[Movie] Menyeramkan, Tanpa Jump Scare

Halo guys, selamat datang di Blog aku. Kali ini, aku akan mereview sebuah film horor terbaru yang lagi marak di perbincangkan di sosial media. Apa itu?? Yap, bener sekali. Yaitu, Hereditary. Sebuah masterpiece dari rumah produksi, A24 dan sutradara, Ari Aster. Kenapa sih di sosial media banyak yang memperbincangkan film ini? Let’s find out!

Oke, berbicara tentang film horor, kita gak bisa lepas dari rumah produksi A24. Banyak banget film-film horor yang sudah diproduksi dan sangat berkualitas. Seperti The Witch, The Killing of a Sacred Deer, dll. Dan Hereditary, menjadi film terbaru dari rumah produksi ini. Di scene awal kita akan diberikan sebuah narasi. Dimana narasi tersebut sudah membuat aku penasaran.

Bercerita tentang sebuah keluarga yang baru saja ditinggalkan oleh seorang nenek. Dan menemukan banyak keganjilan setelah nenek itu meninggal. Charlie dan Peter merasa sangat terpukul setelah kehilangan nenek mereka, terutama Charlie. Hidup bersama kedua orang tau mereke, Annie dan Steve. Mereka terus terbayang-bayang oleh nenek mereka, dan menemukan beberapa rahasia yang disimpan oleh neneknya.

Awal aku nonton film ini yang aku rasain adalah, bingung. Ini film tentang apa ya sebenernya? Dan semakin penasaran sama ending film ini. Setelah beberapa menit, akhirnya aku mulai menyadari ini film tentang apa. Ternyata, film ini mengajak kita untuk berfikir dan memperhatikan setiap adegan dengan seksama. Banyak banget adegan adegan yang membuat aku kaget dan tentunya menyeramkan.

Nah, jika kebanyakan film horor mempunyai jump scare. Di film ini tidak ada. Walaupun tidak ada, film ini tetap mempunyai unsur mengagetkan dan tentunya semakin seru. Kalau kalian tanya, jika gak ada jump scare, apa yang membuat film ini begitu menakutkan? Jawabannya adalah scene-scene disturbing yang susah untuk dilihat dan suara-suara aneh. Seperti suara yang sering disebutkan oleh Charlie. Suara itu bener bener buat kita panik. Tiba – tiba suara itu muncul entah dari mana. Dan tangisan dari ibunya Charlie, yaitu Annie. Bener bener genuine cry banget, she deserved an Oscar wkwk.

Nah, bagi kalian yang gak biasa dan gak bisa nonton adegan-adegan disturbing. Harus banget siap mental. Karena di film ini cukup banyak adegan-adegan tersebut. Untuk alur ceritanya sebenernya biasa aja, tapi bener bener penuh dengan kehorror-an. Film ini bener bener melatih keadaan psikis kita, dimana kita akan ditakut-takuti oleh adegan yang mengerikan, suara yang entah muncul dari mana, penampakan yang tidak mengagetkan namun tetap menyeramkan, dan masih banyak lagi. Film ini juga mempunyai plot twist yang cukup mengagetkan. Dengan kehadiran Joan, teman dari neneknya Charlie. Cerita mulai semakin menegangkan dan semakin menunjukkan inti dari film ini.

Final thought about this movie is absolutely amazing! Bener-bener horor dengan twist yang begitu baru, sehingga cukup membedakan diri dari kebanyakan horor yang sudah ada. Oiya, dan aku berharap banget kalau si Peter akan bunuh diri, karena merasa bersalah wkwk, tapi sayangnya itu tidak terjadi, but it’s okay. Still a great movie to watch.

Final Score: 8,9/10

Sekian review film Hereditary dari aku. Kalau kalian gak mau ketinggalan udate-an ku, jangan lupa follow blog ini dan sosial media aku, @bangbima97 (InstagramSnapchat, dan Twitter). Sampai jumpa di post selanjutnya.

Advertisements

[Movie] Bernostalgia Bersama Keluarga Incredibles

Halo guys. Selamat datang di konten terbaru di blog aku hehe. Yaitu, movie review. Tbh, udah lama banget kepikiran buat konten kaya gini. Karena aku hobi banget nonton film dan suka banget diskusi tentang film, jadi sepertinya cocok nih buat konten baru blog aku hehe.

Oke, film pertama yang aku review kali ini adalah The Incredibles 2. Salah satu film yang paling lama aku tunggu untuk dibuat sequelnya. Bayangin aja, nunggu 14 tahun buat nonton sequel dari keluarga superhero ini. Nah, bagi kalian yang mau nonton film ini, aku saranin nonton film yang pertama dulu. Kenapa? Karena The Incredibles 2 bercerita langsung setelah event di The Incredibles yang pertama.

Melihat mereka kembali bertarung, selama 14 tahun. Itu rasanya nostalgia banget, guys. Perasaan yang sama pas aku nonton Finding Dory. Di scene awal, kita sudah akan langsung disajikan dengan perkelahian sengit antara The Incredibles dan Frozone melawan The Underminer.

Dengan beberapa karakter baru, The Incredibles 2 menjadi lebih fresh dan lebih seru. Tentunya dengan villain yang tangguh dan cerdik pula, yaitu Screenslaver. Jika di The Incredibles pertama, lebih fokus pada Bob Parr (Mr. Incredible) yang menjalankan sebuah misi. Pada The Incredibles 2, Helen Parr (Elastigirl) menjadi peran utama pada film ini. Namun, tenang saja. Bagi kalian yang ingin melihat Mr. Incredible, Frozone, Dash, Violet, Jack jack beraksi. Tentu pastinya ada dong. Di The Incredibles 2 juga, menghadirkan sisi ke-bapak-an Mr. Incredible, dimana dia harus menjadi bapak rumah tangga sedangkan istrinya menjalani misi superhero. Selain itu, pada film ini kita akan mengeksplore kekuatan-kekuatan yang dimiliki oleh Jack jack, si bayi superhero.

Dan masuk ke Scene favorit aku yaitu, saat Edna Mode memperlihatkan baju super milik Jack jack kepada Bob Parr (Mr. Incredible). Bener-bener berasa nostalgia banget guys! Persis seperti saat Edna memperlihatkan baju super kepada Helen Parr (Elastigirl). Dan tentunya gadget-gadget baru super keren, dan belum pernah kita lihat sebelumnya.

Oke cukup hal-hal bagusnya, sekarang masuk ke hal-hal kurang bagusnya wkwk. Memang bener-bener memberikan kesan nostalgia, lucu, dan keren. Tapi dengan plot yang menurutku mudah ditebak, jadi mengurangi keseruan film ini. Aku sendiri, udah bisa nebak siapa si penjahatnya di pertengahan film, dan tebakan aku benar. Tetapi, ya karena ini film untuk semua umur. Aku pikir plot yang terlalu rumit belum bisa dipahami oleh semua umur, apalagi anak kecil.

Film ini memang worth to wait banget guys, apalagi yang penggemar film-film superhero kaya aku wkwkwk. Nostalgia, Lucu, dan Keren, 3 hal yang aku rasain saat nonton film ini.

Final Score: 7,8/10

Sekian review film The Incredibles 2 dari aku. Kalau kalian gak mau ketinggalan udate-an ku, jangan lupa follow blog ini dan sosial media aku, @bangbima97 (InstagramSnapchat, dan Twitter). Sampai jumpa di post selanjutnya.

[Travelling] Ranu Kumbolo

Halo guys!! Apa kabar? Masih edisi bulan puasa nih haha. Kali ini, aku akan kembali menemani ngabuburit kalian. Dengan cerita aku di Ranu Kumbolo. Siapa hayo? Yang gak tau Ranu Kumbolo?? Berkat film 5cm, pasti semua orang udah tau dengan keindahan yang ditawarkan oleh danau ini. Danau yang berada di kaki Gunung Semeru ini, memang menyimpan banyak sekali keindahan. Dari matahari terbit sampai matahari terbenam.

Perjalanan kali ini agak berbeda guys. Karena perjalanan kali ini, aku bersama Fira, Levi, Bita, Nugik, Luli, dan Bayu, akan bertemu dengan teman-teman baru nih wkwk. Ada Hisyam, Angga, Akmal, Sugma, Micil, Ekik, dan Micil. Ya, kalian tahu lah. Kalau awal-awal kenalan itu masih agak awkward wkwkw. Fun Fact, kita sempet buat multichat di Line, tapi gak ada yang berani muncul karena belom kenal wkwkw. Masih malu malu kucing gitu wkwkw. Beda sama Bayu dan Luli yang memang udah kenal sama mereka. Nugik pun juga kadang-kadang nimbrung. Sedangkan aku, Levi, Bita, Fira kaya gak berani muncul gitu wkwkwk. Ya namanya juga ketemu orang baru. But, soon we’re gonna be good friends.

Ranukumbolo by Nugraha Bima

THE TEAM!

