian yang bingung sama jalannya, kalian bisa ngikutin jalan ke pantai-pantai biasanya seperti Goa Cina, karena satu jalan. Saran dari aku, jangan pake Google Maps wkwk. Kenapa? Karena kami sendiri mencoba make Google Maps untuk kesana, dan hasilnya kami diarahkan jalan berbatu, rusak, dan kecil. Seperti jalan ke pedesaan terpencil.

Setelah perjalan 2 jam-an. Akhirnya kami sampai di jalan yang sudah beraspal, halus, dan lebar! Rasanya seneng banget lihat jalan sebagus dan sesepi ini wkwk. Tidak tunggu lama langsung tancap gas!!

Sekitar jam 12.30 akhirnya kami pun sampai. Sebelum masuk ke pintu masuk pantai batu bengkung, kalian juga sudah bisa melihat disekeliling kanan kiri sudah disambut oleh pantai. Untuk biaya masuk ke Pantai Batu Bengkung adalah 15rb/orang.

AKHIRNYA!! Lihat yang biru-biru lagi setelah kangen Lombok. Tanpa tunggu lama waktunya main air dan foto-foto. Menurut aku, ini salah satu paling pantai yang paling cantik yang ada di Malang. Masih bersih, walaupun sudah banyak yg jualan dan banyak pengunjung. Nah, bagi yang mau mandi atau main air harus hati hati karena ombaknya lagi kenceng-kencengnya dan banyak karang yang licin plus tajam. Jadi harus hati-hati.

Fasilitas disini menurut aku termasuk sudah memadai, ada kamar mandi, warung, gazebo, bahkan ada persewaan tenda bagi kalian yang mau nge-camp. Sebenernya kami sendiri juga pengen camping, setidaknya melihat sunset (karena kata temenku, disini sunsetnya bagus).

Karena sinar matahari lagi terik teriknya, bermain air dan foto-foto selesai. Waktunya istirahat sambil meminum air kelapa. Bener-bener ya seger banget, apalagi jam 14.00 mataharinya masih bersinar cerah. FYI, kelapa 1 buah utuh disini cuma 10rb. Kalau dipantai lain bisa sampe 15rb.

DSC00845

Istirahat plus Es Kelapa

Nah, setelah istirahat dan minum es kelapa. Akhirnya kami segar kembali wkwk. Di Pantai Batu bengkung juga ada bukit yang bisa kita panjat. Bagi yang mau memanjat bukit ini aku saranin menggunakan sepatu atau sendal gunung, karena jalannya licin dan bebatuan.

Memanjatnya pun harus hati-hati, ada batuan berupa tali yang menurutku cukup kuat. Tapi kembali lagi tetap harus hati-hati. Setelah sampai di puncak bukitnya, takjub banget lihat pemandangan sebagus ini. Pemandangannya hampir sama kaya di Bukit Merese, Lombok. Bagus banget, subhanallah! Aku gak bisa ngomong banyak, biar foto yang ngomong hehe.

Subhanallah, salah satu pantai terphotogenic juga sih menurutku wkwk. Setelah merasa cukup banyak stock foto haha lol. Kami turun dari bukit, dan persiapan untuk perjalanan pulang. Untungnya kami tidak melewati jalan bebatuan lagi wkwk, kami akhirnya mengikuti jalan besar. Sampai di Malang sekitar jam 20.00, karena kami mampir makan malam dulu hehe.

Gimana? Jadi pengen ke Batu Bengkung gak? Aku aja pengen lagi haha. Ada yang belum kesampaian satu, yaitu lihat sunsetnya. Semoga masih diberi kesempatan buat kesini lagi, Amin. Sampai jumpa di post aku selanjutnya ya. Bagi kalian yang gak mau ketinggalan postingan terbaru aku, jangan lupa follow Blog, Instagram, Twitter, dan Snapchat di @bangbima97. See ya!

[Travelling] Candi Sumberawan

Halo semuanya!! Kangen banget rasanya nulis di blog lagi hehe. Oke, kali ini aku jalan-jalan ke suatu destinasi wisata yang baru pertama kali aku dengar. Namanya, Candi Sumberawan. Penasaran seperti apa Candi Sumberawan?

DSC00609

Pintu Masuk Candi Sumberawan

13 Mei 2017 – Setelah persiapan selesai, kami pun berangkat dari KPRI UB sekitar jam 10.30. Aku, Arif, dan Nadia berangkat menggunakan sepeda motor. Setelah 45 menit perjalanan (karena macet) akhirnya kami sampai di Candi Sumberawan.

Candi Sumberawan sendiri terletak di Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Malang. Perlu sekitar 30-45 menit perjalanan dari Kota Malang. Candi Sumberawan ini sebenarnya destinasi wisata yang sudah cukup lama ada. Tetapi, kurang terawat dan kurang dapat perhatian dari pemerintah. Jadi, situs ini belum banyak yang tahu apalagi turis-turis mancanegara.

Nah, karena hal tersebut mahasiswa Public Relations, Ilmu Komunikasi, Universitas Brawijaya melakukan re-launching terhadap situs tersebut. Mereka dibagi menjadi satu tim yang terdiri dari berbagai divisi dan berjumlah 25 orang. Dan nama dari tim mereka adalah “25 Project”. Dengan persiapan yang cukup lama dan matang, tanggal 13 Maret kemarin pun, telah dilaksanakan re-launching Candi Sumberawan.

Selain melakukan re-launching, 25 Project juga membuat Candi Sumberawan semakin menarik untuk dikunjungi. Terdapat wahana-wahana baru yang pastinya seru banget! Ada taman bunga, taman lampion, taman hammock, dan hutan batik. Wahh seru banget! Sesampai disana kami langsung bermain di Taman Hammock dan rasanya seru banget. Selain udaranya sejuk karena dikelilingi oleh pohon pinus, rasanya adem banget haha. Bakalan betah banget piknik disini haha. Selain itu juga ada Photo Booth yang lucu banget wkwk, photogenic banget pokoknya.

Keren dan seru banget kan? Pastinya dong haha! Setelah puas bermain di Taman Hammock dan foto-foto di photobooth. Kami penasaran nih sama Candi Sumberawannya seperti apa. Dan setelah melihat, ternyata Candi Sumberawan merupakan stupa. Selain stupa tersebut terdapat 2 Sumber Mata Air yang dikeramatkan oleh warga setempat. Dan airnya sejuk banget, seger banget. Katanya kalau cuci muka disitu bisa awet muda lhooo…

Gimana seru banget kan jalan-jalan di Candi Sumberawan. Banyak wahana baru sekalius wisata sejarah juga. Jadi, tunggu apalagi langsung aja ke Candi Sumberawan. Terimakasih juga kepada tim 25 Project yang telah membuat Candi Sumberawan sebagus yang sekarang. Good Job, guys!! Sukses kalian semuanya!!

Sampai jumpa di post aku selanjutnya ya. Bagi kalian yang gak mau ketinggalan postingan terbaru aku, jangan lupa follow Blog, Instagram, Twitter, dan Snapchat di @bangbima97. See ya!