Day 3

Lanjut, dihari ke tiga ini kami berempat akan melanjutkan perjalanan kami. Nah, di hari ini, kami bertemu dengan teman teman dari Malang juga. Ada Desty, Indana, Yudina, dan Laura. Yeayy!! Tambah rame tambah seru.

Berangkat sekitar jam 8, kami berdelapan pergi ke tujuan pertama untuk hari ini. Yaitu Sembalun. Sembalun sendiri terletak di kaki gunung Rinjani. Perjalanan kesini membutuhkan waktu sekitar 1 setengah jam dari Lombok Timur. Tips, kalau mau kesini naik mobil pastikan mobilnya dalam keadaan sehat dan drivernya sudah handal. Karena jalan kesini itu berkelok kelok dan naik turun. Salah satu keunikan di Sembalun, hawanya masih dingin dan banyak monyet monyet liar. Sesampai disana, hawa dingin masih terasa padahal sudah jam 9an. Tiket masuk ke Sembalun sekitar Rp 2000 saja. Ternyata, Sembalun ini seperti Paralayang yang ada di Malang. Tetapi, ada perbedannya selain tiketnya lebih murah, disini termasuk masih sepi, dan banyak monyetnya. Karena disini tempatnya cuma bisa buat foto foto dan menikmati pemandangan saja. Kami hanya sebentar disini.

Lanjut ke tujuan berikutnya yaitu Air Terjun Sendang Gile. Tertletak di Desa Senaru Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara. Kami berangkat sekitar pukul setengah 10 dari Sembalun kami sampai di Air Terjun Sendang Gile sekitar jam 11. Tiket masuk kesana adalah Rp. 5000. Untuk menuju ke Air Terjun Sendang Gile kami harus tracking sekitar 20-25 menit. Termasuk sebentar karena jalannya menurun. Sesampai di sana, air terjunnya tidak terlalu tinggi, dan kebetulan saat kami kesana sedang ramai pengunjung. Disini diperbolehkan mandi karena tidak terlalu dalam. Jadi yang mau basah basahan sangat bisa wkwk. Sempat gerimis, kami berteduh di gazebo. Dan kalau ada yang lapar disini juga sudah banyak yang jualan. Setelah menuggu gerimisnya reda, kami mendekat ke air terjun untuk berfoto ria hehe. Setelah puas berfoto foto ria, kami memutuskan untuk makan siang. Nah, yang paling melelahkan adalah tracking, pulang dari air terjun karena jalannya naik. Pendek jarak trackingnya tapi naiknya itu lho wkwk.

Setelah lelah tracking, waktunya makan siang. Kami makan siang di Warung 99 Jawa Timur di Jalan Labuhan Lombok, Lombok Timur. Disini menunya lengkap banget dari lalapan, nasi goreng, sampai bakso. Dengan harga yang murah, tetapi dengan rasa yang cukup enak. Kecuali nasi gorengnya wkwk. Minumannya juga disini banyak banget pilihannya. Setelah perut kenyang, kami mengantarkan Desty, Indana, Yudina, dan Laura pulang ke rumahnya Yudina.

Day 4

Hari ini, kami melanjutkan perjalanan kami tanpa Desty, Indana, Yudina, dan Laura. Tujuan pertama di hari ke 4 ini adalah Desa Sade yang terletak di Jalan raya Sade, Rambitan. Berangkat dari rumah danang (Lombok Timur) sekitar jam 8 pagi kami sampai di Desa Sade sekitar jam 11 siang. Nah, di Desa sade sendiri kalian bisa melihat suku asli Lombok yaitu suku Sasak, melihat kesehariannya dan kehidupan penduduk suku Sasak. Di Desa Sade sendiri banyak hal hal menarik  yang kami temui. Seperti, disini wanita swajib bisa menenun dan yang boleh menenun adalah kaum hawa saja. Selanjutnya ini yang paling menarik menurutku yaitu, jika kalian biasanya kalau mau menikah, calon prianya harus meminta restu orangtua si calon istrinya. Nah, disini calon prianya harus menculik si calon istrinya, jika tidak maka pernikahan tersebut tidak akan di restui. Lalu ada pohon yang gak biasa, pohon ini biasanya dijadikan tempat pertemuan si calon pria dan istrinya tsb.  Selain itu kita juga bisa membeli kain kain asli hasil tenun para penduduk suku Sasak. Tidak hanya ada kain, ada ikat kepala, scarf, dll. Dengan harga yang bervariatif dari 50rb sampai 350rb. Dibandingkan dengan Taman Narmada, kain tenunan yang ada di Desa Sade lebih bervariatif dengan harga yang bervariatif juga.Oiya, kalau kalian kesini kalian diwajibkan masuk bersama semacam tour guide, yang tidak lain adalah penduduk asli Desa Sade.

Karena ini hari Jumat dan waktunya Jumatan, kami mencari masjid di sekitar Pantai Kuta. Setelah selesai Jumatan, kami melanjutkan perjalan ke tujuan kedua kami hari ini. Yaitu Bukit Merese di Pantai Tanjung Aan. Perjalanan dari Desa Sade ke Pantai Tanjung Aan, cukup dekat tidak sampai 1 jam. Di Pantai Tanjung Aan, tidak ada tiket masuk alias gratis. Untuk menuju ke Bukit Merese, perlu tracking sekitar 10 menit. Jalannya tidak berat hanya saja saat itu sehabis hujan jadi jalannya agak becek. Setelah sampai di puncak, Subhanallah pembandangannya bagus banget! Dari atas kita bisa lihat Pantai Tanjung Aan. LUAR BIASA. Bener bener tempat yang bagus buat foto wkwk. Kami paling lama menghabiskan waktu disini. Setelah cukup lama, dan gerimis kami memutuskan untuk pulang.

Sebelum pulang kami mampir makan siang di Rumah Makan Cahaya yang terletak di Jalan Gajah Mada No.35, Pagesangan, Mataram. Disini menu andalannya adalah Nasi Balap Puyung + ayam kampung. Menurut aku rasanya enak tetapi porsinya dikit. Dengan harga Rp. 16000 seharusnya bisa lebih banyak lagi. Buat minuman andalan disni ada Es Kelapa dengan harga Rp. 11000.

Hari ke 3 dan ke 4 sudah kami lalui. Dari reunian, capek tracking, sampe borong kain, kami sangat puas! Oke, part 2 sampe sini dulu. Eitss, belum selesai lhooo. Masih ada Part Final dimana bakalan tambah seru dan banyak banget yang mau aku ceritain wkwk. So, stay tuned guys. And tf you want to not miss my newest post, make sure to follow my blog and my other social media (Twitter, Instagram, Snapchat) on @bangbima97.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s