Oke, cukup perkenalannya. Sekarang lanjut ke cerita yang sebenernya. Let’s go!

Sebelum mulai, mungkin aku akan cerita tentang apa aja yang harus kita siapkan dan lakukan sebelum ke Ranukumbolo. First thing first, kalian harus mendaftar di website Booking Online Pendakian Semeru atau klik disini. Setelah mengisi form yang ada di website, kalian harus melihat kuota pada hari kalian akan mendaki, memilih tanggal kalian akan turun, dan berapa hari kalian akan ada disana. Langkah selanjutnya adalah mengisi form dan mengisi nama-nama anggota sekaligus ketua kelompok. Dan jangan lupa, kartu identitas mereka (KTP). Setelah kalian mendaftar, kalian akan mendapatkan email konfirmasi pembayaran. Jangan lupa, bukti pembayarannya disimpen ya guys dan dibawa pas hari H! Setelah membayar, kalian harus mengupload bukti pembayaran tersebut. Selanjutnya akan ada email yang berisi, pembayaran sudah diterima. Dan juga kalian akan mendapatkan form 3-4 halaman. Form tersebut harus di print, rangkap 2. Dan jangan lupa beli materai 6000, untuk salah satu formnya.

Setelah semua itu kalian lakukan, saat hari H, form-form tersebut jangan lupa dibawa. Bersamaan dengan fotokopi KTP semua anggota, surat keterangan sehat paling lama H-1 sebelum keberangkatan, dan juga bukti pembayaran. Untuk tiketnya sendiri yaitu sebesar Rp. 22.500/hari (Sabtu-Minggu-Hari Libur) dan Rp. 17.500/hari (Weekdays). Selanjutnya kalian harus mengisi list barang-barang bawaan kalian, dan lanjut ke loket pendaftaran. Setelah semua itu selesai, kalian harus mengikuti briefing. Nah di briefing ini, kalian akan dijelaskan tentang apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan di Ranukumbolo maupun di puncak, dll. Setelah mengikuti briefing, kalian harus ke loket tiket untuk menulis nama ketua kelompok dan jumlah anggota. Jangan lupa untuk meninggalkan KTP asli ketua kelompok. Ketika tiket sudah ditangan, kalian pun sudah siap untuk mendaki!!

H-1 (11 Mei 2018) 

Hari ini, merupakan hari persiapan. Dimana aku, Bita, Luli, dan Bayu, akan mencari surat keterangan sehat. Surat keterangan sehat bisa kalian dapatkan di Rumah Sakit terdekat ataupun Puskesmas. Karena puskesmas Dinoyo waktu itu sudah tutup. Akhirnya kami pergi ke Rumah Sakit UNISMA. Cuma di cek tensi, berat badan, dan tinggi badan. Tanpa perlu menunggu lama, surat keterangan sehat kalian sudah ditangan.

Selanjutnya adalah persiapan carier dan barang-barang yang perlu kalian bawa. Barang-barang yang kalian bawa harus mencakup kebutuhan individu dan kebutuhan kelompok guys. Jadi kalau carier kalian cukup besar dan masih muat banyak, bisa membantu membawa barang-barang kelompok guys. Seperti, tenda, makanan, kompor, dll. Untuk barang individu, gak perlu bawa banyak-banyak. Yang penting yang sering dipake aja, yang paling sering dibutuhkan. Kaya baju ganti, kaos kaki, sarung tangan, obat pribadi, jajan buat dijalan, dll.

Setelah semuanya siap! Kita pun siap berangkat!!

DAY 1 (12 Mei 2018) 

Hari yang ditunggu-tunggu pun telah tiba!!

Ranukumbolo by Nugraha Bima

Sebelum berangkat! 

Bangun dan siap siap sekitar jam 05.30 pagi, kali ini aku skip sarapan, takut kebelakang terus wkwk. Lanjut, jemput levi dikosannya. Terus kita ke meeting point yaitu kontrakannya Bayu. Sampai di kontrakannya Bayu, sekitar jam 6. Kita juga masih nunggu yang lain dateng dan siap siap. Selesai semua persiapan plus berdoa. Kita berangkat ke Semeru sekitar jam 08.20!

Diperjalanan kita sempet berhenti di Indomaret, buat istirahat dan beli perlengkapan yang masih kurang, sekitar jam 09.13. FLASH FORWARD!!! Pas aku dan levi melewati jalan di Bromo, yang nanjak banget. Ehhhh… Tiba tiba motor aku gak kuat nanjak dong wkwkwk. Yang lain kaya wuss….wusss….wussss dan motor aku kaya paling lambat wkwkwk. Paniklah aku dan Levi, mana kita di paling belakang lagi. Yang lain udah pada di depan wkwk. Nah, bagi kalian yang mau kesini. Jangan sampe kejadian kaya aku ya wkwk. Pastiin kendaraan kalian dalam keadaan sehat. Dan rutin di service.

Sampe di Ranu Pani sekitar jam 11.10. Awal sampe disini, kita harus menitipkan motor kita di penitipan. Cuma 5rb/hari kok, cukup murah. Setelah menitipkan motor, kita jalan bentar. Untuk ngurus pendaftaran, briefing, sarapan, dan siap-siap. Nah, bagi yang kalian kelaperan, disini ada banyak banget yang jual makanan. Dari kaki lima, sampe toko gitu. Yang mau ke kamar mandi dan sholat, disini juga ada Mushola. Oiya, tips kalau mau naik gunung ataupun mendaki. Siapin banyak uang pecahan seperti Rp. 2000 atau Rp. 5000 untuk ke toilet. You can thank me later 😉

Untuk makannanya, ada bakso, soto, nasi pecel, dan rawon, ada juga bakpao. Untuk harga makanan di tempat aku makan dari Rp. 10.000 – Rp. 15.000. Setelah perut terisi, dan istirahat. Kita lanjut ikut briefing. Nah di briefing ini, kalian akan diberikan informasi apa yang boleh dilakukan, tidak boleh dilakukan, boleh dibawa, dan tidak boleh dibawa. Dan sedikit cerita dari pendaki lain.

Oke, semuanya sudah siap. Cek lagi, gak ada yang ketinggalan. Jam 14.42, kita pun siap BERANGKAT!!! Masih awal-awal nih, tenaga kita masih full wkwk. Ketika, jalan aspal digantikan dengan tanah, langsung deg-degan nih wkwk. Bismillahirrahmanirrahim! Dan kita juga akan diiringi dengan pemandangan yang hijau, nayamn banget di lihat. Karena aku pemula banget dan gak pernah olahraga wkwk ya maklumlah ya kalau ngos-ngosan wkwk. Pendakian pun dimulai, satu demi satu tanjakan pun kami lewati. Setiap tanjakan juga kami berhenti, buat istirahat, atur nafas, dan minum. Ini parah sih, tanjakannya banyak juga ya (namanya juga mendaki wkwk). Diperjalanan, kami ketemu banyak banget pendaki yang turun ataupun naik juga seperti kami. Saling menyapa, saling mengucapkan kata-kata semangat. Capeknya gak hilang sih, tapi cukup untuk menyemangati dan berpikir positif thinking, bahwa kamu BISA!

FLASH FORWARD!! Sampe di pos 1 sekitar jam 16.25. Lega banget. Parah wkkwk! Sampe disini kita disambut dengan gorengan dan semangka!! Alhamdulillah, nyampe pos 1. Semangat masih ada 3 pos lagi, yang harus dilewati untuk sampe ke Ranukumbolo. Mungkin karena gak pernah olahraga, kaki aku agak sakit wkwk. Tapi tetep gak boleh nyerah! Oiya, soal gorengan dan semangka. Masing masing harga cuma Rp. 2.500 aja. Gorengan udah dingin, karena di pos 1 aja, udah mulai dingin. Rasanya biasa aja, tapi ketika kalian menyatukannya dengan sambel (lupa nama sambelnya wkwk) itu enak banget. Walaupun udah dingin, tapi karena kita butuh tenaga tambahan alias kelaperan wkwk. Lanjut, ke semangka. Seger parah, karena di pos 1 udah mulai dingin, jadi semangkanya kaya baru keluar dari kulkas wkwk.

Setelah perut kenyang dan tenaga kembali terkumpul, kami melanjutkan perjalanan ke pos 2. Kami melewati jalan yang sama, masih menanjak wkwk. Nah, di perjalanan ini, kami mulai mengenal satu sama lain. Sebenernya udah kenalan sih wkwk. Tapi kan cuma kenalan, belom tentu dekat kan wkwkwkwk. Nah, kita sambil jalan sambil ngobrol banyak nih. Ya bercanda gurau dan sebagainya. Pastinya, setiap tanjakan kami berhenti untuk menghela nafas wkwk. Sebenernya di pos ini, aku masih ngafalin nama mereka lhoo wkwk. Maklum, orangnya pelupa wkwkwk. Perjalanan dari pos 1 ke 2, kami ditemani dengan sunset. Kami juga dapat melihat puncak mahameru dari kejauhan. Ini dia fotonya.

FLASH FORWARD! 30 menit kemudian, kami sampai di pos 2. Ternyata jarak dari pos 1 ke pos 2 itu gak terlalu jauh guys. Alhamdulillah wkwk. Isinya juga hampir sama nih guys, masih ada gorengan dan semangka wkwk. Andalanku, tetep semangka. Karena segar parah wkwk. Oiya, disini dan pos 1 ternyata masih ada sinyal guys wkwkw. Tapi cuma operator merah doang. Yang lain hilang entah kemana wkwk.

Ranukumbolo by Nugraha Bima

Pos 2 

Istirahat beberapa menit, dan kami siap melanjutkan perjalanan ke pos 3. Nah perjalanan dari pos 2 ke pos 3, ini paling jauh guys. Walaupun, jalannya banyak yang menurun, tapi tetep aja jauh wkwk. Kami sendiri sampe bertanya-tanya,”Mana nih pos 3, kok gak keliatan-keliatan wkwk”. Disini kami mulai terpisah, bukan terpisah kaya ngilang gitu, bukan. Tapi lebih ke yang mampu, bisa jalan duluan di depan. Yang kurang mampu dibelakang wkwk. Karena hari sudah mulai gelap, kami pun harus mempercepat langkah, agar sampai di Ranu Kumbolo tidak terlalu malam. FLASH FORWARD! Sampai di pos 3, sekitar jam 18.00an. Karena udah mulai gelap dan capeknya udah keterlaluan wkwk. Kami istirahat paling lama di pos ini. Oiya, karena kita tadi kepisah. Ada dari beberapa dari kita yang udah sampai duluan di pos 3.

Oiya, disini udah mulai dingin banget. Kalian harus siap siap jaket dobel kaya aku, dan yang pastinya kaos tangan. Wajib banget dipake guys! Fun fact, saking dinginnya layar hape aku sampai berembun. Panik dong wkwkwk, jadi aku matiin. Sempet mikir gimana mau moto dan nulis?? Karena takut rusak, mulai dari sini. Foto-fotonya udah makin dikit. Tolong dimaafkan ya wkwk.

Lanjut ke pos 4, pos terakhir. Disini jalan udah mulai makin sulit. Karena bener-bener udah gak ada cahaya, waktunya menyalakan senter. Dan karena aku gak bawa senter plus hape aku mati. Udah! Tamat! Aku gak bisa liat jalan sama sekali (Jangan dicontoh ya guys, pastikan selalu bawa senter). Untungnya, ada temen aku yang paling baik sedunia wkwk. Special big thanks buat Alfiazahra, Ilmu Komunikasi 2015 wkwkwk. Yang sudah menerangi jalan saya wkwk. Jadi karena aku gak bawa senter, disini fira bantuin aku banget. Kalau misal di depan ada pohon, batu gede, atau apapun itu. Fira bakal bilang ke aku. Jadi kaya memnberikan aku peringatan kaya “Awas bim, ada batu” wkwkwkkwwk. Terimakasih Fira! Tanpamu aku sudah masuk jurang wkwk. Btw, pas kalian jalan disini gelap-gelapan, sebelah kiri kalian itu jurang lhooo. Makanya bawa senter.

Penyelamat saya wkwkwk

Penyelamat saya wkwkwk

Masih diperjalanan menuju ke pos 4. Sesuatu pun terjadi!! *drum roll

Ketika kita lagi berjalan, Levi langsung jatuh. Kita pun berhenti sambil istirahat. Ternyata kaki Levi kram. Untungnya ada bapak ketua perjalanan kali ini, Angga. Dengan sigap langsung memijat kakinya Levi dengan hot cream. Sempet kesakitan, kita pun istirahat sampai Levi kembali bisa berdiri. Tak berapa lama kemudian, Levi pun minta untuk melanjutkan perjalanan. Bismillah ya lev! Btw, saat itu sekitar jam 7an. Kami masih dalam perjalanan. Dan dinginnya bener-bener menusuk. Aku yang tadinya keringetan pun mendadak kedinginan. Udah dobel jaket dan sweater, tapi masih aja kedinginan. Medan yang kami lewati pun semakin menantang. Dari yang bener-bener mendatar lansung ke naik kaya tangga, namun tanpa anak tangga. Cuma tanah dan akar-akaran yang membantu kami berpijak. Dan batang pohon untuk membantu kami berpegangan. Dan disinilah team work kami di uji. Saling membantu satu sama lain, saling mengulurkan tangan.

Tapi eh tapi…. Walaupun gelap gulita, tanpa lampu, hanya ada senter kecil. Perjalanan kami ke pos 4. Ditemani dengan bintang yang bertaburan di langit. Parah!!! INI MILKYWAY TERBAIK YANG PERNAH AKU LIAT SEUMUR HIDUP (Yes, I said it with capslock wkwk). Bener-bener cerah dilangit sana, sampai kita beberapa kali berhenti sambil istirahat dan memandang ke langit . Bener-bener menikmati rasi-rasi bintang yang bertaburan. Sayangnya, aku gak berani moto. Karena pas itu dingin banget plus kita masih dijalan belom sampe tujuan, gak enak juga sama yang lain kan 🙂 Dan melihat kondisi layar hape aku yang berembun, gimana kalau yang berembun kamera aku. Rusak pastinya wkwkwk.

Sambil melihat keatas, menikmati bintang, dan mendengarkan ocehan eh bukan, maksudnya peringatan dari Fira wkwkkw. Perjalanan pun dilanjutkan. FLASH FORWARD! Akhirnya kami sampai di pos 4. Kembali istirahat dan kembali menikmati bintang, sambil duduk-duduk bercerita. Dari pos 4 sebenarnya Ranu Kumbolo sudah bisa terlihat. Kami memutuskan untuk memasang tenda di spot kedua, spot yang photogenic wkwkwk. Jarak dari spot pertama ke spot kedua, hanya 30 menit berjalan. Dari pos 4 juga kami sudah bisa melihat tenda-tenda yang berdiri di spot pertama. Karena super duper dingin, kami tidak bisa lama-lama berdiam diri. Kami pun melanjutkan perjalanan menuju spot kedua.

Akhirnya yang ditunggu-tunggu, kita sampai di Danau Ranu Kumbolo, sekitar pukul 21.00. Sesampai disana, ternyata rame juga. Alhamdulillah, ada yang jualan juga. Kaya popmie, energen, kopi, gorengan, dkk. Kami langsung mencari tempat untuk mendirikan tenda. Serius, disini dingin banget banget banget. Dinginnya Bromo, bakalan kalah sama dinginya disini. Kalian tahu kan, Bromo sedingin apa. Dan di Ranu Kumbolo itu lebih dingin wkwk.

FUN FACT, beberapa hari sebelum aku naik, yaitu tanggal 11 Mei 2018. Suhu di Ranu Kumbolo nyampe -5. Dan semuanya diselimuti es.

Source: Instagram @mountnesia

Setelah menemukan tempat untuk mendirikan tenda, aku dan levi ijin ke kamar mandi. Dan untungnya disini sudah ada kamar mandi yang layak pakai. Ada air yang selalu di isi ketika habis. Tinggal ngantrinya yang cukup panjang, karena rame. Kalau kalian mau pipis dan BAB, kalian harus membayar Rp. 5.000. Sedangkan untuk mandi, kalian harus membayar Rp. 10.000. Nah disini, uang pecahan kalian akan sangat dibutuhkan.

Kembali ke tenda, ternyata tenda untuk cowok-cowok belom selesai. Dengan tangan yang gemeteran karena kedinginan. Dan badan yang sudah capek. Kami tetep semangat mendirikan tenda wkwk. Setelah selesai mendirikan tenda, kami langsung bersiap-siap untuk menghangatkan diri di dalam tenda. Plus memasak mie, karena kami kelaperan. Nah yang masak kali ini, adalah Hisyam. Dengan kompor portable, Hisyan mulai menyiapkan mie dan telur. Setelah matang, waktunya makan-makan. Walaupun cuma mie goreng biasa, dan telur. Tetap aja rasanya nikmat banget. Dan masih ditemani dengan bintang-bintang yang super duper cantik!

Setelah perut kenyang, waktunya kami semua benar-benar istirahat, alias tidur. Setelah membuka matras, sleeping bag, kami pun siap tidur. Tapi ehh tapii, dinginnya Ranu Kumbolo tetep saja mengalahkan tebalnya sleeping bag plus 2 jaket yang aku pakai. Terutama bagian kaki, yang tak terlindungi wkwk. Dan tanah yang tidak datar, menjadikan suatu perjuangan untuk tidur disini. Tapi, setidaknyaman apapun tidur disini, kita harus tidur untuk mengembalikan stamina kita. Yang akan berguna untuk besok saat kita turun.

Dan sesuatu pun terjadi!!!

Ketika semua udah lelap tertidur. Ehh, ada yang teriak-teriak “YA ALLAH”. Ternyata itu adalah Akmal! Kami pun sempet panik, kami mengira Akmal kena Hipotermia. Paniklah kita semua, sampe yang udah tidur pun bangun. Ternyata ehh ternyata, cuma ngigo wkwkwkwkwkwkwk. Kami pun sempat tertawa terbahak-bahak. Mungkin karena kecapean ya. Akhirnya, kami pun melanjutkan tidur…

DAY 2 (13 Mei 2018) 

Selamat Pagi Dunia!!!

Telat bangun nih. Jadi aku gak bisa melihat sunrise di Ranu Kumbolo. Tapi, terimakasih kembali kepada penyelamat saya, Alfiazahra wkwkwk. Yang sudah memfoto sunrise di Ranu Kumbolo. Ini dia fotonya.

This slideshow requires JavaScript.

Karena aku bangun jam 6, dan mataharinya udah terang banget. Dan yang pertama, yang aku rasain adalah mataharinya hangat banget. Bener-bener mengobati dinginnya tadi malem. Bangun-bangun langsung ke sesi foto-foto wkwkw. Ini dia foto landscape yang diambil oleh aku. Btw, alhamdulillah. Hape aku udah gak berembun lagi wkwk. Aku kira bakalan permanen wkwkwk.

This slideshow requires JavaScript.

Dan ini beberapa portrait yang aku ambil di Ranu Kumbolo dan fotoku yang diambil oleh Fira dan Levi. Big thanks to them 🙂

This slideshow requires JavaScript.

Setelah sibuk foto-foto. Selanjutnya adalah mempersiapkan makanan alias masak. Kali ini kita akan masak nasi (pastinya wkwk), telur, sosis, nugget, dan sarden. Dan yang masak kali ini rame banget wkwk. Ada aku, Levi, Bita, Fira, Nugik, Micil, Akmal, Sugma, Eki, dan Angga. Yang lain masih tidur wkwkw. Dan yang paling susah dari semuanya ternyata masak nasi wkwkw. Antara mateng tapi keras, atau berair kaya bubur wkwkwk. Tapi eh tapi, kita dapet sumbangan nasi dari kelompok lain. Alhamdulillah. Mereka mau turun, tapi masih punya nasi yang cukup banyak. Senengnya, orang-orang sangat baik dan saling membantu satu sama lain :))

Lanjut ke potong-memotong sosis, nugget, menggoreng telor, dan sarden. Nah, sambil masak-memasak disini kami mulai makin mengenal satu sama lain. Dari mana? Jurusan apa? Universitas apa? Ya, basa basi gitu. Tapi dari basa-basi itu, kami semua bisa jadi teman baik 🙂 Lanjut ke masakan, karena ternyata ada 2 bungkus nugget. Kami memutuskan untuk menggoreng semuanya. Pesta Nugget wkwkwk. Setelah semuanya matang, waktunya makan besar wkwkw. Makan bersama teman-teman baru, di dalam tenda, berhadapan dengan Ranu Kumbolo. Kurang enak apa coba?? Wkwkwk.

Setelah perut terisi, waktunya kami santai menikmati Ranu Kumbolo dengan matahari yang bersinar cerah. Subhanallah, nikmat sekali hidup ini wkwkw 🙂 Kembali ke sesi foto-foto. Sebenernya kami merencanakan untuk naik ke tanjakan cinta dan berfoto di Oro Oro Ombo. FYI, di Oro oro ombo, terdapat semacam bunga (gak tau itu bunga atau rumput wkwk) yang berwarna ungu. Dan pas kita kesana, kebetulan sedang mekar. Jadi bagus banget. Tapi, karena kami sudah capek semua, dan takut kemaleman pulang ke Malang. Akhirnya kami men-skip Oro Oro Ombo. Bagi kalian yang penasaran kaya apa, ini aku kasih fotonya (source: google).

oro oro ombo uploadOke, selanjutnya adalah persiapan pulang. Untuk persiapan pulang, kami memulai dengan menata peralatan tidur, masak, carier, dan tenda. Setelah semuanya selesai, masuk ke sesi foto-foto terkahir. Tapi eh tapi, ada yang ngajak foto prewed nih wkwkwk. Perkenalkan, satu-satunya couple yang minta foto berdua di kelompok kita (ada satu lagi couplenya, tapi gak minta foto) wkwkwk. Luli dan Hisyam. Ya, mau gimana lagi ya. Temen minta tolong, dan aku juga pengen banget moto prewed disini. Jadi ayokk ayookk aja. Tapi timingnya sangat tidak tepat ya wkwkwk, saat mau pulang. Ini dia foto-fotonya.

This slideshow requires JavaScript.

Dan ini foto-foto terakhir kita sebelum pulang 🙂

This slideshow requires JavaScript.

Ya, sesi foto-foto terakhir pun selesai dan semua barang-barang sudah masuk ke dalam carier. Waktunya berdoa agar sampe rumah dengan selamat dan sentosa. Perjalanan pulang pun dimulai, sekitar pukul 12.00. Alhamdulillah, carier berasa lebih ringan, karena makanan sudah berkurang wkwk. Tapi berbeda cerita sama yang bawa tenda wkwk, karena tetap sama kaya berangkat. Nah, di perjalanan pulang kali ini. Medan yang kita lalui, kebanyakan menurun. Jadi berasa cepat dan mudah wkwk. Perjalanan dari pos 4 ke 3 pun berasa sangat cepat. Dan sempet-sempetnya aku kepleset wkwkwk, gara-gara jalan yang turun dan gak ada pegangan wkwkw, jatuhlah saya wkwk.

Ranukumbolo by Nugraha Bima

Pejalanan pulang. Photo by: Bayu 

Oiya, kalo pas jalan juga harus liat-liat atas guys. Jangan kaya Levi nih wkwkw. Pas perjalanan pulang, Levi gak sengaja nabrak batang pohon. Sampe berdarah dan bengkak dong. Untuk cuma lecet wkwkwk. Tapi tetep malu ya lev? wkwkwk. Di perjalanan pulang pun kami sempet terbagi. Di belakang ada Akmal dan Sugma, Luli dan Hisyam, Micil dan Eki. Dan di depan ada Aku, Fira, Levi, Angga, Bita, Bayu. Sedangkan Nugi, ngebut pwoll wkwkwk, dia duluan meninggalkan kita. FLASH FORWARD! Setelah bolak-balik jalan, istirahat, jalan, istirahat. Kami sampai di Ranu Pani sekitar pukul 16.30. ALHAMDULILLAH. Bisa leha-leha, sambil menikmati semangkok bakso hangat. Mantab!

Setelah istirahat, leha-leha, kelaperan, dan bersih-bersih. Kami siap melaju pulang ke malang, sekitar pukul 18.20. Tbh, perjalanan pulang ke Malang adalah yang paling aku takutin. Karena jalan yang tadinya menanjak menjadi menurun, plus gak ada penerangan sama sekali. Dan benar saja, apa yang aku takutin terjadi. Di tengah-tengah perjalanan pulang, masih di daerah Bromo. Motor aku mengalami rem blong. Kejadian ini bener-bener buat aku gemetaran sekaligus takut. Tapi aku gak boleh takut dan harus yakin, kasihan levi yang pasti lebih takut dan khawatir dari pada aku. Untungnya sebelum berangkat aku dan levi meminta tolong, dibelakang motor kita ada 1 motor lagi. Jadi bisa jaga-jaga, dan tidak meninggalkan kita lagi.

Alhamdulillah, masalah terpecahkan. Rem blong, gara-gara kepanasan bisa disembuhkan dengan bantuan air. Dan kita menunggu untuk dingin. Setelah rem kembali normal, dengan Bismillah kami melanjutkan perjalanan pulang. Sempet khawatir, gak berani cepet-cepet lagi. Dan ngikutin saran dari temen-temen yang lain, disuruh pake rem belakang dan gigi 1 aja, untuk mengurangi kecepatan. Saran untuk kalian yang mau kesini. Bener-bener harus diperhatiin kondisi kendaranya guys! Setelah melewati jalan yang turun-menurun, akhirnya kami menemukan jalan raya. FLASH FORWARD! Aku dan Levi sampai di kosan  masing-masing sekitar jam 21.00.

Wahhhh!!! Bener bener 2 hari yang Luar Biasa!! Dari capek sampai takjub, semua ada di 2 hari ini. Dan menjadi pendakian pertama aku. Memang belum sampe ke puncak. Kan tujuannya bukan ke puncak, tapi kembali ke rumah dengan selamat, seperti yang dikatakan om-om pas briefing itu wkwkwk. Bener-bener pengalaman dan memori yang luar biasa nan tak terlupakan. Bakal jadi cerita ke anak dan cucu kita kelak wkwkwk. Excited banget bisa ikut trip ini. Aku bisa tahu sampai mana, aku bisa bertahan. Sampai mana kaki ku ini akan membawa aku pergi jauh dari rumah. Dan teruntuk mereka-mereka yang ingin naik gunung, atau ke Ranukumbolo. Percayalah, hidup cuma bentar. Jangan sia-siakan masa muda. Cobalah, pasti kalian akan ingin kembali!

Oiya, last but not least! Sayangi lingkungan guys. Jangan buang sampah sembarangan. Tolong banget, jaga keindahan Ranu Kumbolo. Agar cucu-cucu kita bisa melihatnya nanti.

BIG BIG THANKS! Buat para lelaki dan wanita kuat di tim ini. Ada Bayu, Nugi, Hisyam, Akmal, Eki, Angga, Sugma, Micil, Bita, Fira, Levi, dan Luli. Kalian bener-bener luar biasa. Terimakasih atas 2 hari yang tak akan aku lupakan. Terimakasih juga buat teman-teman baru saya, maaf kalo ada kesalahan dan merepotkan wkwkw. Akhirnya, dari multichat menjadi grup. Dari yang sepi menjadi ramai. Dari yang gak pernah muncul di grup jadi lebih sering muncul. Memang butuh waktu, tapi kalau cuma 2 hari doang kita bisa jadi teman baik. Kenapa tidak??

Sekian post kali ini, kalau kalian gak mau ketinggalan udate-an ku, jangan lupa follow blog ini dan sosial media aku, @bangbima97 (Instagram, Snapchat, dan Twitter). Oiya, sekarang aku juga buat versi video pendek dari postingan aku lhoo. Kalian bisa cek di Highlight Instagram aku 😉

Sampai jumpa di post selanjutnya!!

@bangbima97

[Travelling] Taman Safari 2 – Prigen

Halo halo guys. Gak kerasa bentar lagi udah mau UAS lagi nih. Udah semakin tua aja ya wkwkwk. Btw, gimana kabar kalian semuanya? Sehat sehat kan? Oiya, selamat menjalankan Ibadah Puasa bagi yang menjalankan. Semoga puasa tahun ini penuh dengan berkah ya hehe.

Pastinya, banyak banget tempat-tempat wisata yang pengen banget aku kunjungin. Gak usah jauh jauh, tempat wisata di Malang aja belom aku eksplore semuanya wkwk. Tapi dengan perlahan-lahan, Insyallah semuanya bakal kelakon hehe. Oke, kali ini aku berkunjung kesalah satu tempat wisata yang sebenernya juga ada di daerah Jawa Barat, tepatnya di daerah Bogor. Nah kalo yang ini, semacam cabangnya gitu wkwkwk. Yap, bener banget tempat yang aku kunjungi kali ini adalah Taman Safari II, Prigen. Fun fact, aku juga baru tau kalo Taman Safari buka cabang di daerah Pasuruan wkwk, itu sekitar semester 4 kuliah di Malang wkwk. Jadi, ini adalah salah satu tempat wisata yang pengen banget aku kunjungi.

Perjalanan kali ini aku bareng Alvin, Karina, Nahda, Angel, dan Arrum. Oiya, Taman Safari II terletak di Desa Jatiarjo, Prigen, Pasuruan. Untuk rutenya, kalau dari Malang. Kalian tinggal ambil rute mau ke Surabaya. Nah, nanti bakal ada baliho petunjuk arah buat ke Taman Safari II, tinggal ikutin aja. Gampang kok 😉 Kita berangkat dari Malang sekitar pukul 09.30. Sempet berhenti beberapa saat buat ke Indomaret. Dan sampai di Taman Safari II sekitar pukul 11.50.

Taman Safari 2 by Nugraha Bima

The Team! 

Taman Safari 2 by Nugraha Bima

Beli wortel buat para hewan. 

Nah ketika kalian di perjalanan, kalian akan menemukan banyak penjual sayuran-sayuran segar untuk makanan para hewan. Ada wortel, pisang, dll. Harganya sekitar Rp. 10.000 – Rp. 20.000, harus pintar-pintar nawar ya hehe. Sesampai di pintu gerbang Taman Safari II kita diharuskan membeli tiket dulu guys. Untuk harga tiketnya bermacam-macam di guys. Untuk weekdays, kisaran Rp. 80.000 – Rp. 135.000. Dan untuk weekend, berkisar Rp. 105.000 – Rp. 160.000. Selain itu ada paket paketnya juga guys, dan lagi ada promo juga lhoo. Untuk lebih lengkapnya simak gambar dibawah ya:

Karena kita berangkat di hari Senin, kami ambil paket yang paling murah, yaitu paket Tiket Rusa. Oiya, menurut aku, kalau kalian mau kesini. Lebih nyaman menggunakan mobil, karena bakalan lebih bebas untuk mengeksplorenya. Tapi, bagi kalian yang menggunakan motor, jangan takut. Karena dalam tiket tersebut sudah termasuk bus yang akan menemani kalian keliling taman safari II. Nah, setelah kami membayar tiket. Kami langsung disambut dengan hewan-hewan yang kebanyakan lagi tidur siang wkwk. Tapi ada juga nih yang mendekat karena wortel yang kita tawarkan. Dan hewan pertama yang menyambut kami adalah Ilama. Nah, dari sini kalian akan bisa melihat banyak binatang-binatang secara langsung dan juga bisa langsung berinteraksi dengan mereka. Kecuali harimau dan singa ya wkwk.

Gak hanya hewan yang kecil-kecil aja guys, ada Gajah, Badak, Beruang, dan masih banyak yang lainnya. Tetap mengikuti peraturan yang ada ya guys. Seperti, diharuskan menutup jendela mobil saat masuk ke kandang harimau, singa, ataupun monyet. Dan bener aja guys, monyetnya sampe nempel di mobil lhoo wkwk. Santai banget gitu, duduk tanpa rasa bersalah wkwkwk. Dan kami pun kaya geleng-geleng kepala, itu monyet ngapain coba nempel-nempel di mobil wkwk.

This slideshow requires JavaScript.

Setelah puas memberi makan hewan-hewan. Kita akan disambut dengan wahana taman bermain. Karena tiket kami adalah tiket rusa, jadi taman bermain ini tidak termasuk ke dalam tiket kami. Tapi, kami gak menyesal. Karena dari yang kami lihat, wahana-wahana yang ada disini, berukuran mini. Jadi hanya cocok untuk anak-anak yang masih TK ataupun SD. Dan benar saja, saat kami sampai di wahana taman bermain tsb. Kami disambut oleh rombongan anak-anak TK dan SD. Selain taman bermain, ada juga kolam renang. Nah, kalau kolam renang mungkin masih bisa kita nikmati. Bagi kalian yang kelaperan disini juga ada beberapa tempat makan, dengan harga yang variatif. Kami pun, melanjutkan perjalanan sekaligus mencari masjid untuk sholat Dzuhur. Oiya, di dekat masjid juga ada semacam gift shop lhoo. Ada topi, tas, sandal yang berbentuk hewan-hewan. Lucu-lucu banget lhoo topinya. Untuk soal harga, berkisar Rp. 100.000 keatas.

Setelah sholat dan istirahat sejenak. Kami melanjutkan perjalanan. Selanjutnya kami ke wahana baby zoo. Disini, kalian bisa berfoto ria dengan anak-anak hewan. Seperti anak monyet dan singa. Sayangnya, untuk foto bersama baby zoo ini dipatok dengan harga Rp. 20.000/foto. Ya, kalau menurut kantongnya anak kos-an. Itu cukup mahal ya wkwkwk. Pengen banget padahal foto sama anak singa, tapi kalo sekali foto keluar 20rb? Ya sama kaya makan 2x kan?! Wkwkwkwk. Saat kami melanjutkan perjalanan, kami mampir ke beberapa spot nih. Jadi ada spot, dimana kita bisa melihat hewan secara dekat sekali, hanya dipisahkan oleh kaca. Dan spot ini terletak di tengah-tengah pengunjung yang sedang jalan. Ada Singa, Monyet, dan Macan Tutul. Kaya gini nih:

This slideshow requires JavaScript.

Btw, ada restoran yang menghadirkan suasana makan bersama macan putih lhoo. Sayangnya kami gak masuk kesitu, karena kantong kami sama sekali tidak cocok untuk makan disitu wkwkwkk. Selain itu, juga ada taman burung, taman reptil, dan masih banyak lagi. Nah, kami mengunjungi Aquatic Land. Dimana kalian bisa melihat penguin secara dekat dan gak hanya penguin aja, tapi juga ada anjing laut.

This slideshow requires JavaScript.

Setelah puas melihat penguin dan anjing laut, kami akan menyaksikan pertunjukan Harimau nih guys. Nah, kalau lagi rame kaya pas kami kesini. Kalian harus cepat-cepat booking tempat. Karena bakalan penuh banget wkwkw. Disini juga banyak yang jualan lhoo. Ada yang jualan Popcorn dan minuman, dengan harga Rp. 13.000 dan Rp. 15.000. Setelah cukup lama menunggu hehe, akhirnya pertunjukan dimulai. Dari yang manjat-manjat sampai lompat-lompat, harimau ini melibas semuanya. Yang lucu adalah melihat ekspresi anak-anak TK dan SD yg ada di sekeliling kami, sangat terpukau wkwk.

This slideshow requires JavaScript.

Lanjut, ke pertunjukan terakhir. Yaitu Temple of Teror. Pertunjukan ini merupakan penutup di Taman Safari II, karena waktu pertunjukan ini mendekati jam tutup Taman Safari II. Nah, di pertunjukan ini tempatnya lebih luas guys, bisa menampung ratusan orang. Spoiler nih, kalau kalian mau nonton pertunjukan ini. Jangan bawa anak bayi ya, karena bakalan ketakutan hehe. Inti dari pertunjukan ini sebenernya kaya live action dari Indiana Jones. Nah, untuk detailnya kalian bisa menyaksikannya langsung di Taman Safari II ya wkwk. Terus kalau yang bawa anak bayi gimana? Nah, kalau di tiket rusa. Itu ada 2 pilihan pertunjukan. Mau nonton Temple of Teror atau Dolphin Show, pilih salah satu ya. Oiya, karena di Temple of teror gak boleh foto ataupun video, jadi aku gak bisa ngasih foto ataupun footage ke kalian ya hehe.

Setelah puas bermain seharian dengan binatang-binatang yang menggemaskan parah wkwkwk. Kami pun melanjutkan perjalanan pulang, berangkat dari taman Safari sekitar pukul 16.30. FLASH FORWARD! Sampai di Malang sekitar jam 19.00 dengan perut keroncongan wkwkwk.

Thanks to Alvin, Karina, Nahda, Angel, dan Arrum. Sering-sering po’o rek jalan-jalan kaya gini wkwkwk. Sekian post kali ini, kalau kalian gak mau ketinggalan udate-an ku, jangan lupa follow blog ini dan sosial media aku, @bangbima97 (Instagram, Snapchat, dan Twitter). Oiya, sekarang aku juga buat versi video pendek dari postingan aku lhoo. Kalian bisa cek di Highlight Instagram aku 😉

Sampai jumpa di post selanjutnya!!

@bangbima97

[Travelling] Pantai Kondang Merak

Halo guys! Apa kabarnya nih? Sehat semua kan??

Setelah sekian lama, pengen banget explore pantai di Malang lagi. Akhirnya, hari ini terwujud!! Nah, pantai yang aku kunjungi kali ini adalah Pantai Kondang Merak. Penasaran kan, sama cerita aku di pantai ini? Simak terus ya 😉

Oke, perjalanan kali ini, aku bareng sama Ismi, Arrum, Ilham, Arief, Cibi, Qonita, dan Kak Axel. Trip kali ini, juga bukan trip biasa lhoo. Karena trip kali ini, aku, Arrum, Ilham, Ismi, dan Arief. Akan membantu kak Axel dan Ismi, menjadi pengkarya di pameran fotografi tentang Pantai Kondang Merak. Nah, kami para pengkarya ditugaskan untuk membuat sebuah photo story nih. Masing masing pengkarya juga ditugaskan untuk membuat photo story yang berbeda beda. Contohnya aku akan membuat photo story tentang kekayaan Pantai Kondang Merak, Ilham dan arif, ditugaskan untuk membuat photo story tentang kehidupan nelayan Pantai Kondang Merak.

Pantai Kondang Merak terletak di daerah Malang Selatan, guys. Untuk rutenya sendiri kalian bisa melewati rute yang sama saat kalian ke pantai-pantai di Malang. Perbedannya, kalau kebanyakan pantai yang sudah terkenal seperti Batu Bengkung, Goa Cina, dll. Itu belok kiri dari perempatan. Kalau ke Kondang Merak, kalian belok kanan. Mungkin kalian akan kaget kaya aku. Karena ketika kita belok kanan, kita akan disambut dengan jalan yang berbatu. Berbeda sekali dengan jalan saat kita menuju ke Pantai Batu Bengkung. Dan benar saja, dari awal hingga akhir. Medan yang kita tempuh semuanya adalah bebatuan. Jadi, kalau kalian mau kesini. Jangan lupa untuk cek kondisi kendaraan kalian ya 😉

IMG_0617

Perjalanan menuju Pantai Kondang Merak. Melewati jalanan yang masih berbatu. 

Sekitar 45 menit dari jalan bebatuan, kita akan sampai di Pantai Kondang Merak. Untuk tiket masuk ke Pantai Kondang Merak, per orang sebesar Rp. 15.000. Sesampai di Pantai Kondang Merak, kalian akan disambut dengan pohon-pohon kelapa yang rindang. Dan suara ombak yang bener-bener menenangkan. Walaupun saat kami sampai, pantainya sedang surut. Tapi tidak menghilangkan keindahan dari pantai ini.

Nah, setelah kami sampai dan beristirahat sebentar. Kami diajak untuk mengeksplore makanan khas di pantai ini. Ada lobster, cumi, ikan, pokoknya seafoodnya lengkap deh.

Setelah mengeskplore makanan yang ditawarkan pantai ini, selanjutnya kami diajak mengeksplore hutan. Jadi disini terdapat hutan-hutan yang menghubungkan beberapa pantai lainnya. Dan yang sekarang mau kita lihat adalah, sumber air tawar di Pantai ini. Perjalanan untuk melihat sumber air tawar ini sekitar 20 menit saja.

Setelah puas menikmati sumber air tawar di pantai Kondang Merak. Selanjutnya, aku, Arrum, Ismi, Qonita, dan Kak Axel. Akan melanjutkan perjalanan menyusuri hutan untuk mengunjungi pantai lainnya. Sebenernya, pantai ini masih satu komplek wkwk dengan Kondang Merak. Hanya saja, pantai-pantai yang akan kami kunjungi sangat lah jarang tersentuh oleh manusia. Nah, perjalanan menyusuri hutan kali ini cukup memakan waktu. Kami menghabiskan waktu sekitar 1 jam 30 menit, untuk perjalanan pulang pergi. Dan ini adalah pantai pertama, yaitu Pantai Kondang Merak.

Lanjut berjalan lagi menuju ke Pantai kedua, yaitu pantai Tanjung Sirap.

This slideshow requires JavaScript.

Setelah beberapa saat menikmati pantai Tanjung Sirap. Kami melanjutkan perjalanan ke pantai ketiga. Nah, karena saat itu airnya sedang surut, dalam perjalanan kami menemukan beberapa hewan laut guys. Bahkan ada beberapa hewan yang belum pernah kami lihat. Sampai ismi pun girang sendiri melihatnya wkwkw.

Akhirnya setelah puas melihat hewan-hewan aneh nan unik. Kami melanjutkan perjalanan ke pantai ketiga. Masih sama dengan pantai kedua, tapi di spot ini ada sesuatu yang menarik nih. Jadi di spot pantai ketiga ini, ternyata ada Jembatan Panjang Tanjung Sirap dan juga terdapat spot sunset view, dimana kita bisa menyaksikan sunset dari ketinggian. Dan jembatan ini juga instagram-able banget lhoo. Jadi bisa buat photoshoot juga wkwk.

This slideshow requires JavaScript.

Selanjutnya, perjalanan pulang ke pantai kondang merak. Perjalan pulang pun, kami tetap menyusuri hutan. Karena semakin sore dan semakin gelap, tidak boleh terlalu lama di hutan hehe. Setelah sampai di kondang merak, kami langsung disambut dengan sunset yang SUPER BAGUS! Kalian bakal terpukau kalau lihat secara langsung. Bener-bener view yang pantes didapetin walaupun melewati jalan yang berbatu wkwkwk.

Perut udah keroncongan dan haus gak ketolongan. Paling enak minum es kelapa, iya kan?? Wkwkwk. Harganya standar, 1 biji es kelapa seharga Rp. 10.000. Dan untuk menutup hari ini, kami disuguhkan dengan Sate Tuna. Rasanya menurutku enak, dagingnya empuk, gak ada duri, dan bumbunya juga meresap. Sate tuna dihargai Rp. 7.000/tusuk.

Alhamdulillah sudah kenyang! Ngantuk! Dan pastinya bahagia wkwk. Kita pun harus kembali ke Malang. Perjalanannya pun masih sama, melewati jalan yang berbatu. Hanya saja kali ini lebih ekstrim lagi, karena tidak ada lampu penerangan sama sekali. Hanya mengandalkan lampu dari motor aja! Tapi eh tapi…. Perjalanan kami pulang, ditemani dengan full moon, yang terang banget. Sayang karena sudah malem, dan jalan yang tidak rata. Membuat kami tidak bisa memotret bulan tersebut.

FLASH FORWARD!! Sampai di Malang, sekitar pukul 21.30 WIB, capek banget, pegel-pegel dari jari tangan sampe jari kaki. Tapi seneng banget, bisa main ke pantai lagi dan menikmati sunset yang cantiknya gila-gilaan. Terbaik emang!

Thanks to Ismi, Arrum, Qonita, Ilham, Cibi, Arief, dan Kak Axel. Yang sudah mengajak saya untuk mengikuti trip ini dan menjadi salah satu pengkarya dalam pameran foto kalian. Semoga sukses pameran fotonya! Sekian post kali ini, kalau kalian gak mau ketinggalan udate-an ku, jangan lupa follow blog ini dan sosial media aku, @bangbima97 (Instagram, Snapchat, dan Twitter).

Sampai jumpa di post selanjutnya!!

@bangbima97

[Photoshoot] Street Portrait

Halo gengs! Welcome to my another post about photography

Dalam post kali ini, aku akan cerita tentang photoshoot terseru yang pernah aku alami wkwk. Dengan tema Street Portrait, photoshoot kali ini agak berbeda. Kenapa?? Kalau kalian ngikutin postingan photoshoot dari awal ataupun di sosial mediaku. Kalian akan sadar, kalau aku sering banget motret perempuan berhijab. Tentu, gak ada yang salah dari perempuan berhijab. Tapi aku ingin mencari sesuatu yang berbeda dan mencoba hal baru. Istilahnya keluar dari comfort zone (anjay wkwkk).

Jadi, photoshoot kali ini aku memutuskan untuk motret perempuan yang tidak berhijab. Sempet bingung mau ngajak siapa buat photoshoot. Setelah berfikir beberapa saat, ketemu juga sama dua model ini wkwk. Ada Tabita (@amazedeer) dan Levi (@levilarassaty) ! Mereka adalah mahasiswa Ilmu Komunikasi UB, sama seperti aku.

Oke, langsung ke bagian photoshoot. Let’s Go!

H-1, 31 April 2017

Sebelum hari H, aku kepikiran buat cek lokasi. Walaupun udah pernah foto disitu juga sama temen temen dari BLIDZ, aku memutuskan untuk tetap survei. Berangkat dari kosan sekitar jam 7 pagi, ke spot pertama. Jadi, spot pertama dari lokasi photoshoot kali ini adalah di sekitar Jln. Jendral Basuki Rahmat. Atau biasanya orang-orang menyebutnya di sekitar daerah Kayutangan. Kalau kalian masih bingung, spot photoshoot yang pertama ada di sekitar Toko Riang (kalian bisa search di google maps, atau klik box diatas). Nah, tujuan dari survei ini, sebenarnya aku ingin lihat spot-spot foto yang bagus dimana, cahayanya dari mana, cahayanya kena bagian yang mana, terik atau enggak, dsb.

Seperti yang udah aku bilang di post sebelumnya bahwa survei lokasi foto itu menurutku sangat penting. Jika, kamu belum pernah kesana ataupun lupa (kaya aku wkwkw). Lanjut ke spot ke dua, aku survei ke daerah Pasar Besar Malang. Lebih tepatnya di Gang Kesatria. Agak lupa-lupa ingat wkwkwk. Jadi sempet bingung lewat mana wkwkwk. Untung ada Google Maps, penyelamat mahasiswa rantau seperti saya, yang tidak hafal-hafal jalan wkwkwk. Kembali ke Laptop! (nadanya tukul). Setelah sampai di Gang Kesatria, ternyata kalau pagi-pagi cahaya disini kurang masuk. Maksudnya, karena disana bangunannya tinggi-tinggi dan masih pagi, jadi cahayanya tertutupi oleh bangunan. Mungkin akan bagus kalau siang hari, tapi resikonya kulit si modelnya jadi kebakar wkwkwk.

Nah, pas perjalanan pulang aku lewatin jalan Jendral Basuki Rahmat lagi nih, dan gak sengaja ketemu sama Hotel yang tempatnya unik. Namanya Hotel Riche. Dan kebetulan teman aku udah pernah foto disni, jadi aku cukup tau tentang spot-spot foto menarik di hotel ini. Oke, akhirnya aku memutuskan buat mampir sebentar, sekalian survei ;). Tempatnya bagus, warnanya didominasi sama putih, dan desainnya juga jadul banget, berasa kaya di rumah jaman dahulu. Disini selain kalian bisa nginep, kalian juga bisa makan di cafenya yaitu Cafe Oey.

THE DAY, 1 April 2017

Nah ini-nih yang paling seru. Karena aku pengen photoshoot kali ini berbeda. Aku ngajak Bita dan Levi, buat bangun super pagi. Yaitu jam 4 pagi wkwkw. Kenapa? Karena photoshoot kali ini dilakukan di tempat outdoor bukan didalam ruangan. Setelah aku kebanyakan photoshoot di cafe, jadi aku pengen sesuatu yang beda. Oke, pagi itu sekitar jam 04.20 aku berangkat  jemput levi di kosannya. Setelah ketemu levi, langsung jalan ke rumah Bita. Dan mereka pun mulai makeup dan memilih baju. Kalian tahu kan cewek kalau makeup berapa lama? jadi aku jemput levi jam 4 supaya mereka makeupnya selesai jam 6, dan jam 6 udah bisa mulai photoshoot.

Dan ternyata bener aja, selesai makeup dan pilah-pilih baju yaitu sekitar jam 6. Dan karena kita mau ke 3 spot foto, aku request ke mereka untuk membawa 4 outfit. Yaitu 3 outfit yang berbeda, dan 1 outfit yang kembar. Setelah itu, kita naik grabcar, untuk menuju ke lokasi photoshoot pertama, yaitu daerah kayutangan. Sesi photoshoot pun dimulai, dari depan toko-toko di pinggir jalan, sampai di jembatan penyebrangan pun menjadi spot menarik photoshoot kali ini. Dengan cahaya yang ON POINT banget wkwkwk, alias bagus banget! Photoshoot kali ini akan jadi keren banget. Berikut adalah beberapa hasil foto di spot pertama.

 

This slideshow requires JavaScript.

Karena terletak di jalan yang sama dan sangat dekat dari spot photoshoot pertama, kami berjalan kaki menuju ke Hotel Riche. Nah, dalam perjalanan pendek ini, kami malah menemukan spot-spot foto yang lain nih. Spot tersebut adalah Toko eskrim Oen, kalau kalian asli malang ataupun mahasiswa malang, pasti kalian pernah denger tentang toko eskrim legendaris ini. Letaknya juga sejalan sama Hotel Riche lhoo. Karena toko Oen masih tutup, kami sangat leluasa untuk foto di depan pintu dan di sekitar toko Oen. Berikut hasil fotonya:

 

This slideshow requires JavaScript.

Lanjut ke spot foto berikutnya, yaitu Hotel Riche. Ternyata, jika kalian mau makan di cafe oey, tanpa kalian nginep di hotelnya. Kalian harus menunggu sampe jam 9 pagi, karena pada jam tersebut, cafe ini baru menerima orderan. Sambil menunggu cafe Oey buka, Bita dan Levi mengganti baju mereka ke outfit yang kembaran. Outfit yang mereka pilih adalah atasan putih dan bawahan hitam. Berpadu harmoni dengan dinding-dinding disini yang dominan berwarna putih. Setelah mereka ganti baju, dan cafenya belum buka juga, kami sempatkan untuk foto-foto sebelum cahayanya hilang dan semakin panas. Berikut hasil foto di spot kedua:

 

This slideshow requires JavaScript.

Dan yang ditunggu-tunggu, akhirnya cafenya buka!! Karena kami sudah kelaparan wkwk. Untuk makanannya disini bervariasi ada makanan tradisional sampai makanan western, disini tersedia. Untuk harganya sendiri berkisar Rp. 15.000 sampai Rp. 45.000. Untuk minumanya sendiri berkisar Rp. 7.000 sampai Rp. 25.000. Kalau kalian mau snack ataupun dessert disini juga tersedia lhoo, harganya mulai dari Rp. 15.000 sampai Rp. 25.000. Aku mesen Beef Teriyaki (Rp. 35.000) dan Es Teh Tarik (Rp. 15.000), Bita mesen Chicken Teriyaki (Rp. 25.000) dan Strawberry Ice Cream (Rp. 10.000), sedangkan Levi mesen Chicken Paprika (Rp. 25.000).

Sedikit review, tentang makanan disini. Rasanya enak, tapi biasa aja. Gak ada yang spesial dan gak ada yang menonjol. Daging sapinya pun menurutku agak keras, tapi daging ayamnya lembut. Untuk es teh tariknya juga biasa aja. Ini beberapa foto makanan di Cafe Oey:

 

Setelah perut terisi lanjut ke next outfit. Masih di spot foto yang sama, pada outfit ini aku merasa, spot-spot foto di hotel richie udah hampir abis. Nah disini fotografer dituntut untuk berfikir out of the box (anjay!!). Sempet kepikiran begini begitu, tapi kurang cocok dan akhirnya fail. Curhat dikit nih hehehe, dari photoshoot kaya gini pasti semua fotografer pernah ngalamin. Aku sendiri sering ngalamin ini, jadi ketika kalian punya suatu ide tapi pas direalisasikan tidak sesuai dengan apa yg ada di pikiran kalian, nah itu namanya fail. Nah untuk mengatasi fail tersebut, kuncinya hanya satu. Terus Motret 😉

Dan berikut hasil foto dari outfit ketiga:

 

This slideshow requires JavaScript.

Sekitar jam 11.00-an. Karena mataharinya udah terik banget, dan foto-foto udah cukup banyak. Spot photoshoot ketiga pun gak jadi kami datangi, karena udah panas banget. Akhirnya kami memutuskan untuk pulang ke rumah bita.

Dari jam 4 pagi sampe 11 siang. Akhirnya photoshoot kali ini, selesai juga wkwk. Dan hasil yang didapetin menurutku worth it banget! Gak percuma bangun jam 4 terus mandi, apalagi malang jam segitu lagi dingin banget wkwk. Makasih banyak buat Bita dan Levi yang udah mau bangun jam 4, makeup pagi-pagi buta wkwk. Semoga nyaman dan betah ya foto sama aku wkwk. Yap, makasih juga ke kalian yang udah mau baca hehe. Sekian post kali ini, kalau kalian gak mau ketinggalan udate-an ku, jangan lupa follow blog ini dan sosial media aku, @bangbima97 (Instagram, Snapchat, dan Twitter).

Sampai jumpa di post selanjutnya!!

@bangbima97

[Photoshoot] Nomu 9 Bites and Beverages

Halo-halo guys, apa kabar nih? Baik baik semua kan? Selamat datang di post ketiga aku di tahun 2018. Dalam post kali ini aku akan bahas, photoshoot bareng @itscayra, @septimentari, dan @fefanesya di @nomu.9malang. Selain itu aku juga akan membahas beberapa trik fotografi menggunakan Prisma. Kuy langsung aja.

Oke, photoshoot kali ini adalah photshoot yang paling mateng wkwk dari semua photoshoot yang pernah aku lakuin. Dari mulai survei tempat, sampe pemilihan spot-spot foto di tempat tersebut. Seperti yang udah aku sebutin di atas, kali ini aku akan melakukan product shot untuk @itscayra. Jadi Its Cayra sendiri adalah online shop, yang menjual kerudung bermacam ragam, dari pashmina, organza, dan masih banyak lagi. Bagi kalian yang mau beli kerudung yang terjangkau, berkualitas, dan nyaman dipakai langsung aja klik disini.

Lanjut, ke tempatnya. Photoshoot kali ini, bertempat di Nomu 9 Bites and Bevarages, yang terletak di Jalan Pandan No. 6, Malang. Kalian bisa cek instagram mereka disini. Menu-menu disini beragam banget, dari makanan pembuka, makanan utama, sampai makanan penutup pun ada disini. Dan di Nomu 9 Bites and Beverages juga ada signature dish dan signature drink yang mereka punya. Untuk harga sendiri berkisar antara Rp. 20.000 sampai Rp. 70.000-an. Tempatnya sendiri pun bagus dan instagram-able banget wkwk. Banyak lampu-lampu, ada spot outdoornya, dan pastinya keren. Kaya pake konsep industrialis gitu wkwkwk

Nah untuk menu yang kami pesan ada Garlic Shrimp Butter Rice (Rp. 38.000), Curry & Cilantro Butter Rice (Rp. 38.000), Taco Rice Bowl (Rp. 36.000), Green Tea Shakes (Rp. 29.000), Strawberry Shakes (Rp. 29.000), dan Nomu 9 Ultimate Ice Coffe (Rp. 32.000). Untuk rasanya nih. Curry & Cilantro Butter Rice, rasanya enak, cuma curry nya agak kurang nendang menurutku, dagingnya banyak, dan porsinya termasuk banyak. Untuk Taco Rice Bowl, ini agak lucu nih. Dari penampilanna, Taco Rice Bowl itu litterally taco yang dihidangkan dengan nasi tanpa kulit taco-nya (gak tau nama aslinya apa wkwkwk). Jadi ada sayurnya, dagingnya, dll. Daging yg digunakan ternyata daging kambing. Untuk rasanya sendiri cukup enak, daging kambingnya gak amis, dan lumayan empuk. Untuk Garlic Shrimp Butter Rice penampilannya menarik, sama kaya Curry & Cilantro Butter Rice. Di atas nasi dan lauknya, ada kuning- kuning yang aku kira telur dadar yang dipotong kecil-kecil. Ternyata itu adalah sejenis kerupuk pangsit yang memanjang wkwkwk. Untuk rasanya sendiri, pastinya enak, dan udangnya juga cukup banyak.

Nah lanjut ke minumannya. Untuk Green Tea Shakes dan Strawberry Shakes, menurutku rasanya biasa aja. Hampir sama kaya kebanyakan milkshake yang ada di restoran-restoran lain. Sedangkan yang Nomu 9 Ultimate Ice Coffe ini, merupakan salah satu signature drink dari Nomu 9, bagi kalian yang gak suka kopi juga, ada versi milktea-nya lhoo. Untuk rasanya menurutku enak ya, dan gak terlalu kopi banget, karena aku sendiri bukan penggemar kopi hehe.

Setelah puas bersantap, lanjut ke sesi photoshoot. Karena photoshoot kali ini adalah product shot, dan productnya adalah kerudung. Jadi aku ingin fokus kebagian kepala sampai ke dada. Untuk menunjukkan detail, warna, dan bahan dari kerudung itu sendiri. Kamera yang aku pake pun masih sama Sony A6000 dan lensa Canon 50mm f1.4. Kebiasaan awal awal aku saat mulai photoshoot, aku butuh adaptasi sama lokasinya. Jadi semakin lama akan semakin tahu spot-spot dan angle yang bagus untuk photoshoot kali ini.

Dan ternyata bener aja, semakin lama aku di Nomu 9, aku semakin nemuin banyak spot foto yang bagus. Aku bisa nemuin 8 spot di lantai atas, dan 5 spot di lantai bawah. Mungkin bakal lebih banyak, kalau kalian kreatif. Saran aja, survei tempat itu penting banget, menurutku. Jadi, saat kalian hari H photoshoot gak kaget dan gak bingung mau foto dimana, cahayanya bagus ato enggak, dll. Nah, ngomong-ngomong soal cahaya nih. Karena kita mulai shoot sekitar jam 3, kita cuma punya waktu dikit banget buat photoshoot saat cahayanya masih bagus. Apalagi kerudungnya gak cuma 3 atau 5, tapi belasan wkwkwk.

Karena cahayanya masih cukup bagus, aku gak melewatkan kesempatan ini untuk bereksperimen menggunakan prisma. Karena prisma itu banyak jenis dan bentuknya. Aku gunain triangular prisma yang aku beli di e-commerce. Memang aku pun masih awam juga dalam penggunaan prisma ini. Tapi perlahan-lahan aku akhirnya cukup menguasai wkwk. Penggunaanya gampang banget, tinggal pegang prisma di depan lensa kalian, dan fokus ke objek yang ingin kalian foto. Dengan adanya prisma, kalian bisa memantulkan cahaya yang ada, dan bisa juga dapet efek pelangi lhoo.

Dan ini dia, hasil foto yang menggunakan triangular prism.

This slideshow requires JavaScript.

Cahaya pun sudah mulai menghilang, karena sudah mulai malam. Dan masih banyak kerudung yang harus difoto. Photoshoot pun tetap berjalan. Menggunakan cahaya dari lampu-lampu di Nomu 9, rasanya memang agak kurang. Walaupun ada beberapa spot-spot yang cahayanya cukup kuat sehingga cukup membantu. Dan spot-spot yang cahanya cukup kuat ternyata terdapat di lantai bawah. Dan hasil dari foto-foto di lantai bawah, menurutku cukup bagus. Walaupun masih ada yang goyang, karena aku gunaiin shutter speed yang cukup pelan. Penggunaan tripod di situasi kaya gini, itu membantu banget sih.

Seperti gambar diatas, aku juga masih menggunakan prisma ku untuk menciptakan efek pantulan cahaya. Nah ada spot yang paling bagus, saat aku gunain prisma di malam hari. Yaitu dibawah lampu yang warna merah. Karena pantulan cahaya yang dipantulkan itu keren banget warna merah gitu. Dan karena si model lagi gunain kerudung warna merah, jadi pas banget. Mantab!

Dan berikut hasil foto lainnya:

This slideshow requires JavaScript.

FLASH FORWARD! Sekitar jam 19.00, akhirnya semua kerudung sudah terfoto wkwkwk. Capek tapi seru. Ketika kamu ngelakuin apa yang kamu suka, pasti rasa capek itu gak akan terasa. Jangan lupa untuk cek Its Cayra, jika kalian mau beli kerudung yang terjangkau, nyaman, dan pastinya berkualitas. Kalian bisa beli disini. Sekian post kali ini, jangan lupa untuk follow Blog, Instagram, Twiter, dan Snapchat aku di @bangbima97. Sampai jumpa di post selanjutnya.